Tim judo Indonesia berhasil mencatatkan prestasi gemilang di ajang SEA Games, melampaui target perolehan medali emas yang telah ditetapkan. Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras para atlet serta program pembinaan yang serius dan berkesinambungan yang telah dijalankan. Manajer tim judo Indonesia, Mayjen TNI Muhammad Imam Gogor, menegaskan bahwa pencapaian ini adalah hasil kolaborasi seluruh elemen tim.
Hingga saat ini, cabang olahraga judo telah menyumbangkan empat medali emas, dua perak, dan satu perunggu bagi kontingen Indonesia. Jumlah ini secara signifikan melampaui target awal dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang hanya menargetkan dua medali emas. Pencapaian ini menunjukkan efektivitas strategi dan dedikasi yang tinggi dari seluruh tim.
Imam Gogor mengungkapkan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari upaya kolektif, "Yang jelas ini kerja keras semua tim, khususnya atlet. Pelatih, ofisial, dan seluruh supporting system di tim judo Indonesia berjalan bersama dengan kekuatan yang kami miliki." Hal ini menegaskan pentingnya sinergi dan dukungan penuh dalam mencapai target yang ambisius.
Advertisement
Advertisement
Keberhasilan tim judo Indonesia melampaui target medali emas di SEA Games didasari oleh fondasi pembinaan yang kuat dan berkelanjutan. Proses pembinaan ini tidak hanya fokus pada aspek teknis, tetapi juga pada pengembangan mental bertanding para atlet. Pesan dari Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PB PJSI), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, menjadi motivasi utama bagi para judoka.
Menurut Imam Gogor, "Pesan ketua umum jelas, tidak usah berpikir berlebihan, yang penting yakin. Bukan menyombongkan diri, tapi yakin karena mereka sudah berlatih keras." Keyakinan diri ini menjadi modal penting bagi atlet untuk tampil maksimal di setiap pertandingan. Persiapan yang panjang dan intensif telah membentuk mental juara dalam diri setiap judoka.
Mental bertanding yang matang menjadi faktor krusial, terutama saat menghadapi persaingan ketat dari negara lain, termasuk tuan rumah. Imam Gogor menjelaskan bahwa tim telah mempersiapkan atlet secara mental dan taktik agar siap menghadapi berbagai situasi. "Kami sadar persaingan berat, tapi anak-anak kami siapkan secara mental dan taktik agar siap bertanding. Alhamdulillah hasilnya bisa melampaui target," tambahnya.
Advertisement
Advertisement
Pencapaian medali judo Indonesia di SEA Games menunjukkan dominasi dan kualitas atlet yang telah dipersiapkan dengan baik. Dari total empat medali emas yang diraih, salah satunya dipersembahkan oleh I Made Sastra Dharma di kelas 81–90 kilogram putra. Dharma tampil memukau di partai final, berhasil menaklukkan wakil Thailand Wei Puyang dengan skor 1–0, setelah sebelumnya menyingkirkan atlet Laos dan Filipina.
Selain medali emas, tim judo Indonesia juga berhasil menambah pundi-pundi medali dengan dua perak pada hari yang sama. Medali perak tersebut diraih oleh Gede Ganding Kalbu Soethama di kelas 90–100 kilogram putra dan Indah Permatasari pada kelas +78 kilogram putri. Ganding harus mengakui keunggulan wakil Singapura, sementara Indah takluk dari judoka tuan rumah Thailand di laga puncak.
Tambahan satu emas dan dua perak ini melengkapi raihan sebelumnya yang telah mencetak tiga medali emas. Tiga emas tersebut sebelumnya dipersembahkan oleh Dinny Febriany di kelas 52–57 kilogram putri, Syerina di kelas 63–70 kilogram putri, dan Muhammad Rizqi Maulana di kelas -55 kilogram putra. Keberhasilan ini menunjukkan kedalaman skuad judo Indonesia di berbagai kelas.
Advertisement
Tak hanya itu, judoka Indonesia lainnya, Dewa Kadek Rama Warma Putra, turut menyumbangkan satu medali perunggu di kelas 66–73 kilogram putra. Kontribusi medali dari berbagai atlet ini menegaskan bahwa program pembinaan judo Indonesia telah berhasil menciptakan atlet-atlet berprestasi di berbagai kategori.
Sumber: AntaraNews