Grebek Lumpur Antisipasi Banjir di Jakpus, 20,5 Meter Kubik Sampah Diangkut

Pemerintah Jakarta Pusat menjalankan 'Grebek Lumpur' secara serentak di 44 Kelurahan di Jakarta Pusat. Langkah ini sebagai antisipasi banjir memasuki musim hujan.

Ronald
Oleh Ronald - Reporter
Grebek Lumpur Antisipasi Banjir di Jakpus, 20,5 Meter Kubik Sampah Diangkut
Pengerukan Kali Pasar Baru. ©2021 Merdeka.com/Imam Buhori

Pemerintah Jakarta Pusat menjalankan 'Grebek Lumpur' secara serentak di 44 Kelurahan di Jakarta Pusat. Langkah ini sebagai antisipasi banjir memasuki musim hujan. Salah satunya dilakukan diKawasan Serdang, Kemayoran, Minggu (21/11).

Kabag Kepegawaian Ketatalaksanaan dan Pelayanan Publik, Munjir Munaji mengatakan, Gerebek Lumpur dilakukan dengan pengerukan saluran. Sebagai upaya mengurangi volume air saat hujan. Sekaligus melancarkan aliran air yang tersumbat sampah atau sedimen lumpur yang sudah tinggi.

"Peran serta masyarakat sangat diperlukan untuk disiplin membuang sampah pada tempatnya, serta menjaga kebersihan lingkungannya masing-masing juga sangat diperlukan untuk mencegah genangan saat hujan," kata munjir, Minggu (21/11).

Grebek Lumpur melibatkan 150 personel dari Sudin SDA, Sudin BIna Marga, Sudin Lingkungan Hidup, Sudin Pertamanan dan Hutan Kota, LMK, FKDM, RT/RW dan dibantu warga.

Dari Gerebek Lumpur di Serdang, berhasil mengangkut sampah sebanyak 20,5 meter kubik. Terdiri dari sampah lumpur sebanyak 1500 karung atau 4,5 meter kubik, dan sampah rumah tangga, ranting pohon dan lain-lainnya sebanyak 16 meter kubik.

"Sampah rumah tangga, ranting pohon di buang ke Bantar Gerbang, Bekasi, Jawa Barat sedangkan sampah lumpur di buang ke PLTU, Ancol, Jakarta Utara," katanya.

Rekomendasi