Sido Muncul Sabet PROPER Emas Keenam Beruntun, Irwan Hidayat Kembali Raih Green Leadership
Sido Muncul kembali meraih PROPER Emas untuk keenam kalinya, sementara Irwan Hidayat menyabet Green Leadership PROPER keempat.
PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) kembali menorehkan pencapaian di bidang lingkungan. Perusahaan berkode saham SIDO itu meraih PROPER Emas 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup, sekaligus memperpanjang rekor penghargaan tertinggi tersebut menjadi enam kali berturut-turut sejak 2020. Pada momentum yang sama, Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat juga kembali memperoleh Green Leadership PROPER 2025, yang menjadi raihan keempat secara beruntun.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam ajang Anugerah Lingkungan PROPER di Gedung Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Selasa (7/4/2026). Capaian ini menegaskan posisi Sido Muncul sebagai salah satu perusahaan yang konsisten menjaga performa lingkungan di tengah tuntutan dunia usaha yang makin besar terhadap aspek keberlanjutan.
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P., menjelaskan bahwa PROPER memiliki fungsi yang lebih luas dari sekadar penghargaan. Menurut dia, PROPER adalah momentum untuk mengukur kontribusi dunia usaha terhadap lingkungan hidup, dengan dasar evaluasi yang berangkat dari kepatuhan dokumen lingkungan dan pelaporan berkala.
Hanif menegaskan bahwa bahkan peringkat biru pun bukan hal mudah untuk diraih.
“Peringkat biru bukan hal yang mudah. Ini menunjukkan kepatuhan serius terhadap dokumen lingkungan. Sementara yang meraih emas, ini adalah kebanggaan luar biasa,” ujarnya.
Ia juga menilai pengaruh PROPER bisa terasa sampai ke level respons pasar.
“Ini bukan hanya kebanggaan. Dalam praktiknya, perusahaan dengan PROPER hijau atau emas, nilai sahamnya bisa meningkat. Artinya, ada kepercayaan lebih dari publik,” ungkapnya.
Hanif menambahkan, di tengah keterbatasan publik untuk melihat langsung kondisi operasional perusahaan, peringkat PROPER menjadi salah satu referensi yang mudah dipahami.
“Karena masyarakat tidak melihat langsung kondisi di lapangan, maka peringkat PROPER ini menjadi salah satu rujukan penting,” jelas Hanif.
Pada akhirnya, ia mengingatkan bahwa esensi dari PROPER bukanlah seremoni penghargaan, melainkan kesinambungan komitmen.
“Ini bukan soal simbol. Ini soal masa depan lingkungan kita,” tegasnya.
Bukan Sekadar Penghargaan, Ini Rekam Jejak Konsistensi Sido
MunculBagi Sido Muncul, PROPER Emas bukanlah penghargaan yang hadir sekali lalu selesai. Raihan tahun ini memperlihatkan kesinambungan kinerja yang dijaga dari tahun ke tahun. Bukan hanya perusahaan yang mendapat pengakuan, pimpinan perusahaan juga kembali mendapat sorotan atas kepemimpinannya di bidang lingkungan.
Irwan Hidayat memandang penghargaan tersebut lebih dari sekadar prestise. Menurut dia, orientasi utama perusahaan tetap pada bagaimana menjaga kepercayaan masyarakat melalui cara kerja yang bertanggung jawab.
“Sebagai perusahaan, yang paling kami butuhkan adalah kepercayaan masyarakat. Dan menjaga lingkungan adalah salah satu cara kami membangun kepercayaan itu,” ujar Irwan Hidayat kepada awak media usai menerima penghargaan.
Irwan Hidayat Blak-blakan, Kepercayaan Publik Berawal dari Cara Menjaga Lingkungan
Irwan menegaskan, upaya perusahaan menjaga lingkungan berkaitan langsung dengan tanggung jawab kepada konsumen. Dalam pandangannya, perusahaan yang mampu memperlakukan lingkungan secara baik semestinya juga mampu memberi kualitas lebih baik kepada publik yang memakai produknya.
