Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tengah menyiapkan hotel khusus untuk keperluan isolasi mandiri. Rencananya, hotel yang disiapkan akan digunakan untuk mengisolasi pasien rawat jalan. Sampai berita ini ditulis, belum ada informasi lengkap mengenai hotel mana yang akan dijadikan sebagai ruang isolasi mandiri.
Dikutip dari Liputan6.com, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyatakan bahwa Pemkot Surabaya melakukan berbagai upaya intervensi terhadap seluruh pasien rawat jalan. Mulai dari penyediaan makanan hingga tempat untuk isolasi diri.
Advertisement
Melacak Riwayat Perjalanan Pasien Positif COVID-19
Sehari tiga kali, Pemkot Surabaya rutin menyediakan makan, minuman pokak, telur rebus, dan berbagai kebutuhan pribadi para pasien rawat jalan. Selain itu, Pemkot Surabaya juga aktif menerapkan sistem tracing sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19.
Begitu ada pasien di Surabaya yang terkonfirmasi positif COVID-19, Pemkot Surabaya melalui dinas terkait segera melacak perjalanan pasien sebelum hingga dinyatakan positif COVID-19, sebagaimana dikutip dari Liputan6.com.
Advertisement
Penambahan Angka Positif COVID-19
Menurut Risma, penambahan angka positif COVID-19 di Jawa Timur tidak selalu berasal dari klaster baru. Tetapi adanya peningkatan status dari Orang dalam Pemantauan (ODP), Pasien dalam Pengawasan (PDP), dan Orang Tanpa Gejala (OTG) terkait COVID-19.
Data Pemkot Surabaya per Sabtu, 18 April 2020 menunjukkan sejumlah peningkatan status. Sebanyak 4 orang ODP meningkat statusnya menjadi terkonfirmasi. Pasien dalam Pengawasan (PDP) yang mengalami peningkatan status sebanyak 206 orang. Serta ada 60 OTG yang statusnya berubah menjadi terkonfirmasi, sebagaimana dikutip dari Liputan6.com.
Advertisement
Data Terbaru Kasus COVID-19 di Surabaya
Berdasarkan data visual Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang dirilis melalui akun Instagram resmi @jatimpemprov, jumlah kasus positif COVID-19 di Kota Surabaya mencapai 299 orang. Jumlah itu lebih dari separuh jumlah total kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Jawa Timur. Dengan demikian, Kota Surabaya menjadi daerah dengan kasus positif COVID-19 paling banyak di Jawa Timur.
Dari total kasus positif COVID-19 di Surabaya, sebanyak 45 orang sudah dinyatakan sembuh. Sementara korban meninggal dunia akibat COVID-19 mencapai 31 orang.