Usut Sebab Kematian, Polisi Cek Ponsel Atlet David Jacobs dan Ini Hasilnya

Komarudin menambahkan, sejauh ini belum ditemukan ada kejanggalan ada telepon genggam tersebut.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Usut Sebab Kematian, Polisi Cek Ponsel Atlet David Jacobs dan Ini Hasilnya
David Jacobs. ©2021 Merdeka.com/instagram.com

Penyebab kematian atlet tenis meja Indonesia, David Jacobs pada Jumat 28 April 2023 dini hari, terus didalami kepolisian. Salah satunya dengan mengecek rekam jejak ponsel milik korban.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Komarudin mengatakan saat ini ponsel David sedang diperiksa oleh ahli digital forensik. Harapannya, bisa diketahui dengan siapa terakhir kali David melakukan komunikasi sebelum akhirnya ditemukan meninggal terkapar di pinggir rel kereta api.

"Betul ini masih terus kita olah, komunikasi terakhir sama siapa dan sebagainya," kata Komarudin saat dihubungi, Minggu (30/4).

Komarudin menambahkan, sejauh ini belum ditemukan ada kejanggalan ada telepon genggam tersebut.

"Sementara belum ada (riwayat panggilan yang janggal)," ujar dia.

Kronologi

David Jacobs ditemukan tak sadarkan diri di pinggir jalur rel kereta antara Gambir dan Juanda kilometer (KM 4+700) pada Kamis, 27 April 2023 sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Husada, Jakarta Pusat pada Jumat 28 April 2023 sekitar pukul 03.30 WIB.

Komarudin menerangkan, pihaknya telah berulang kali melakukan simulasi. Pergerakan dari Stasiun Gambir menuju ke KM 4+700 pun dihitung.

Menurut dia, jika dengan jalan cepat dibutuhkan waktu sekira 10 menit. Sementara itu, dari hasil pemeriksaan lini masa telepon genggam David Jacobs hanya dua menit.

"Sudah berulang kali kita simulasikan. Sementara ini di lini masa hanya ada 2 menit. Antara 20.28 sampai 20.30. Dan yang sangat mendekati itu, hanya dengan perjalanan kereta," ujar Komarudin.

Komarudin menjelaskan, hasil penelusuran dilakukan penyidik patut diduga korban salah menaiki kereta. Hal itu pun diperkuat dari rekaman CCTV. Meski, kamera CCTV tak menyorot korban hanya situasi di sekitar lokasi.

"Iya (dugaan salah naik kereta). Karena sudah kita cek, ada satu CCTV lagi yang kita temukan itu di perpindahan rel itu, dari ujung terakhir Stasiun Gambir sampai ke rel di bawah itu, itu di depannya ada sekitar 100 meter, ada CCTV perpindahan rel," ujar dia.

Komarudin menerangkan, CCTV memperlihatkan petugas saat akan ke lokasi kejadian setelah mendapatkan laporan. Orang-Orang itu pun sudah dimintai keterangan sebagai saksi.

"Kemudian yang melaporkan pertama kali itu petugas masinis dari KRL yang menginformasikan kepada petugas di juanda. Kemudian petugas di juanda datang tidak lama kemudian juga datang petugas dari Gambir ke TKP sama-sama," ujar dia.

Komarudin menerangkan, pihaknya terus mencari bukti-bukti. Ada beberapa dugaan yang perlu diselidiki lebih lanjut.

"Kenapa sampai ada di sana, ini masih kami dalami. Kenapa sampai korban berada di TKP dengan luka di kepala itu masih kita dalami. Tapi kalau untuk pergeseran tempat kenapa korban dari Stasiun Gambir dengan jarak 2 menit sampai di sana itu, kami hampir meyakini itu salah naik kereta," katanya.

Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber: Liputan.com

Rekomendasi