Tradisi Bedah Teteg Cueran di Klaten, Warga Saling Berebut Ikan di Kolam Lumpur

Salah satu tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat.

Shani Rasyid
Oleh Shani Rasyid - Reporter
Tradisi Bedah Teteg Cueran di Klaten, Warga Saling Berebut Ikan di Kolam Lumpur
Tradisi Bedah Teteg Cueran di Klaten, Warga Saling Berebut Ikan di Kolam Lumpur (Merdeka.com)

Salah satu tujuan dari tradisi ini adalah untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat.

Ratusan warga mengikuti Tradisi Bedah Teteg Cueran di Desa Demakijo, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten pada Sabtu (22/7).

Dalam tradisi itu, mereka saling berebut ikan di tengah kolam lumpur. Berbagai kalangan warga, mulai dari orang tua hingga anak-anak berebut ikan air tawar secara gratis.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Begitu acara dibuka oleh pemerintah desa, ratusan warga langsung masuk ke dalam kolam untuk berburu ikan air tawar. Ada berbagai jenis ikan yang diperebutkan, di antaranya ikan lele, gabus, nila, hingga mujair.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Kegiatan itu disambut antusias warga. Bahkan sebagian warga ada yang sampai bermandikan lumpur. Mereka hanya diperkenankan menangkap ikan menggunakan tangan dan jaring.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Kegiatan berebut ikan ketika pintu air dibuka digelar setiap tahun ketika kolam sedang dikeringkan. Pemerintah desa telah menebar 10.000 benih ikan sekitar 8 bulan sebelumnya.

Tujuan Kegiatan

Dilansir dari ANTARA, tradisi membuka pintu air guna membersihkan air dari sumbernya. Selain itu, juga menjadi salah satu bentuk ketahanan pangan mandiri. Tradisi ini juga diadakan pada tahun lalu.

"Kegiatan ini memiliki tujuan di antaranya untuk ketahanan pangan masyarakat karena di desa ini ada program gemar makan ikan. Jadi ini delapan bulan yang lalu kami kembangin begini, dan hari ini kami adakan kegiatan Bedah Teteg, yang semuanya kami adakan untuk masyarakat gratis."

Ery Karyatno, Kepala Desa Demakijo.

Rekomendasi