7 Barang yang Jarang Dipakai tetapi Masih Memenuhi Lemari, Waktunya Bersih-bersih

Lemari penuh sesak, tapi setiap pagi selalu merasa tidak punya baju? Mungkin Anda menyimpan barang-barang yang sebenarnya jarang atau bahkan tidak pernah dipakai. Yuk, kenali jenis-jenisnya dan mulai rapikan!

Mabruri Pudyas Salim
Oleh Mabruri Pudyas Salim - Reporter
7 Barang yang Jarang Dipakai tetapi Masih Memenuhi Lemari, Waktunya Bersih-bersih
Ilustrasi lemari pakaian. (dok. Unsplash.com/Priscilla Du Preez)

Pernahkah Anda membuka lemari dan merasa bingung memilih pakaian, padahal isinya sangat padat? Fenomena ini sering terjadi karena lemari kita dipenuhi oleh barang-barang yang sebenarnya jarang dipakai. Mulai dari baju pesta yang hanya dikenakan sekali, pakaian dengan ukuran yang sudah tidak sesuai, hingga kaus kenangan yang penuh nilai emosional.

Mengetahui jenis barang yang jarang pakai tetapi masih memenuhi lemari adalah langkah pertama untuk merapikan ruang penyimpanan dengan lebih mudah. Dengan mengenali penyebab utama, Anda bisa lebih bijak dalam memilah dan memutuskan apa yang benar-benar layak dipertahankan.

Berikut adalah 7 jenis barang yang paling sering menjadi biang kerok lemari penuh, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (4/8/2026).

 

1. Pakaian Pesta atau Formal

Model Baju Pesta Atasan Brokat Bawahan Batik. Foto: Gemini
Model Baju Pesta Atasan Brokat Bawahan Batik. Foto: Gemini

Pakaian formal biasanya memakan banyak ruang di lemari karena bahan yang tebal atau bentuknya yang besar. Lemari pakaian seringkali dipenuhi dengan pakaian untuk acara khusus, barang-barang trendi yang dibeli secara impulsif, dan barang-barang impian yang jarang dipakai. Padahal, dalam setahun, mungkin hanya satu atau dua kali Anda menggunakannya untuk menghadiri acara spesial seperti pesta malam, gaun bridesmaid, atau jamuan resmi.

Selain gaun dan gaun koktail, jas, blazer terstruktur, serta sepatu hak tinggi (stiletto) yang tidak nyaman sering kali ikut mendominasi ruang penyimpanan. Barang-barang ini disimpan atas dasar estetika semata atau persiapan acara mendadak yang frekuensinya sangat rendah.

Tips: Jika sudah lebih dari setahun tidak dipakai, pertimbangkan untuk menyewakan, menjual, atau mendonasikannya. Untuk acara formal mendatang, Anda bisa menyewa daripada menyimpan barang yang hanya akan menjadi tumpukan debu. 

2. Pakaian dengan Ukuran yang Salah

Cara Mengatur Lemari Pakaian (Foto: Gemini AI)
Cara Mengatur Lemari Pakaian (Foto: Gemini AI)

Barang yang jarang pakai tetapi masih memenuhi lemari jenis ini adalah yang paling umum ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari baju yang terlalu sempit dengan harapan berat badan turun, baju terlalu longgar, hingga celana "goal" yang dibeli khusus sebagai target motivasi bentuk tubuh.

Pakaian ini bukan hanya memakan ruang fisik, tetapi juga bisa menjadi pengingat negatif yang memicu stres dan rasa bersalah setiap kali Anda melihatnya. Psikologi konsumen menyebut fenomena ini sebagai aspirational clutter, barang-barang yang mewakili harapan masa depan yang belum terwujud di dunia nyata.

Tips: Bertanyalah pada diri sendiri secara jujur: "Jika ukuran tubuh saya berubah, apakah gaya pakaian ini masih saya sukai?" Jika jawabannya tidak, lebih baik lepaskan demi kesehatan mental dan kelegaan ruang lemari Anda. 

3. Kaus atau Atribut Kenangan

Cara Mengatur Lemari Pakaian (Foto: Gemini AI)
Cara Mengatur Lemari Pakaian (Foto: Gemini AI)

Kaus konser, kaus lomba lari, jaket angkatan, seragam organisasi lama, hingga t-shirt dari liburan masa lalu memiliki tempat tersendiri di hati. Meskipun bernilai emosional yang tinggi, atribut kenangan ini sering kali sudah tidak nyaman atau tidak sesuai untuk dipakai dalam aktivitas sehari-hari.

