Lima pria melakukan perampokan disertai percobaan pemerkosaan di angkot C-01 pada Senin (23/7) malam. Polisi sudah mengamankan tiga orang pelaku berinisial A atau T (16), F (24) dan N (17) di tiga lokasi berbeda. Saat beraksi tidak ada yang berperan sebagai otak kejahatan. Masing-masing memiliki peran. A atau T sebagai pengemudi angkot. Dia mengaku baru tiga tahun menjadi sopir tembak. F, berperan yang memeriksa tas korban, N (17) menutup pintu dan mendorong korban dari angkot."U yang masih buron belum tahu perannya, si P dia timer yang nyewain angkot. Tapi berdasarkan pengakuan A, ada si B yang menghasut dan mengajak berbuat kejahatan," ujar Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Angesta Romano Yoyol kepada wartawan di kantornya, Kamis (26/7).Dalam aksi itu, empat pelaku melakukan pelecehan seksual, kecuali si sopir A. "Dari awal berangkat mereka memang sudah niat melakukan kejahatan," paparnya.Seperti diberitakan sebelumnya, seorang karyawati IS (31) nyaris diperkosa di dalam angkot C01 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat pada Senin (23/7) malam.Malam itu juga sopir angkot berhasil diamankan petugas dan telah ditetapkan sebagai tersangka dalam peristiwa percobaan pemerkosaan. Pagi tadi (26/7), dua orang pelaku kembali tertangkap. Jadi total yang tertangkap sudah tiga orang."Pagi tadi dua orang ditangkap berinisial di rumah masing-masing. F (24) di Cirebon dan N (17) di Karawang. Jadi total sudah tiga," ujar Kapolres Jakarta Pusat, Kombes AR Yoyol kepada wartawan di kantornya, Kamis (26/7).
Ini peran pelaku kejahatan di angkot cabul
Polisi sudah mengamankan tiga orang pelaku berinisial A atau T (16), F (24) dan N (17) di tiga lokasi berbeda.
Advertisement
Rekomendasi