Macet selalu menjadi isu utama yang diangkat saat pilgub DKI. Sebabnya, kemacetan di ibu kota sudah begitu kronis.Berbagai solusi dan ide digelontorkan para pasangan cagub cawagub DKI untuk mengatasi kemacetan. Salah satunya seperti yang dilontarkan oleh cagub DKI nomor urut 1 Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).Anak sulung dari mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini kemarin menelusuri Sungai Ciliwung sepanjang lima kilometer selama lebih dari satu jam. Kepada wartawan, Agus mengatakan Ciliwung memiliki potensi yang bisa dimaksimalkan. Salah satunya untuk pariwisata dan solusi mengatasi kemacetan Jakarta."Konsep wisata kita rapikan kita bersihkan dari sampah. Saya ingin kembangkan moda transportasi lintas air menghadapi kemacetan, sambil menikmati alam sungai, sejuk. Ini menjadi solusi kemacetan walaupun tidak panjang tapi ada upaya meningkatkan kualitas sungai," ujar Agus di Bidara Cina, Rabu (30/11).
Waterway ©2013 Merdeka.com/imam buhori
Di era Gubernur DKI Sutiyoso, transportasi sungai sudah pernah dibangun. Saat itu pria yang akrab disapa Bang Yos itu memiliki program membangun transportasi air atau yang disebut waterway.Waterway kemudian mulai dioperasikan dan diintegrasikan dalam transportasi makro Jakarta setelah peresmian rute Halimun-Karet sepanjang 1,7 kilometer oleh Bang Yos pada 6 Juni 2007. Rute ini merupakan bagian dari perencanaan rute Manggarai-Karet sepanjang 3,6 kilometer.Sistem ini merupakan bagian dari penataan sistem transportasi di Jakarta yang disebut Pola Transportasi Makro (PTM). Dalam PTM disebutkan bahwa arah penataan sistem transportasi merupakan integrasi beberapa model transportasi yang meliputi Bus Rapid Transit (BRT), Light Rapid Transit (LRT), Mass Rapid Transit (MRT), dan Angkutan Sungai (Waterway).Waterway merupakan kelanjutan dari pengoperasian sistem transportasi TransJakarta yang sudah lebih dulu dibangun oleh Bang Yos kala itu. Saat itu Dinas Perhubungan DKI mengoperasikan dua unit kapal yang masing-masing berkapasitas 28 orang yang disebut KM Kerapu III dan KM Kerapu IV yang berkecepatan maksimal 8 knot.
Waterway ©2013 Merdeka.com/imam buhori
Namun, pasca Bang Yos lengser dari posisi Gubernur DKI, waterway tak terurus. Bahkan kini, waterway hilang seperti ditelan bumi. Halte-halte yang sudah dibangun kini tak terurus.Bahkan, kapal yang dulu berlalu lalang mengangkut penumpang dan sesekali bersandar di halte kini sudah tak tampak lagi. Salah satu masalahnya adalah banyaknya sampah di sungai yang dilalui kapal yang menghambat dan sering menyangkut kipas motor pendorong kapal.Beberapa waktu lalu, Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sempat berencana menghidupkan kembali waterway. Rencananya saat itu, aliran Ciliwung di kawasan Manggarai akan dijadikan percontohan.
Advertisement