Pulang dari Rotterdam, Ahok pede Port of Jakarta buat Jokowi senang

Ahok baru saja pulang mempelajari sistem penanganan banjir modern dan reklamasi laut di Rotterdam, Belanda.

Mohammad Yudha Prasetya
Pulang dari Rotterdam, Ahok pede Port of Jakarta buat Jokowi senang
Ahok. ©2015 merdeka.com/fikri faqih

Setelah mempelajari sistem penanganan banjir modern dan reklamasi laut di Rotterdam, Belanda, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku yakin, jika konsep Port of Jakarta yang digagasnya akan mampu memenuhi harapan Presiden Joko Widodo mengenai kualitas kinerja pelabuhan yang efisien."(Masalah) Dwelling time yang membuat Pak Jokowi kecewa, itu urusan logistik paling bagus (dimiliki oleh) Belanda. Kota Rotterdam juga pengalaman soal reklamasi dan pelabuhan," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (25/9).Ahok mengaku yakin, bahwa apa yang dipelajarinya dari negeri kincir angin itu akan berguna jika diterapkan di Jakarta. Sebab, Belanda telah teruji lama dalam menerapkan sejumlah metode penanganan air bagi negerinya tersebut."Terus soal reklamasi, Belanda itu dia punya (pengalaman) reklamasi kamu tahu enggak sejak tahun berapa? Tahun 1400. Terus dia membuat pertahanan, ada giant sea wall-nya segala macam, dia kan menghadapi laut utara yang ganas dan wilayahnya boleh dikatakan hampir semuanya ada di bawah permukaan laut. Lebih parah dari Jakarta," ujarnya.Ahok mengatakan, masalah reklamasi dan pengolahan air yang dipelajarinya di Rotterdam juga termasuk urusan pengolahan limbah. Dirinya mengaku yakin jika urusan penanganan banjir atau bahkan reklamasi bisa dipelajari secara lengkap dari sana karena kajian mereka mengenai hal ini sangat detil dan teruji."Yang paling penting pengolahan limbah sebenarnya supaya sungai enggak kotor. Mereka mulai olah air limbah sejak abad ke-18. Sekarang dia sudah hampir mau selesai. Mereka juga ada yang namanya Water Rob, itu juga kemarin kita datangi," ujar Ahok."Di Belanda ini ada namanya Delta Rest, yaitu sebuah kajian di mana di situ juga dibuat modeling besar yang bisa melihat begitu hantaman air dari sini berapa kekuatannya, dan lain-lain. Belanda itu sebelum bangun itu bikin model dulu. Terus kayak masalah air, di Belanda juga ada kajian terbesar di dunia bagaimana air itu dikelola," pungkasnya.

Rekomendasi