“Kalau kami bisa berbuat baik terhadap lingkungan, maka kepada konsumen seharusnya kami bisa jauh lebih baik,” tegasnya.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa isu lingkungan di Sido Muncul tidak ditempatkan hanya sebagai pelengkap citra perusahaan. Ada kaitan langsung antara kualitas operasional, kepercayaan publik, dan keberlanjutan bisnis yang ingin dijaga dalam jangka panjang.
Dari Rutinitas Pabrik sampai Strategi Bisnis, Komitmen Hijau Ini Dijalankan Serius
Irwan menjelaskan, praktik menjaga lingkungan sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari perusahaan. Artinya, komitmen itu dijalankan di level operasional, bukan hanya di dokumen kebijakan.
“Ini sudah menjadi kehidupan sehari-hari. Kami harus terus menjaga lingkungan dan memastikan bahwa apa yang kami lakukan hari ini tidak merusak masa depan lingkungan,” tambahnya.
Dari pernyataan itu terlihat bahwa orientasi perusahaan bukan sekadar memenuhi kewajiban regulasi, tetapi membangun sistem kerja yang mempertimbangkan dampak jangka panjang. Pendekatan seperti ini pula yang kemudian membuat kinerja lingkungan perusahaan tetap stabil hingga berulang kali mendapat pengakuan.
Dalam jajaran penerima Green Leadership PROPER tahun ini, Irwan menjadi satu-satunya pemimpin dari sektor perusahaan jamu dan farmasi yang memperoleh penghargaan tersebut. Pencapaian itu mempertegas bahwa kepemimpinan di bidang lingkungan kini menjadi salah satu faktor penting dalam menilai keseriusan perusahaan mengelola keberlanjutan.
Meski demikian, Irwan tidak melihat penghargaan itu sebagai sesuatu yang datang secara kebetulan.
“Kalau dibilang beruntung, ya saya bersyukur. Tapi keberuntungan itu tidak datang tiba-tiba. Ini melalui proses panjang,” ujar Irwan.
Kalimat itu sekaligus menegaskan bahwa penghargaan yang diterima saat ini merupakan hasil dari rangkaian kerja bertahun-tahun, bukan hasil dari satu program sesaat.
Di Balik Penghargaan Bergengsi, Ada Tim yang Bekerja Senyap Tiap Hari
Irwan juga menyoroti peran tim internal perusahaan, khususnya tim lingkungan di pabrik. Menurut dia, pencapaian yang diterima perusahaan dan dirinya pada akhirnya bertumpu pada kedisiplinan tim yang menjaga implementasi di lapangan.
“Yang bekerja keras itu tim kami di pabrik, khususnya tim lingkungan. Mereka yang berjuang setiap hari. Saya hanya menerima hasilnya. Jadi, penghargaan ini sepenuhnya milik tim Sido Muncul,” ungkapnya.
Penegasan ini memperlihatkan bahwa keberhasilan perusahaan membangun rekam jejak lingkungan lahir dari sistem kolektif yang berjalan konsisten. Penghargaan bukan semata soal figur pimpinan, melainkan juga hasil dari kerja teknis dan pengawasan sehari-hari di lapangan.
Dari Energi Terbarukan sampai Zero Waste, Ini Jurus Sido Muncul Menekan Dampak Lingkungan
Salah satu fondasi utama capaian Sido Muncul adalah penerapan berbagai inisiatif lingkungan di level operasional. Perusahaan menjalankan efisiensi energi, memperluas penggunaan energi terbarukan, serta mengelola limbah dengan pendekatan yang diklaim telah mencapai zero waste.
Irwan menjelaskan arah kebijakan tersebut secara langsung.
“Kami menjalankan berbagai inisiatif, mulai dari efisiensi energi, penggunaan listrik terbarukan, hingga memastikan listrik yang digunakan tidak bersubsidi. Kami juga mengelola limbah dengan baik hingga mencapai zero waste. Jadi, operasional perusahaan kami benar-benar diarahkan untuk minim dampak lingkungan,” jelasnya.
