Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Desa Linggawangi Tasikmalaya Punya Tradisi Perjodohan Unik, Pria dan Wanita Saling Menggoda di Sawah

Desa Linggawangi Tasikmalaya Punya Tradisi Perjodohan Unik, Pria dan Wanita Saling Menggoda di Sawah

Para pria atau jejaka setempat menggoda wanita yang membantu panen di sawah dengan berpantun.

Desa Linggawangi Tasikmalaya Punya Tradisi Perjodohan Unik, Pria dan Wanita Saling Menggoda di Sawah

Desa Linggawangi di Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya, memiliki tradisi unik. Pria dan wanita (jejaka dan gadis) saling menggoda di area sawah agar tertarik satu sama lain. Budaya ini masih bertahan sampai sekarang sebagai kearifan lokal dengan nama Gondang.

Di masa sekarang, tradisi ini masih dilestarikan oleh masyarakat setempat sebagai sebuah hiburan. Momen tersebut akan dilaksanakan di acara-acara tertentu yang mengundang banyak orang.

Biasanya, Gondang akan dimainkan dengan cara dinyanyikan dengan iringan musik tradisional Sunda dan tari-tarian yang khas. Penasaran dengan tradisi Gondang yang melegenda di Tasikmalaya? Yuk simak selengkapnya berikut ini.

Menggambarkan tradisi perjodohan

Mengutip kanal YouTube Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IX, Selasa (28/11), Gondang sendiri merupakan kesenian yang menggambarkan perjodohan ala masyarakat desa.

Dalam pementasannya, terdapat sejumlah wanita yang tengah membantu orang tuanya memanen atau menumbuk padi di sawah. Di saat yang bersamaan, muncul para lelaki yang baru selesai berkebun dan membawa hasil bumi berupa singkong, kelapa dan yang lainnya.

“Manakala gadis-gadis desa yang sedang membantu orang tuanya di sawah lalu datanglah jejaka-jejaka yang menggoda, lalu gadis-gadis desa itu tertarik sampai ke perjodohan,” kata Kepala Desa Linggawangi, Alam Sungkawa.

Menggoda gadis desa dengan pantun

Menggoda gadis desa dengan pantun

Para pria atau jejaka-jejaka tersebut menggoda gadis-gadis desa di sawah dengan cara unik. Mereka akan menyampaikan pantun, ataupun nyanyian bertema keindahan agar dibalas oleh gadis-gadis tersebut.

Jika pantun atau nyanyian para jejaka itu dibalas, dimungkinkan para gadis tertarik terhadap jejaka tersebut dan berlanjut ke jenjang berikutnya.

“Mereka itu biasanya akan saling berbalas pantun, lalu tertarik,” katanya lagi.

Sebagai sebuah hiburan

Sebenarnya, Gondang lebih melekat sebagai tari-tarian, dengan memasukkan unsur sinden di dalamnya.

Awalnya, para pemusik akan menabuh alat-alat berupa kendang, kecapi maupun suling, dan diiringi nyanyian para wanita sembari melakukan aktivitas menumbuk padi di lesung.

Saat seluruh unsur musik dan nyanyian berpadu, muncul para pria yang memanggul hasil bumi, sembari menari dan mengikuti irama musik tradisional khas Sunda.

Tampil dalam pesta panen dan hajatan warga

Tampil dalam pesta panen dan hajatan warga

Ditambahkan Alam, jika saat ini tradisi Gondang masih terus dilestarikan termasuk dengan mengajak anak-anak muda di sana untuk mementaskannya di acara-acara tertentu.

Beberapa hajatan yang biasa mementaskan Gondang di antaranya hajat bumi, masa panen sampai acara pernikahan maupun khitanan.

“Pastinya Gondang akan ditampilkan di acara panen, namun di hajatan-hajatan seperti pernikahan, khitanan dan lainnya juga biasa menampilkan Gondang,” katanya lagi.

Sebagai bentuk rasa syukur setelah panen

Selain di Tasikmalaya, Gondang juga populer di tatar Sunda lainnya seperti Ciamis, Jawa Barat.

Merujuk laman Disparbud Jabar, Gondang khas Ciamis hanya terbatas di tradisi pertanian sebagai sebuah perayaan di masa panen.

