Lemari pakaian yang lembap dan berbau apek dapat mengganggu kenyamanan sekaligus merusak koleksi busana. Kelembapan berlebih bisa memicu pertumbuhan jamur, meninggalkan noda pada kain, serta membuat pakaian memiliki aroma tidak sedap.
Kondisi ini biasanya terjadi ketika sirkulasi udara kurang baik atau pakaian disimpan sebelum benar-benar kering. Agar pakaian tetap bersih, segar, dan nyaman dikenakan, lemari perlu dirawat secara rutin.
Tidak selalu membutuhkan cara yang rumit, beberapa kebiasaan sederhana seperti memastikan pakaian kering, menjaga sirkulasi udara, membersihkan lemari, hingga menggunakan penyerap lembap dapat membantu menjaga kondisinya. Simak penjelasan lengkapnya dari Merdeka.com, Kamis (17/9/2026).
Advertisement
1. Pastikan Pakaian Benar-Benar Kering
Jangan langsung memasukkan pakaian ke dalam lemari jika masih terasa lembap. Perhatikan terutama bagian kerah, ketiak, jahitan, dan lipatan yang biasanya lebih lama kering.
Pakaian yang menyimpan sedikit kelembapan dapat membuat udara di dalam lemari menjadi lebih lembap dan memicu bau apek. Jika masih ragu, angin-anginkan kembali pakaian sebelum dilipat atau digantung.
Advertisement
2. Jangan Memenuhi Lemari dengan Pakaian
Lemari yang terlalu penuh membuat udara sulit bergerak di antara pakaian. Akibatnya, kelembapan lebih mudah terperangkap dan pakaian menjadi kurang segar. Berikan sedikit ruang di antara gantungan dan jangan menumpuk pakaian terlalu padat.
Selain membantu sirkulasi udara, cara ini juga membuat pakaian lebih mudah diambil tanpa mengacaukan susunan di dalam lemari.
Advertisement
3. Beri Jarak antara Lemari dan Dinding
Posisi lemari yang menempel terlalu rapat dengan dinding dapat membuat area belakang menjadi kurang memiliki sirkulasi udara. Kondisi tersebut semakin berisiko pada ruangan yang lembap.
Jika memungkinkan, beri sedikit jarak antara bagian belakang lemari dan dinding agar udara dapat bergerak. Periksa juga bagian belakang lemari secara berkala untuk memastikan tidak terdapat tanda-tanda jamur atau kelembapan.
Advertisement
4. Buka Pintu Lemari Secara Berkala
Membuka pintu lemari selama beberapa saat dapat membantu mengganti udara yang terperangkap di dalamnya. Lakukan ketika kondisi ruangan cukup kering, misalnya pada pagi atau siang hari.
Pastikan lingkungan sekitar tidak sedang sangat lembap. Jika kamar memiliki ventilasi yang baik, manfaatkan sirkulasi udara tersebut untuk membantu menjaga bagian dalam lemari tetap segar.
Advertisement
5. Gunakan Penyerap Kelembapan
Penyerap lembap dapat ditempatkan di sudut lemari untuk membantu mengurangi kelembapan. Anda bisa menggunakan produk khusus seperti silica gel atau penyerap lembap komersial sesuai petunjuk pemakaian.
Untuk ruangan dengan masalah kelembapan yang lebih tinggi, dehumidifier juga dapat digunakan. Periksa dan ganti penyerap lembap secara berkala agar tetap berfungsi dengan baik.
Advertisement
6. Bersihkan Lemari Secara Rutin
Debu, kotoran, dan sisa kelembapan yang menumpuk dapat membuat lemari berbau kurang sedap. Keluarkan seluruh pakaian, kemudian bersihkan bagian dalam lemari menggunakan kain yang lembut dan tidak terlalu basah.
