Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kisah di Balik Bunyi Lesung Padi di Tanah Sunda saat Gerhana Bulan, Ternyata Ini Maknanya

<b>Kisah di Balik Bunyi Lesung Padi di Tanah Sunda saat Gerhana Bulan, Ternyata Ini Maknanya</b><br>

Kisah di Balik Bunyi Lesung Padi di Tanah Sunda saat Gerhana Bulan, Ternyata Ini Maknanya

Mengapa orang Sunda memukul lesung saat terjadi gerhana bulan? begini kisahnya

Gerhana bulan menjadi salah satu fenomena yang unik di sistem tata surya. Saat itu, kondisi bulan perlahan tertutup matahari, sehingga cahayanya menghilang atau menghasilkan visual mirip cincin.

Ketika terjadi peristiwa tersebut, masyarakat Jawa Barat zaman dulu turut meresponsnya dengan tradisi memukul lesung padi.
Nadanya pun saling bersahutan karena dipukul oleh lebih dari satu orang.

Bagi orang Sunda, memukul lesung padi merupakan kebiasaan buhun alias warisan nenek moyang yang mulai jarang dilakukan.

Usut punya usut tradisi ini merupakan bentuk komunikasi antar warga saat posisi bulan tidak terlihat secara sempurna.

Lantas bagaimana kisah di balik tradisi yang dikenal bernama Tutunggulan ini? Berikut informasi selengkapnya.

Kisah di Balik Bunyi Lesung Padi di Tanah Sunda saat Gerhana Bulan, Ternyata Ini Maknanya

Tradisi Tutunggulan

Mengutip Instagram @napakjagatpasundan, seni Tutunggulan merupakan tradisi memukul alat lesung dengan alu.

Alu merupakan alat penumbuk berbahan kayu atau bambu, sedangkan lesung merupakan wadah mirip perahu yang terbuat dari batang kayu utuh untuk wadah padi.

Jika diartikan ke dalam bahasa Sunda, Tutunggulan memiliki arti membunyikan lesung menggunakan alu yang dipukul-pukulkan sesuai iringan nada tertentu.

Tradisi ini dahulu banyak berkembang di wilayah agraris Jawa Barat seperti, Cianjur, Tasikmalaya hingga Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Dimainkan Oleh Kalangan Ibu

Menurut laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Tutunggulan tak boleh sembarangan dimainkan.

Sejak dahulu kala, seni ini wajarnya dilakukan oleh kaum perempuan, terutama kalangan ibu-ibu sebagai tradisi pertanian dan woro-woro untuk warga.

Tak jarang kesenian ini dimainkan sembari mengubah padi menjadi beras, dan dilakukan secara bersama-sama.

Tiga sampai empat perempuan akan memukul lesung dan menumbuk padi menggunakan irama tertentu.

Terdapat lagu-lagu atau sajak yang dipersembahkan untuk menghormati Nyi Pohaci, atau dewi kesuburan alam dari Jawa Barat.

Di samping itu, fungsinya juga untuk tradisi saat terjadi gerhana bulan.

Bentuk Komunikasi Orang Sunda Zaman Dulu

Bentuk Komunikasi Orang Sunda Zaman Dulu

Masyarakat Sunda percaya jika fenomena gerhana bulan akan membawa suatu dampak ke kehidupan.

Tutunggulan kemudian menjadi cara mengabarkan fenomena gerhana bulan ke seluruh warga agar diketahui bersama.

Ketika ini dibunyikan, warga akan berduyun-duyun ke luar rumah dan berkumpul di rumah warga atau di suatu tempat yang membunyikan alu ke lesung tersebut.

Mengutip jurnal karya Wulandari, Cahyana dan Asep dari Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung berjudul “Perkembangan Seni Tutunggulan di Kampung Sambawa Kabupaten Tasikmalaya”, tradisi ini bernama “Mapag Bulan” atau menjemput bulan.

Setelah membunyikan Tutunggulan, warga meyakini jika gerhana bulan akan berakhir, dan warga tidak kembali resah.

Kisah di Balik Bunyi Lesung Padi di Tanah Sunda saat Gerhana Bulan, Ternyata Ini Maknanya
Melindungi Ibu Hamil

Melindungi Ibu Hamil

Fenomena gerhana bulan sendiri dikenal dengan istilah Samaghana oleh masyarakat Sunda. Fenomena ini kental pengaruhnya kepada ibu hamil, sehingga harus dilindungi dan disembunyikan di kolong tempat tidur atau di ruangan yang dianggap aman.