Akibatnya, kaus dan atribut kenangan ini hanya menumpuk di sudut lemari, memakan ruang penyimpanan yang berharga untuk pakaian lain yang lebih fungsional.

Tips: Simpan hanya barang yang paling bermakna secara emosional. Anda juga bisa mendaur ulang kainnya menjadi barang lain, seperti selimut perca (quilt) atau bantal dekoratif, agar kenangan tetap terjaga tanpa menyita tempat di lemari utama. 

4. Barang Tren yang Sudah Kadaluwarsa

Langkah Awal Decluttering: Singkirkan 5 Jenis Barang Ini dari Lemari Pakaianmu
Ilustrasi perempuan memilah pakaian. (c) Liza Summer/Pexels.com

Ciri utama dari barang kategori ini adalah dibeli karena mengikuti tren mikro yang sempat meledak di media sosial, namun kini sudah tidak sesuai lagi dengan gaya hidup atau tren fesyen saat ini. Ironisnya, beberapa di antara barang ini bahkan masih berlabel harga alias tag belanjaannya belum pernah dilepas.

Tren mode berganti dengan sangat cepat dari musim ke musim. Barang yang terlihat sangat keren dan wajib punya dua tahun lalu, kini justru terasa asing, ketinggalan zaman, dan hanya menjadi penghuni tetap yang merusak kerapian lemari.

Tips: Jika Anda ragu memakainya karena merasa sudah ketinggalan zaman, itu adalah tanda kuat bahwa barang tersebut sudah waktunya dilepaskan. Jangan biarkan rasa bersalah karena membeli mahal menghalangi Anda untuk berdamai dengan lemari yang longgar. 

5. Pakaian 'Hadiah' yang Tidak Sesuai Selera

Tips Menjaga Pakaian di Lemari Tetap Wangi, Bebas dari Bau Apek Mengganggu
Ilustrasi perempuan menyimpan pakaian di lemari. (c) primagefactory/Depositphotos.com

Pernahkah Anda menerima hadiah pakaian dari teman atau keluarga yang ternyata sama sekali tidak cocok dengan gaya berpakaian Anda? Banyak dari kita akhirnya menyimpan pakaian tersebut di dalam lemari karena merasa tidak enak hati untuk menolak atau membuangnya.

Alasan lain menyimpan barang ini adalah adanya rasa takut jika sewaktu-waktu si pemberi menanyakan atau melihat kita mengenakannya. Padahal, pakaian ini praktis tidak pernah tersentuh sama sekali selain untuk digeser-geser posisinya saat merapikan lemari.

Tips: Ingatlah bahwa esensi sebuah hadiah terletak pada niat baik si pemberi, bukan pada wujud fisiknya yang harus dikurung dalam lemari. Jika tidak sesuai selera, lebih baik didonasikan agar bisa bermanfaat bagi orang lain yang benar-benar membutuhkan. 

6. Pakaian dengan Masalah Rusak atau Tidak Nyaman

Baju Numpuk di Lemari? Intip Cara Kreatif Recycle Baju Lama Biar Nggak Jadi Sampah
Mengubah pakaian lama menjadi perlengkapan rumah tangga yang serbaguna. [Dok/Pexels.com/Beate Vogl].

Kategori ini mencakup pakaian yang mengalami kerusakan ringan seperti kancing lepas, jahitan terbuka, resleting macet, atau pakaian yang memiliki noda membandel. Selain itu, pakaian dengan bahan yang membuat gatal atau terlalu panas saat dipakai juga sering kali mangkir di dalam lemari.

Kita kerap menyimpan pakaian-pakaian bermasalah ini dengan niat mulia "nanti akan saya perbaiki ke penjahit". Namun pada kenyataannya, niat perbaikan itu sering tertunda berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, membuat tumpukan pakaian rusak semakin menggunung.

Tips: Berikan batas waktu yang tegas, jika dalam waktu 3 bulan pakaian tersebut tidak pernah dibawa ke tukang jahit atau diperbaiki, lepaskan saja. Pakaian dengan noda permanen juga sebaiknya disingkirkan agar tidak mencemari pakaian bersih di sekitarnya. 

7. Pakaian yang Terlalu Bagus untuk Dipakai Sehari-hari

Cara Mengatur Lemari Pakaian (Foto: Gemini AI)
Cara Mengatur Lemari Pakaian (Foto: Gemini AI)

Ini adalah salah satu ironi terbesar dalam tata kelola lemari pakaian, barang-barang favorit yang justru terlalu disayangi untuk dipakai. Contohnya meliputi baju desainer berharga mahal, pakaian berbahan sutra atau renda yang dianggap terlalu mewah, atau gaun spesial untuk acara santai yang tak kunjung tiba.

