Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ngaseuk Pare Jadi Cara Orang Sunda untuk Rawat Alam, Dilakukan saat Menanam Padi

Ngaseuk Pare Jadi Cara Orang Sunda untuk Rawat Alam, Dilakukan saat Menanam Padi

Ngaseuk Pare Jadi Cara Orang Sunda untuk Rawat Alam, Dilakukan saat Menanam Padi

Ngaseuk pare jadi cara orang Sunda untuk merawat alam lewat pertanian.

Ngaseuk Pare Jadi Cara Orang Sunda untuk Rawat Alam, Dilakukan saat Menanam Padi

Cara merawat alam rupanya sudah diajarkan oleh para nenek moyang orang Sunda di masa silam. Mereka mempraktikkannya melalui sebuah tradisi bernama ngaseuk pare.

Tradisi ini sudah berjalan turun temurun dan jadi salah satu pedoman pertanian berbasis kearifan lokal.

Ngaseuk pare juga banyak dilakukan oleh masyarakat di wilayah daerah-daerah adat seperti Ciptagelar dan Baduy.

Pelaksanaannya sendiri begitu menarik minat masyarakat, lantaran dilakukan secara berkelompok serta diiringi oleh lantunan musik tradisional buhun (lawas). Berikut informasi selengkapnya.

Melakukan ngaseuk di huma

Mengutip warisanbudaya.kemdikbud.go.id, Selasa (10/11), ngaseuk sendiri merupakan kegiatan menanam padi, sayur maupun umbi-umbian yang dilakukan secara berkelompok di lahan kosong (huma).

Jika diartikan, ngaseuk pare merupakan menanam padi dan huma merupakan hamparan tanah luas, yang sebelumnya ditanami jenis palawija tertentu.

Setelah masa panen, huma biasanya ditinggal dalam periode tertentu dan kembali ditanami setelah selesai dari lahan lain.

Dilakukan setelah turun hujan

Dilakukan setelah turun hujan

Masyarakat Sunda sendiri tidak akan melakukan ngaseuk selama belum turun hujan.

Hal ini yang kemudian tradisi tersebut baru bisa dijalanlkan setelah malam hari sebelumnya area huma diguyur hujan.

Di samping agar kondisi tanah menjadi gembur, melakukan ngaseuk di musim penghujan akan membantu proses pengairan berjalan optimal dan teratur.

Dengan ini, ngaseuk tidak bisa dilakukan saat musim kemarau karena cadangan air di tanah akan berkurang.

Tata cara ngaseuk

Mengutip Instagram @budayakuring, tradisi ngaseuk biasanya dilakukan melalui beberapa tahapan. Pertama, tradisi ini akan diawali dengan kegiatan berdoa agar selama masa tanam palawija bisa baik.

Kemudian, kaum pria akan berjajar menusuk-nusuk tanah menggunakan satu batang kayu besar yang bagian bawahnya sedikit runcing.

Setelah terbentuk cekungan, kaum perempuan serempak menaruh bibit-bibit palawija di lubang tersebut. Biasanya ngaseuk selalu diikuti oleh hampir seluruh warga desa setempat.

Jadi salah satu cara merawat alam

Jadi salah satu cara merawat alam

Keunggulan sistem pertanian ngaseuk yang paling utama adalah terjaganya kondisi alam setempat. Ini karena dalam proses penggemburannya tidak menggunakan cangkul maupun traktor.

Lalu warga setempat hanya mengandalkan air hujan, sehingga hasil palawija yang ditanam akan mendapat kebutuhan air yang cukup.

Para petani juga diharuskan menggunakan pupuk alami dan bukan berbahan kimia, seperti sisa bakaran sampah maupun sisa pembusukan tanaman dan makanan organik (sayur).

"Kami bercocok tanam padi huma tanpa pupuk kimia, namun menggunakan pupuk organik dari sisa pembakaran sampah," kata salah satu warga Baduy, Santa, mengutip ANTARA.

Hasil padi dan palawija lebih sehat

Selain bagus untuk lingkungan, sistem pertanian ngaseuk juga baik untuk masyarakat yang mengkonsumsi hasil panennya.

Ini karena hasil buah maupun bulir padi akan tumbuh secara alami tanpa pupuk kimia.

Walau demikian, proses memanen akan jauh lama karena masa tanam dan produksinya hanya mengikuti siklus di musim hujan yakni selama enam bulan.

"Kami berharap tanaman padi huma tumbuh subur dan menghasilkan panen melimpah," kata ketua adat Baduy, Jaro Saija.

Asal Usul Orang Sunda Menggemari Sambal, Awalnya untuk Hangatkan Badan
Asal Usul Orang Sunda Menggemari Sambal, Awalnya untuk Hangatkan Badan

Orang Sunda yang tinggal di wilayah pegunungan kerap mengusir hawa dingin dengan memakan pedas.

Baca Selengkapnya
Momen Taruna Akpol Sujud di Kaki Orangtua, Sosok Sang Ayah Bukan Orang Sembarangan
Momen Taruna Akpol Sujud di Kaki Orangtua, Sosok Sang Ayah Bukan Orang Sembarangan

Berikut momen Taruna Akpol sujud di kaki orangtua yang ternyata sang ayah bukan orang sembarangan.

Baca Selengkapnya
Puji-Pujian Anies saat AHY Ulang Tahun ke-45
Puji-Pujian Anies saat AHY Ulang Tahun ke-45

PK Moeldoko ditolak Mahkamah Agung (MA) jadi kado ulang tahun AHY.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
'SInyal' Bukan Orang Abu-Abu di Balik Kemeja Hitam Putih Ganjar Pranowo
'SInyal' Bukan Orang Abu-Abu di Balik Kemeja Hitam Putih Ganjar Pranowo

Ganjar Pranowo juga hadir menggunakan kemeja putih bergaris hitam tersebut. Ternyata ada maknanya.

Baca Selengkapnya
Mengenal Lebih Dekat Gula Kawung, si Manis Khas Sunda yang Serba Guna
Mengenal Lebih Dekat Gula Kawung, si Manis Khas Sunda yang Serba Guna

Sampai saat ini gula kawung jadi andalan orang Sunda sebagai pengganti gula pasir.

Baca Selengkapnya
Orang Mesir Kuno Tidur Pakai Bantal dari Batu, Ini Alasannya
Orang Mesir Kuno Tidur Pakai Bantal dari Batu, Ini Alasannya

Bukan dari busa atau kapuk, tapi bantal orang-orang zaman kuno terbuat dari batu.

Baca Selengkapnya
Sering Dianggap Aneh, Ini Alasan Mengapa Orang Dewasa Suka Menonton Kartun
Sering Dianggap Aneh, Ini Alasan Mengapa Orang Dewasa Suka Menonton Kartun

Ternyata seperti ini fakta menarik dari menonton kartun!

Baca Selengkapnya
Tanda-tanda Demam Berdarah pada Anak, Berikut Penyebab dan Cara Mengatasinya
Tanda-tanda Demam Berdarah pada Anak, Berikut Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ada beberapa tanda-tanda demam berdarah pada anak yang perlu diwaspadai para orang tua.

Baca Selengkapnya
Muncul Makam dengan Bendera Merah Putih di Tengah Waduk Jatigede yang Surut, Ternyata Sosoknya Bukan Orang Sembarangan
Muncul Makam dengan Bendera Merah Putih di Tengah Waduk Jatigede yang Surut, Ternyata Sosoknya Bukan Orang Sembarangan

Saking berpengaruhnya di masa lalu, makam-makam ini sering diziarahi walau kondisi tidak surut.

Baca Selengkapnya