Setelah dibersihkan, biarkan pintu lemari terbuka hingga bagian dalam benar-benar kering sebelum pakaian dimasukkan kembali. Untuk lemari kayu, hindari penggunaan air secara berlebihan karena dapat meningkatkan kelembapan.
Advertisement
7. Letakkan Kopi atau Baking Soda
Bubuk kopi dan baking soda dapat dimanfaatkan untuk membantu menyerap bau tidak sedap. Masukkan salah satunya ke dalam wadah terbuka atau kantong kain berpori, kemudian letakkan di sudut lemari.
Jika menggunakan baking soda, beberapa tetes minyak esensial dapat ditambahkan untuk memberikan aroma. Ganti bahan secara berkala agar tetap efektif menyerap bau.
Advertisement
8. Gunakan Bahan Pengharum Alami
Berbagai bahan alami dapat digunakan sebagai pengharum lemari. Kulit jeruk yang sudah dikeringkan, lavender kering, cengkih, kayu manis, daun pandan, atau akar wangi dapat ditempatkan dalam kantong kain kecil.
Pastikan bahan yang digunakan benar-benar kering agar tidak justru menjadi sumber kelembapan dan jamur. Ganti secara berkala ketika aromanya mulai berkurang.
Advertisement
9. Hindari Menyimpan Pakaian yang Sudah Dipakai
Pakaian yang baru dikenakan sebaiknya tidak langsung dikembalikan ke dalam lemari, meskipun hanya digunakan sebentar. Keringat, minyak tubuh, dan kotoran yang menempel dapat membuat pakaian maupun ruangan lemari menjadi berbau.
Angin-anginkan terlebih dahulu pakaian yang masih akan digunakan kembali. Jika sudah kotor atau berkeringat, sebaiknya cuci sebelum disimpan.
Advertisement
10. Perhatikan Kebersihan dan Kondisi Kamar
Lemari tidak berdiri sendiri. Kondisi kamar juga dapat memengaruhi kelembapan di dalamnya. Pastikan kamar memiliki ventilasi yang cukup dan tidak terdapat sumber air atau area yang terus-menerus lembap di sekitar lemari.
Bersihkan debu secara rutin dan perhatikan tanda-tanda kondensasi pada dinding atau furnitur. Jika kelembapan ruangan tinggi, penggunaan alat pengurang kelembapan dapat dipertimbangkan.
Advertisement
11. Jangan Menutupi Bau dengan Pengharum Saja
Pengharum hanya membantu memberikan aroma segar, tetapi tidak menyelesaikan sumber kelembapan. Jika lemari terus berbau apek meskipun sudah diberi pewangi, periksa kemungkinan adanya pakaian lembap, jamur, tumpukan barang yang terlalu padat, atau sirkulasi udara yang buruk.
Atasi sumber masalah terlebih dahulu, kemudian gunakan pengharum untuk menjaga aroma lemari tetap menyenangkan.
Advertisement
Pertanyaan Seputar Cara Menjaga Lemari Pakaian tetap Wangi dan Tidak Lembap
Bagaimana cara agar lemari pakaian tidak lembap?
Pastikan pakaian benar-benar kering sebelum disimpan, jangan memenuhi lemari, beri jarak dari dinding, dan gunakan penyerap kelembapan.
Apa yang bisa digunakan untuk membuat lemari pakaian tetap wangi?
Kopi, baking soda, lavender kering, kulit jeruk, cengkih, kayu manis, dan akar wangi dapat digunakan sebagai pengharum alami.
Mengapa lemari pakaian bisa berbau apek?
Bau apek biasanya berkaitan dengan kelembapan, pakaian yang belum kering, sirkulasi udara buruk, atau adanya jamur di dalam lemari.
Seberapa sering lemari pakaian perlu dibersihkan?
Bersihkan lemari secara rutin dengan mengeluarkan seluruh pakaian, mengelap bagian dalam, lalu memastikan lemari benar-benar kering sebelum digunakan kembali.