Karena pemiliknya selalu menunggu "momen yang tepat" untuk mengenakannya, pakaian ini akhirnya hanya menjadi pajangan abadi di dalam lemari hingga trennya lewat atau ukurannya tidak lagi pas di badan.

Tips: Pakaian diciptakan untuk dikenakan dan dinikmati, bukan untuk dikunci selamanya di dalam gelapnya lemari. Kenakan barang favorit Anda dalam keseharian; hidup ini terlalu singkat jika hanya dihabiskan untuk menunggu momen spesial yang entah kapan datangnya. 

Pertanyaan Seputar Barang yang Jarang Dipakai tetapi Masih Memenuhi Lemari

Q: Bagaimana cara menentukan pakaian yang sebaiknya dipertahankan?

A: Tanyakan 3 pertanyaan evaluasi ini pada diri sendiri:

  • Apakah saya memakainya dalam kurun waktu 1 tahun terakhir? Jika tidak, pertimbangkan untuk melepasnya.
  • Apakah saya merasa percaya diri dan nyaman saat mengenakannya? Jika jawabannya ragu-ragu, jangan disimpan.
  • Apakah barang ini memiliki nilai sentimental yang benar-benar kuat? Jika ya, simpan di kotak kenangan khusus, bukan di lemari pakaian utama.

Q: Apa yang harus dilakukan dengan pakaian yang masih bagus tetapi tidak pernah dipakai?

Pakaian yang masih layak pakai namun luput dari penggunaan harian dapat dialihfungsikan melalui beberapa cara:

  • Dijual kembali melalui platform thrifting online maupun offline.
  • Didonasikan langsung kepada lembaga sosial atau orang yang lebih membutuhkan.
  • Ditukar lewat acara swap clothes bersama komunitas atau teman terdekat.
  • Didaur ulang menjadi produk kerajinan rumah tangga seperti tas kain atau lap pembersih.

Q: Bagaimana cara mengatasi rasa bersalah saat membuang pakaian hadiah?

A: Ingatlah prinsip bahwa hadiah adalah simbol kebaikan dan niat, bukan beban fisik. Orang yang memberi hadiah pasti akan jauh lebih bahagia jika mengetahui barang pemberiannya benar-benar bermanfaat bagi orang lain, alih-alih mengendap sia-sia di sudut lemari Anda. Jika masih canggung, berikan kepada kerabat dekat yang gayanya lebih cocok.

Q: Apakah menyimpan pakaian dengan harapan bisa dipakai saat berat badan berubah itu baik?

A: Secara psikologis, menyimpan pakaian ukuran kecil sebagai target atau motivasi justru dapat memicu stres kronis dan rasa bersalah ketika target tersebut meleset. Alangkah lebih baik jika Anda berfokus pada kesehatan tubuh saat ini. Jika di masa depan berat badan Anda berubah, Anda berhak merayakan pencapaian tersebut dengan membeli pakaian baru yang sesuai dengan tren masa itu.

Q: Berapa lama waktu yang ideal untuk memilah lemari?

A: Langkah terbaik adalah melakukan pembersihan besar (decluttering) minimal 2 kali setahun, biasanya disesuaikan dengan momen pergantian musim. Sebagai alternatif yang lebih ringan, Anda bisa menyisihkan waktu 10 sampai 15 menit setiap akhir pekan untuk merapikan satu bagian sekat lemari secara bertahap.

Q: Bagaimana cara menyimpan pakaian kenangan tanpa memakan banyak ruang?

Jika Anda memiliki hambatan ruang namun ingin mempertahankan memori sentimental, terapkan tips kreatif berikut:

  • Ambil foto resolusi tinggi dari pakaian tersebut, lalu arsipkan dalam folder digital khusus kenangan.
  • Rangkai potongan kain kaus kenangan menjadi selimut perca (quilt) yang fungsional.
  • Ubah kain pakaian menjadi sarung bantal dekoratif untuk sofa ruang keluarga.
  • Batasi penyimpanan fisik hanya pada 1 atau 2 barang yang paling ikonik di dalam kotak arsip terpisah.

Q: Apakah semua barang di lemari harus sering dipakai?

A: Tentu saja tidak! Sejumlah barang spesifik seperti jas formal, pakaian adat, atau gaun pesta memang kodratnya jarang dipakai dalam aktivitas harian. Masalah baru muncul ketika jumlah barang jarang pakai jauh melampaui porsi pakaian fungsional. Idealnya, sekitar 80% isi lemari harus diisi oleh pakaian yang secara rutin Anda rotasi dan gunakan dalam keseharian.

Rekomendasi