Profil Sekar Arum Widara, Mantan Pemain Serial 'Angling Dharma' Ketahuan Belanja di Kemang Pakai Uang Palsu
Sekar Arum Widara, mantan artis sinetron, kini terjerat kasus hukum setelah berkarir di dunia hiburan dan politik.
Sekar Arum Widara, nama yang mungkin tidak asing di telinga penggemar sinetron kolosal Indonesia, lahir di Bogor pada 2 November 1984. Ia dikenal publik melalui perannya dalam berbagai sinetron kolosal yang populer di awal tahun 2000-an, seperti 'Angling Dharma'. Meskipun tidak selalu berperan sebagai pemeran utama, pesona dan kemampuan aktingnya membuatnya cukup dikenal di kalangan penggemar. Namun, perjalanan karirnya tidak berhenti di dunia hiburan.
Setelah beberapa tahun vakum dari dunia sinetron, Sekar mencoba peruntungan baru di dunia politik. Pada Pemilu 2014, ia mencalonkan diri sebagai calon legislatif (Caleg) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Sayangnya, langkahnya di dunia politik tidak membuahkan hasil yang diharapkan. Setelah gagal dalam pemilu, Sekar memilih untuk kembali ke dunia kerja sebagai karyawan swasta dan juga sempat menjadi konsultan politik.
Selain itu, Sekar juga pernah menjajal kemampuannya sebagai presenter di program 'Pendekar' yang tayang di Trans 7 sekitar tahun 2011. Di balik karirnya yang beragam, Sekar menyelesaikan pendidikan tinggi di Universitas Indonesia dengan gelar Sarjana Ilmu Politik (S.IP), menunjukkan bahwa ia memiliki latar belakang akademis yang solid.
Perjalanan Karir dan Kehidupan Pribadi Sekar Arum Widara
Karir Sekar Arum Widara di dunia hiburan dimulai sejak ia masih muda. Ia berhasil menarik perhatian penonton melalui aktingnya yang menawan di sinetron-sinetron yang tayang di televisi. Meskipun tidak selalu mendapatkan peran utama, ia tetap mampu menunjukkan bakatnya dan mendapatkan tempat di hati penggemar sinetron.
Setelah vakum dari dunia hiburan, Sekar mengambil langkah berani untuk terjun ke dunia politik. Ini menunjukkan bahwa ia memiliki ambisi dan keinginan untuk berkontribusi lebih bagi masyarakat. Meskipun gagal dalam pencalonannya sebagai Caleg, pengalaman tersebut memberikan wawasan baru bagi Sekar tentang dunia politik dan kepemimpinan.
Selain berkarir di politik, Sekar juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan pernah terlibat dalam beberapa proyek yang berkaitan dengan pengembangan masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa ia tidak hanya fokus pada karir pribadi, tetapi juga peduli terhadap lingkungan sekitarnya.
Asal Usul Uang Palsu Rp200 Juta Masih Misteri
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ardian Satrio Utomo mengtakan pihaknya masih mendalami asal usul uang tersebut. Hanya saja kata Ardian Sekar sempat berkilah dan tidak mau mengaku mengenai uang palsu tersebut.
"Masih kami dalami darimana uang itu, dia masih bungkam. Belum jujur," kata Ardian kepada wartawan, Senin (14/4).
Ardian menyebut, dari uang ratusan juta yang ditemukan milik Sekar ada beberapa diantaranya digunakan untuk berbelanja. Penyidik juga mencurigai uang tersebut diantaranya ada yang hendak dijual.
"Ada yang dia beliin juga, tetapi kayaknya mau dijual, mau transaksi," bebernya.
Hanya saja, begitu diamankan dan diperiksa oleh penyidik, mantan artis drama kolosal itu memberikan keterangan yang berbelit-belit.
Sekar sebelumnya ditangkap oleh polisi karena mengedarkan uang palsu pecahan Rp100.000an.
Dari tangan Sekar, polisi menyita uang palsu senilai Rp200juta. Rupanya, SKW sudah beberapa kali berbelanja di minimarket hingga pusat perbelanjaan dengan menggunakan uang palsu.
Kanit Ranmor Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Iptu Teddy Rohendi menerangkan, sepak terjang terendus setelah mencoba berkali-kali bertransaksi di minimarket sebuah pusat perbelanjaan.
"Tersangka dengan sengaja datang ke Lippo Mall kemang melakukan transaksi pembelian dan pada saat tersangka melakukan pembayaran dengan uang palsu yang dibawanya dan berhasil. Kemudian di hari yang sama tersangka mencoba lagi melakukan transaksi pembelian di toko yang sama namun kasirnya berbeda, pada saat melakukan pembayaran di kasir toko melakukan pemeriksaan terlebih dahulu dengan mesin pendeteksi uang sinar UV, dan diketahui uang tersebut palsu dan transaksi dibatalkan," ujar dia kepada wartawan, Sabtu (12/4).