Rekomendasi Film Tentang Paus, Potret Pemimpin Rohani dalam Layar Lebar Penuh Lika-Liku dan Konflik Batin

Delapan film inspiratif tentang Paus yang mengungkap sisi spiritual, konflik batin, dan dinamika kehidupan di balik tembok Vatikan.

Shalsha Ardya
Oleh Shalsha Ardya - Reporter
Rekomendasi Film Tentang Paus, Potret Pemimpin Rohani dalam Layar Lebar Penuh Lika-Liku dan Konflik Batin
Potret Paus Fransiskus (©instagram: afpphoto) (@ 2025 merdeka.com)

Keberadaan Paus sebagai pemimpin spiritual Gereja Katolik tak hanya berdampak pada ranah keagamaan, namun juga menyentuh sisi kemanusiaan, politik, dan budaya dunia. Karisma, pengaruh, dan perjalanan hidup para Paus telah menginspirasi sineas dunia untuk mengangkat kisah-kisah tersebut ke layar lebar, menyoroti sisi manusiawi dari seorang tokoh yang selama ini tampak agung dan jauh dari jangkauan masyarakat awam.

Dari biografi mendalam hingga drama fiksi yang memancing emosi, film-film tentang Paus bukan sekadar hiburan, melainkan refleksi dari krisis iman, perjuangan pribadi, dan dinamika institusi Gereja Katolik yang kerap dibalut intrik dan kontroversi. Dilansir dari Antara, berikut delapan film rekomendasi yang menyuguhkan kisah menarik tentang sosok Paus dan kehidupan di balik Vatikan.

1. Conclave (2024)

Sutradara: Edward Berger

Durasi: 135 menit

Pemain: Ralph Fiennes, Stanley Tucci, John Lithgow, Lucian Msamati

Genre: Drama, Misteri, Religi

Film Conclave diadaptasi dari novel laris karya Robert Harris. Cerita dimulai dengan wafatnya seorang Paus dan berlangsung di balik pintu tertutup Kapel Sistina, tempat para Kardinal berkumpul untuk memilih pemimpin Gereja Katolik berikutnya.

Ralph Fiennes memerankan Kardinal Lomeli, seorang tokoh yang harus memimpin proses konklaf, namun perlahan-lahan terjerat dalam intrik dan rahasia gelap yang dapat mengguncang fondasi Gereja.

Dengan atmosfer penuh ketegangan dan pengambilan gambar yang megah, film ini menyajikan pertarungan nilai-nilai iman, kekuasaan, dan moralitas. “Sometimes the greatest power lies in silence,” menjadi kutipan kuat yang mencerminkan suasana film ini.

2. The Two Popes (2019)

Sutradara: Fernando Meirelles

Durasi: 125 menit

Pemain: Anthony Hopkins, Jonathan Pryce, Juan Minujín

Genre: Drama, Biografi

Salah satu film paling memikat tentang Paus, The Two Popes menyuguhkan kisah fiksi berdasarkan percakapan antara Paus Benediktus XVI dan Kardinal Jorge Mario Bergoglio, yang kelak menjadi Paus Fransiskus.

Jonathan Pryce tampil luar biasa sebagai Bergoglio, sementara Anthony Hopkins memerankan Benediktus XVI. Film ini memperlihatkan kontras dua karakter: konservatif vs progresif, kaku vs terbuka, kegelapan masa lalu vs pengampunan.

Dengan dialog tajam dan emosional, film ini mengajak penonton menyelami pergulatan batin seorang pemimpin rohani. “We must remember that mercy is the greatest attribute of God,” ujar Bergoglio dalam salah satu adegan yang sarat makna.

3. The Young Pope (2016)

Sutradara: Paolo Sorrentino

Durasi: 10 episode (per episode ±60 menit)

Pemain: Jude Law, Diane Keaton, Silvio Orlando

Genre: Drama, Serial TV

Meski bukan film layar lebar, The Young Pope layak dimasukkan dalam daftar ini karena kualitas sinematografi dan narasinya yang memukau. Jude Law berperan sebagai Paus Pius XIII, Paus fiksi asal Amerika yang eksentrik, misterius, dan penuh kontradiksi.

Serial ini mengangkat isu kepercayaan, manipulasi, kekuasaan, dan trauma masa lalu. Sorrentino menyajikan kisah yang indah secara visual, namun penuh kedalaman teologis dan filosofis.

Dalam salah satu momen reflektif, Paus Pius XIII berkata, “God exists only if we believe in Him.” Kutipan ini mencerminkan kompleksitas relasi antara manusia dan Tuhan yang menjadi benang merah serial ini.

4. The New Pope (2020)

Sutradara: Paolo Sorrentino

Durasi: 9 episode (per episode ±60 menit)

Pemain: John Malkovich, Jude Law, Sharon Stone

Genre: Drama, Serial TV

Kelanjutan dari The Young Pope, serial The New Pope menampilkan John Malkovich sebagai Paus baru, Giovanni III, sementara Jude Law tetap hadir sebagai Pius XIII yang sedang dalam kondisi koma.

