Ahli feng shui sebut Jakarta harus belajar reklamasi dari Singapura

Dari feng shui, desain dan tata letak pulau reklamasi belum memanfaatkan seluruh sumber energi dari naga sungai.

Al Amin
Oleh Al Amin - Reporter
Ahli feng shui sebut Jakarta harus belajar reklamasi dari Singapura
Nelayan segel Pulau G. ©2016 merdeka.com/imam buhori

Indonesia, khususnya Jakarta, bukan kota yang pertama menggarap reklamasi yang bertujuan untuk mengembangkan wilayahnya. Di kawasan Asia Tenggara, Singapura telah lebih dulu melakukan reklamasi sekitar 40 tahun yang lalu dan masih berlangsung hingga saat ini. Konsultan feng shui Yulius Fang mengatakan, dataran Jakarta yang hampir serupa dengan Singapura bisa menjadi rujukan dalam memanfaatkan energi alam. Sama seperti Jakarta, Singapura juga dilalui oleh lebih dari satu sungai besar, yang dianggap menjadi sumber energi. Pria yang sudah 12 tahun berprofesi sebagai konsultan feng shui ini menjelaskan, Jakarta yang dilalui oleh 13 sungai memiliki energi naga sungai. Pertemuan muara sungai dengan bibir pantai yang dikenal dengan kepala naga merupakan sumber energi yang besar. Penyerapan energi ini dapat maksimal dilakukan jika di kepala naga tersebut dibuat ceruk atau penahan aliran air."Energi river dragon bisa maksimal kita serap apabila biasanya kita bikin sesuatu yang di area dekat pantai bisa contain energi. Dalam kasus reklamasi Singapura, mereka dapat mereklamasi dengan baik. Pulau Singapura yang dulunya adalah satu rawa dan sebagainya, mereka setelah reklamasi membuat satu kita sebut ceruk baru yang kita sebut kita kenal Marina Bay Sands. Difungsikan ditambah sehingga dia bisa untuk menahan energi dari river dragon. Satu adalah Kalang River dan Singapore River," kata Yulius saat berbincang dengan merdeka.com, beberapa waktu lalu.
"Dengan demikian, bahwa kalau kita mendesain satu area buangan air, kalau logikanya kalau kamu jegal dia, dia tidak bisa mengalir. Logikanya gitu. Tapi mereka pintar. Satu sisi air dibiarkan keluar sedikit. Satu sisi ditahan. yang ditahan itu di depannya Marina Bay Sands. Itu adalah area contain untuk menampung. Konsepnya hampir serupa tapi tidak sama dengan yang pulau reklamasi itu," lanjutnya.Reklamasi Marina Bay Sands, lanjutnya, menampung aliran sungai dari Singapore River. Sedangkan wilayah Marina East menampung aliran air Kalang River. Kedua aliran sungai ini kemudian keluar ke Selat Singapura. Yulius menambahkan, berdasarkan feng shui, desain dan tata letak pulau reklamasi belum memanfaatkan seluruh sumber energi dari naga sungai yang ada. Aliran muara sungai dibiarkan lepas ke laut tanpa ada lock atau penahan air."Setting reklamasi dibuat seperti apa, 17 pulau bentuknya seperti ini. Kalau mau lebih bagus diatur lebih bagus lagi seperti di Singapura, seperti di Marina Bay Sand, maka hasilnya akan lebih powerfull bagi Jakarta. Kita jangan hanya melihat dari satu sisi saja, dari si pengembang atau penghuni pulau," ujarnya.

Rekomendasi