YLKI sebut ganjil genap efektif kendalikan lalu lintas di Jakarta

YLKI menyebut sistem ganjil genap mampu membuat masyarakat mengubah perilaku dan ini momen yang baik untuk dipertahankan. Meskipun di beberapa hal ada yang perlu dievaluasi.

Lia Harahap
Oleh Lia Harahap - Reporter
YLKI sebut ganjil genap efektif kendalikan lalu lintas di Jakarta
Tulus Abadi. ©2017 Merdeka.com/Desi Aditia Ningrum

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai pemberlakuan sistem ganjil genap berdampak positif sebagai pengendali lalu lintas. Kebijakan ini semula dibuat sebagai pengganti sistem 3 in 1.

"Konsumen sangat diuntungkan dengan adanya gage yang diteruskan karena terbukti gage cukup positif sebagai instrumen pengendali lalu lintas," kata Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi, saat dihubungi di Jakarta. Demikian dikutip Antara, Selasa (4/9).

Menurut Tulus, berdasarkan data dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta, hasil evaluasi ganjil genap sampai minggu ke-6 perluasan pemberlakuan menunjukkan hasil yang baik. Pertama, kecepatan kendaraan di ruas jalan yang diberlakukan ganjil genap rata-ratanya naik antara 44 hingga 53 persen, sedangkan ruas jalan alternatif turun sebesar 2,17 persen.

Kedua, terjadi penurunan waktu tempuh 34 persen dan ketiga, perbandingan volume lalu lintas yang lewat dengan kapasitas jalan tersebut ( V/C Ratio) turun 20,37 persen, sedangkan jalan alternatif naik 6,48 persen.

Keempat, terdapat perubahan emisi CO2 rata-rata turun 20,30 persen dan kelima, terjadi kenaikan jumlah penumpang angkutan umum yakni Trans Jakarta naik 40 persen, Trans Jabodetabek PPD naik 29 persen, Trans Jabodetabek Sinar Jaya 6 persen dan Trans Jabodetabek Lorena 98 persen.

Melihat hasil itu, kata Tulus, bisa ditarik kesimpulan bahwa sistem ganjil genap mampu membuat masyarakat mengubah perilaku dan ini momen yang baik untuk dipertahankan.

Namun, pada beberapa memang perlu ada yang dievaluasi. Seperti tidak diberlakukan Sabtu Minggu dan di beberapa ruas jalan yang tidak terlalu berpengaruh bisa dievaluasi. Selain itu, jamnya mungkin bisa dikurangi tidak seharian penuh.

Kemudian pada petugas kepolisian, tambah Tulus, harus mengantisipasi anomali-anomali di ganjil genap, misalnya pemalsuan plat mobil dan pungli oleh oknum polisi.

"Jika itu terjadi juga, maka bisa memicu inefisiensi gage dan akhirnya gage tidak optimal. Mari kita awasi bersama," kata Tulus.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan melakukan perpanjangan kebijakan ganjil genap yang tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 92 Tahun 2018. Pergub tersebut berlaku mulai 3 September 2018 hingga 13 Oktober 2018 atau setelah Asian Para Games selesai.

Hal itu guna mempermudah pada pengelolaan lalu lintas dan juga menjaga kebiasaan yang sudah terbangun selama Asian Games.

Selain itu, perpanjangan kebijakan ganjil genap pada periode ini, digunakan juga untuk pengambilan data yang lebih lengkap dan menyeluruh atas dampak kebijakan pembatasan lalu lintas.

Saat pemberlakuan sistem ganjil genap selama berlangsungnya Asian Games, terdapat temuan fakta-fakta dalam jangka pendek seperti ada peningkatan kecepatan sampai dengan 37 persen. Lalu, ada peningkatan penumpang Transjakarta sampai dengan 40 persen.

Rekomendasi