Dari sisi implementasi, strategi itu menunjukkan bahwa perusahaan berupaya menekan dampak lingkungan dari banyak sisi sekaligus, mulai dari sumber energi hingga pengelolaan residu produksi.
Kemasan, Sampah, sampai Daur Ulang: Langkah Kecil yang Dibangun jadi Sistem Besar
Manager Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menjelaskan bahwa setelah perusahaan berada di level PROPER Emas, fokus berikutnya adalah memperluas eco-inovasi di berbagai aspek. Menurut dia, raihan tertinggi justru menuntut pembaruan yang berkesinambungan.
“Kalau saat ini kita sudah Proper Emas, maka yang kita lakukan adalah eco-inovasi dalam berbagai aspek,” ujarnya.
Amri juga memaparkan bahwa perusahaan telah memakai energi baru terbarukan dalam porsi dominan, disertai efisiensi penggunaan air, pengolahan limbah B3, dan pengurangan limbah B3.
“Kita sudah lebih dari 90 persen menggunakan energi baru terbarukan. Sehingga itu bisa menekan emisi karbon. Kemudian kita juga melakukan efisiensi penggunaan air, pengolahan limbah B3, serta pengurangan limbah B3,” jelasnya.
PROPER Emas Tak Bisa Diraih Dadakan, Ada Sistem dan Inovasi yang Terus Diuji
Ketua Dewan Pertimbangan PROPER, Prof Sudharto, menegaskan bahwa PROPER bukan semata ajang penghargaan, melainkan instrumen verifikasi atas kinerja lingkungan perusahaan. Menurut dia, untuk mencapai tingkat hijau dan emas, perusahaan harus melampaui sekadar kepatuhan administratif.
Ia menilai keberhasilan mempertahankan emas berulang kali hanya mungkin dicapai jika perusahaan memiliki sistem yang tertata dan dijalankan secara disiplin.
“Kata kuncinya adalah membangun sistem dan konsisten. Itu yang membuat perusahaan bisa mempertahankan kinerja hingga meraih emas berturut-turut,” ujar Prof Sudharto kepada awak media.
Penilaian itu menegaskan bahwa capaian Sido Muncul tidak berdiri pada program sesaat, tetapi pada fondasi sistem yang terus diperbaiki dan diuji dari waktu ke waktu.
Pernah dari Bawah, Kini Jadi Contoh Transformasi Lingkungan di Dunia Usaha
Prof Sudharto bahkan menyebut Sido Muncul sebagai contoh transformasi yang nyata. Perusahaan itu, menurut dia, tidak serta-merta berada di level emas, melainkan bertahap dari level bawah hingga akhirnya mampu mencapai posisi tertinggi.
“Sido Muncul itu inovatif. Dia berusaha jadi biru, hijau, sampai emas. Effort-nya luar biasa dan kepedulian pada masyarakat juga sangat bagus, mampu mewujudkan kemandirian, konsisten dan membangun sistem,” ungkapnya.
Pernyataan ini penting karena menunjukkan bahwa pencapaian perusahaan tidak lahir dari kondisi yang instan. Justru, ada proses panjang transformasi yang akhirnya menjadikan perusahaan ini sebagai salah satu contoh keberhasilan integrasi antara keberlanjutan, tata kelola, dan operasional bisnis.
Saat Kinerja Lingkungan Bagus, Investor Ikut Melirik
Isu lingkungan kini semakin dekat dengan penilaian investor terhadap perusahaan. Prof Sudharto menekankan bahwa performa ESG yang baik akan meningkatkan daya tarik perusahaan di mata pasar.
“Ketika ESG-nya bagus, itu menarik bagi investor. Tidak ada lagi dikotomi antara lingkungan dan ekonomi. Lingkungan baik, ekonomi juga ikut baik,” kata Prof Sudharto.
Pandangan ini menegaskan bahwa pengelolaan lingkungan tidak lagi bisa dipisahkan dari kalkulasi bisnis. Kinerja hijau justru menjadi salah satu indikator yang turut membentuk kepercayaan pasar terhadap prospek perusahaan.