Serial ini memperdalam eksplorasi isu kontemporer dalam Gereja: skandal seks, sekularisasi, dan politik internal Vatikan. Melalui narasi yang padat dan simbolisme yang kuat, Sorrentino kembali menyuguhkan tontonan yang menggugah pikiran sekaligus hati.

Salah satu kutipan ikonik datang dari Paus Giovanni III: “God doesn’t give answers, He gives questions.”

5. The Pope’s Exorcist (2023)

Sutradara: Julius Avery

Durasi: 103 menit

Pemain: Russell Crowe, Daniel Zovatto, Franco Nero

Genre: Horor, Thriller

Berbeda dari film lainnya, The Pope’s Exorcist menyajikan kisah nyata Romo Gabriele Amorth, kepala pengusir setan Vatikan yang telah melakukan lebih dari 100.000 eksorsisme selama hidupnya.

Russell Crowe memerankan Amorth dengan karisma dan keberanian yang kuat. Film ini menggambarkan pertempuran antara iman dan kekuatan jahat, serta keraguan yang menyergap bahkan pelayan Tuhan sekalipun.

Dalam sebuah adegan mengerikan, Amorth berkata, “The devil’s greatest trick is convincing us he doesn’t exist.” Film ini berhasil menggabungkan unsur horor dengan spiritualitas secara intens.

6. We Have a Pope (2011)

Sutradara: Nanni Moretti

Durasi: 102 menit

Pemain: Michel Piccoli, Nanni Moretti, Jerzy Stuhr

Genre: Drama, Komedi

Film ini menceritakan tentang seorang Kardinal tua yang terpilih sebagai Paus namun mengalami serangan panik dan menolak tampil di hadapan publik. Sebuah kisah menyentuh yang menyoroti sisi manusiawi dari sosok yang biasanya dianggap suci dan tak tergoyahkan.

Michel Piccoli tampil memukau sebagai Paus yang gamang dengan takdirnya. Film ini menyuguhkan momen reflektif, keheningan, dan krisis identitas dalam suasana yang lembut namun menghantui.

“I can’t do it. I’m not ready,” ujar sang Paus, seolah mewakili banyak orang yang merasa terbebani oleh ekspektasi dunia.

7. Pope Joan (2009)

Sutradara: Sönke Wortmann

Durasi: 149 menit

Pemain: Johanna Wokalek, David Wenham, John Goodman

Genre: Drama, Sejarah

Film ini didasarkan pada legenda kontroversial tentang Joan, perempuan yang konon pernah menjadi Paus dengan menyamar sebagai pria pada abad ke-9. Meski kebenaran ceritanya diperdebatkan, Pope Joan menghadirkan narasi yang kuat tentang kekuatan perempuan, pengetahuan, dan ketidakadilan sosial.

Johanna Wokalek memerankan Joan dengan semangat perjuangan yang menggugah. Film ini memadukan ketegangan sejarah, konflik iman, dan pemberontakan terhadap tatanan patriarki.

Kutipan paling menggugah muncul saat Joan berkata, “Knowledge is power. And for a woman, it is a dangerous thing.”

8. Amen (2002)

Sutradara: Costa-Gavras

Durasi: 132 menit

Pemain: Ulrich Tukur, Mathieu Kassovitz, Ulrich Mühe

Genre: Drama, Sejarah, Politik

Film ini menyoroti kontroversi Vatikan dan Paus Pius XII selama Perang Dunia II yang dituduh membiarkan pembantaian Yahudi tanpa tindakan tegas. Amen menggambarkan dilema moral seorang perwira SS dan seorang imam Jesuit yang mencoba mengungkap kebenaran.

Dengan pendekatan realis dan penuh kritik, film ini menantang penonton untuk merenungi peran institusi agama dalam menghadapi kejahatan besar umat manusia.

“Silence is the most powerful scream,” menjadi kutipan yang mengguncang batin penonton, memperlihatkan betapa diam bisa berarti menyetujui kejahatan.

Film-film tentang Paus tak hanya menyoroti kehidupan religius, tetapi juga mengupas sisi manusiawi, keraguan, dan keberanian seorang pemimpin spiritual di tengah badai zaman. Dari kisah nyata hingga fiksi dramatis, semua film di atas menyampaikan pesan mendalam tentang iman, kekuasaan, dan tanggung jawab.

Menonton film-film ini bukan sekadar menyelami dunia Vatikan, tetapi juga merenungi perjalanan spiritual manusia itu sendiri. Dalam sunyi doa dan megahnya Basilika, kita diingatkan bahwa bahkan Paus pun tetap manusia—rapuh, berpikir, dan terus mencari kebenaran.

“Faith is not certainty. It is the courage to continue without it.” — The Two Popes (2019)

Rekomendasi