Para warga desa yang merupakan petani berupaya memukul-mukul lesung sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen yang berlimpah. Ungkapan ini disampaikan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan dewi kesuburan padi, Sri Pohaci di budaya Sunda.

Intip Tradisi Mepe Kasur Jelang Iduladha di Banyuwangi, Dipercaya Jauhkan Warga dari Bencana dan Penyakit
Intip Tradisi Mepe Kasur Jelang Iduladha di Banyuwangi, Dipercaya Jauhkan Warga dari Bencana dan Penyakit

Tradisi masyarakat Suku Osing yang unik di Desa Kemiran, Glagah, Banyuwangi

Baca Selengkapnya icon-hand
Serunya Tradisi Ngubyag saat Kemarau di Ciamis, Tangkap Ikan di Sungai Pakai Tangan Kosong untuk Eratkan Silaturahmi
Serunya Tradisi Ngubyag saat Kemarau di Ciamis, Tangkap Ikan di Sungai Pakai Tangan Kosong untuk Eratkan Silaturahmi

Saking serunya, tradisi Ngubyag sampai diikuti oleh warga luar kota.

Baca Selengkapnya icon-hand
Mengenal Tradisi Buka Luwur, Momen Penggantian Kain Penutup Makam Sunan Kudus
Mengenal Tradisi Buka Luwur, Momen Penggantian Kain Penutup Makam Sunan Kudus

Panitia menyiapkan 9 ton nasi, 14 ekor kerbau, dan 80 ekor kambing untuk tradisi Buka Luwur.

Baca Selengkapnya icon-hand
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Peringati Malam Satu Suro, Begini Keseruan Warga Boyolali Adakan Tradisi Sedekah Merapi
Peringati Malam Satu Suro, Begini Keseruan Warga Boyolali Adakan Tradisi Sedekah Merapi

Tradisi ini digelar sebagai bentuk doa agar terhindar dari bencana dan selalu diberi hasil alam melimpah.

Baca Selengkapnya icon-hand
Melihat Serunya Karapan Kerbau di Lumajang, Tradisi Jelang Musim Tanam Padi
Melihat Serunya Karapan Kerbau di Lumajang, Tradisi Jelang Musim Tanam Padi

Tradisi ini digelar para petani saat memasuki musim tanam padi. Seperti halnya para petani di Desa Selokgondang, Kecamatan Sukodono, Lumajang.

Baca Selengkapnya icon-hand
Mengenal Cembengan, Tradisi Tebu Manten yang Jadi Mulainya Gilingan PG Madukismo
Mengenal Cembengan, Tradisi Tebu Manten yang Jadi Mulainya Gilingan PG Madukismo

Tradisi Cembengan merupakan tradisi yang diadopsi dari etnis Tionghoa, yaitu Cing Bing.

Baca Selengkapnya icon-hand
Potret Tradisi Kebo-keboan di Banyuwangi Sebagai Wujud Ungkapan Syukur, Manusia 'Didandani' Layaknya Kerbau
Potret Tradisi Kebo-keboan di Banyuwangi Sebagai Wujud Ungkapan Syukur, Manusia 'Didandani' Layaknya Kerbau

Melihat tradisi unik kebo-keboan yang ada di Banyuwangi, Jawa Timur.

Baca Selengkapnya icon-hand
Mengenal Tradisi Mauludan, Bentuk Rasa Syukur Masyarakat Bangka Belitung
Mengenal Tradisi Mauludan, Bentuk Rasa Syukur Masyarakat Bangka Belitung

Mauludan merupakan perayaan yang dilakukan oleh masyarakat Desa Kemuja, Kabupaten Mendo Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Baca Selengkapnya icon-hand
Tapak Tilas Inong Balee, Bukti Sejarah Benteng Laksamana Wanita Pertama di Dunia
Tapak Tilas Inong Balee, Bukti Sejarah Benteng Laksamana Wanita Pertama di Dunia

Tapak tilas Benteng Inong Balee, saksi sejarah kekuatan kemaritiman Indonesia dan terbentuknya prajurit wanita janda di Aceh.

Baca Selengkapnya icon-hand