Ada banyak kepercayaan jika ibu hamil terpapar gerhana. Pertama, bayi yang lahir nantinya akan berkulit putih pucat (albino).

Lalu fenomena ini juga akan mempengaruhi psikologis sang ibu, karena gerhana ini menciptakan kondisi gelap yang mengagetkan.

Tutunggulan lantas menjadi alat komunikasi, untuk mengabarkan fenomena tersebut kepada masyarakat, sebelum adanya teknologi pengeras suara.

Kisah di Balik Bunyi Lesung Padi di Tanah Sunda saat Gerhana Bulan, Ternyata Ini Maknanya

Dengan dibunyikannya ini, konon bisa melindungi ibu hamil dari dampak kemunculan gerhana bulan.

Kisah Unik Desa Sinar Bandung di Lampung, Warganya 90% Sunda dan Pendukung Setia Persib

Kisah Unik Desa Sinar Bandung di Lampung, Warganya 90% Sunda dan Pendukung Setia Persib

Penduduk desa di sini 90% adalah orang Sunda dan pendukung setia Persib.

Baca Selengkapnya
Kisah Sepasang Pengantin Jadi Dua Pohon Raksasa di Umbul Leses Boyolali,  Konon Jika Akarnya Menyatu Kembali Jadi Manusia

Kisah Sepasang Pengantin Jadi Dua Pohon Raksasa di Umbul Leses Boyolali, Konon Jika Akarnya Menyatu Kembali Jadi Manusia

Konon menurut cerita kedua pohon ini berasal dari sepasang pengantin yang bertengkar

Baca Selengkapnya
Kisah Burung Berpangkat Letnan Paling Berjasa Bagi Pejuang Indonesia Sampai Tewas Ditembak di Hadapan Komandan

Kisah Burung Berpangkat Letnan Paling Berjasa Bagi Pejuang Indonesia Sampai Tewas Ditembak di Hadapan Komandan

Bukan hanya manusia, ini sosok binatang paling berjasa dalam kemerdekaan Indonesia. Siapa yang dimaksud?

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Kisah Sayur Lalap Khas Sunda yang Jarang Diketahui, Pernah Selamatkan Orang Belanda di Zaman Perang

Kisah Sayur Lalap Khas Sunda yang Jarang Diketahui, Pernah Selamatkan Orang Belanda di Zaman Perang

Siapa sangka jika lalapan pernah jadi "juru selamat" warga Belanda di masa perang.

Baca Selengkapnya
Asyiknya Berkemah di Bukit Kanaga Cikijing, Pemandangan Kabut dan Hutan Pinusnya Bikin Nagih

Asyiknya Berkemah di Bukit Kanaga Cikijing, Pemandangan Kabut dan Hutan Pinusnya Bikin Nagih

Bukit ini berada di atas ketinggian, dengan hamparan pohon pinus yang berjajar rapi.

Baca Selengkapnya
Sengaja Bikin Daerah Kekeringan, Begini Kisah Sunan Bonang Ditolak Warga Kediri

Sengaja Bikin Daerah Kekeringan, Begini Kisah Sunan Bonang Ditolak Warga Kediri

Wali yang terkenal dengan dakwah melalui kesenian ini ternyata pernah berdakwah pakai cara kekerasan.

Baca Selengkapnya
Kisah Gereja Tua Kaliceret, Bangunan Kayu Tanpa Paku yang Telah Berusia Ratusan Tahun

Kisah Gereja Tua Kaliceret, Bangunan Kayu Tanpa Paku yang Telah Berusia Ratusan Tahun

Bangunan ini dulunya sempat miring karena tertiup angin, namun bisa tegak kembali karena tertiup angin dari arah yang berbeda

Baca Selengkapnya
Menyibak Keindahan Pantai Goa Langir, Pantai Eksotis dengan Seribu Gua di Lebak

Menyibak Keindahan Pantai Goa Langir, Pantai Eksotis dengan Seribu Gua di Lebak

Dijamin pantai ini langsung bikin pengunjung jatuh cinta dengan suasananya.

Baca Selengkapnya
Kisah Hidup Basrizal Koto, Pengusaha Sukses Asal Pariaman yang Pernah Jadi Kernet Angkot

Kisah Hidup Basrizal Koto, Pengusaha Sukses Asal Pariaman yang Pernah Jadi Kernet Angkot

Sosok pengusaha sukses ini dulunya sempat hidup serba susah, pernah bekerja sebagai kernet angkot sampai sang ibunda dihina oleh tetangganya sendiri.

Baca Selengkapnya