Kisah Ahok dan 38 wanita cantik di Balai Kota

Bertubuh semampai, berambut panjang, berwajah manis, 38 wanita cantik muncul di Balai Kota.

Nurul Julaikah
Oleh Nurul Julaikah - Reporter
Kisah Ahok dan 38 wanita cantik di Balai Kota
Ahok dengan finalis Putri Indonesia. ©2013 Merdeka.com

Bertubuh semampai, berambut panjang, berwajah manis, 38 wanita cantik muncul di Balai Kota Jakarta, Senin (28/1) kemarin. Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang menjadi tuan rumah pun menyambut dengan senyum.Jangan berpikiran yang tidak-tidak dulu. 38 Wanita cantik itu adalah finalis kontes Puteri Indonesia 2013 yang mewakili 33 provinsi. Mereka datang ke Balai Kota sebagai bagian dari kegiatan karantina mereka sebelum malam puncak pemilihan Puteri Indonesia yang akan digelar di Plenary Hall Convention Center pada 1 Februari mendatang.Para finalis itu datang dengan didampingi pendiri Yayasan Puteri Indonesia, Mooryati Soedibyo. Mereka menggelar dialog dengan Ahok soal permasalahan Jakarta. Ahok didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Arie Budhiman, Asisten Gubernur bidang Pariwisata dan Kebudayaan Sukesti Martono. Saat memulai dialog, Ahok menuturkan kepada Mooryati Soedibyo soal suaranya yang tinggi saat berbicara. Menurutnya, suara tinggi merupakan gayanya, jadi bukan karena dia galak. "Bu Mooryati Soedibyo, saya sudah lebih jinak dan halus. Kata istri saya, saya seperti bukan nonton suami saya. Saya tidak begitu suka wartawan kadang ikutin saya," jelasnya.Ahok kemudian berbicara soal politik. Saat ini, menurut dia, politikus wanita jumlahnya masih minim. "Saya mengajak Puteri Indonesia berpolitik, kan mereka pintar-pintar tuh, makanya sedikit provokasi," kata.Dalam pandangan dia, para finalis Puteri Indonesia sudah memenuhi kriteria untuk menjadi politikus. "Tapi itu kebebasan para finalis Puteri Indonesia. Otak dan fisik sudah memenuhi syarat, tinggal kita poles nurani. Nurani memenuhi syarat atau enggak. Ini harus diuji," imbuhnya.Saat sesi tanya jawab digelar, berbagai pertanyaan pun dilontarkan para wanita cantik ini. Dari wacana pemindahan ibu kota, sampai motto hidup Ahok.Finalis dari Papua, Cezia Greatia yang mendapat giliran, melontarkan pertanyaan soal motto hidup Ahok. "Saya ingin menanyakan, apakah motto hidup bapak? Apa yang menjadikan bapak termotivasi?" ujar gadis berambut keriting itu."Yang ikut arus akan cepat mati. Untuk ikut arus harus berani keluar dari zona nyaman," jawab Ahok.Saat menjawab pertanyaan ini Ahok kemudian sedikit menambahkan pesan, "Hari ini panggilan bagi Puteri Indonesia untuk keluar dari zona nyaman, untuk bantu ajak pindah (warga) ke Marunda. Kalau sama saya, mau ajak pindah berantem terus," tuturnya.Sementara finalis dari Jakarta, bertanya soal wacana pemindahan ibu kota yang ramai dibicarakan pasca banjir besar 17 Januari lalu."Jakarta belum saatnya pindah kita benahi dulu," tukas Ahok. Untuk mengatasi banjir, Ahok menegaskan Pemprov DKI akan menormalisasi sungai-sungai dan waduk-waduk yang sebagian tanahnya sudah dijarah warga.Sedangkan finalis dari Sumatera Barat Whulandary bertanya mengenai kehidupan keluarga Ahok. "Pak bagaimana menerapkan ke anak-anak bapak untuk tidak menggunakan fasilitas seperti yang bapak lakukan," tanya Whulandary.Menurut Ahok, untuk menerapkan pola hidup sederhana dia meminta anaknya naik bus sehingga tidak bayar mahal. "Anak saya bilang dia paling miskin. Padahal ada yang lain pakai BlackBerry dan diantar pakai Alphard," tuturnya.Menurut Ahok, definisi orang kaya, adalah orang yang punya uang banyak dan semua kebutuhan tercukupi. Sedangkan orang paling miskin, punya uang tapi bukan uangnya. "Jadi selama hidupnya selalu merasa enggak punya," ujar Ahok.Ahok pun menceritakan kegiatan anaknya saat Pluit, wilayah mereka tinggal diterjang banjir. "Kayak kemarin banjir, anak saya kerja di panti asuhan. (Anak saya) yang besar dan yang kecil. Mereka pun menolong pemulung. Yang penting kepekaan sosial terhadap lingkungan," tuturnya.Usai sesi tanya jawab, 38 finalis dan pengurus Yayasan Puteri Indonesia pun kemudian menggelar sesi foto bersama dengan Ahok di tangga depan Balai Kota.

Rekomendasi