Cara merawat kerudung agar tidak mudah berbulu perlu diperhatikan saat proses mencuci, mengeringkan, menyetrika, hingga menyimpannya. Bulu pada permukaan kain umumnya muncul ketika serat mengalami gesekan berulang, baik karena cara mencuci maupun bersentuhan dengan pakaian dan benda lain. Beberapa kebiasaan yang selama ini dianggap sepele justru dapat membuat kerudung lebih cepat rusak.
Kerudung yang mulai berbulu tidak selalu berarti harus segera diganti. Perawatan bisa sangat mungkin dilakukan dengan mengurangi gesekan dan memperhatikan cara menangani kain sejak sebelum dicuci sampai kembali disimpan. Pemeriksaan label perawatan juga penting dicek karena setiap bahan dapat memiliki aturan pencucian yang berbeda.
Dengan mengubah beberapa kebiasaan tersebut, kerudung dapat digunakan lebih lama dan tetap layak dipakai untuk kegiatan sehari-hari. Berikut 10 cara merawat kerudung agar tidak mudah berbulu versi Merdeka.com yang dapat diterapkan di rumah, Kamis (20/8).
Advertisement
1. Pisahkan Kerudung dari Pakaian yang Kasar
Mencampur kerudung dengan jeans, jaket, atau pakaian yang memiliki resleting dan kancing dapat meningkatkan gesekan selama pencucian. Permukaan benda tersebut dapat bergesekan dengan kerudung dan menarik serat kain. Karena itu, kerudung sebaiknya dicuci secara terpisah, terutama jika bahannya mudah berubah setelah sering dicuci.
Pemisahan juga membantu mencegah warna pakaian lain berpindah ke kerudung. Jika jumlah kerudung yang dicuci sedikit, kumpulkan beberapa kerudung dengan warna yang serupa agar proses pencucian tetap efisien tanpa mencampurnya dengan pakaian yang berpotensi merusak permukaan kain.
Kebiasaan ini tidak membutuhkan perlengkapan khusus. Cukup sediakan tempat terpisah untuk kerudung sebelum dicuci sehingga kerudung tidak langsung masuk ke dalam tumpukan pakaian sehari-hari.
Advertisement
2. Periksa Label Sebelum Mencuci
Cara merawat kerudung agar tidak mudah berbulu juga perlu dimulai dengan membaca label perawatan. Informasi tersebut biasanya menjelaskan apakah kerudung boleh dicuci menggunakan mesin, harus dicuci dengan tangan, atau membutuhkan perlakuan tertentu. Mengikuti petunjuk tersebut dapat membantu menghindari cara mencuci yang tidak sesuai dengan bahan.
Jangan menyamakan cara mencuci semua kerudung. Kerudung berbahan satin, sutra, paris, voal, atau bahan lain dapat memiliki kebutuhan berbeda, sehingga kebiasaan yang aman untuk satu bahan belum tentu sesuai untuk bahan lainnya.
Jika label sudah tidak terbaca, pilih cara mencuci yang mengurangi gesekan. Mencuci menggunakan tangan dengan gerakan perlahan dapat menjadi pilihan untuk mengurangi risiko kain mengalami tarikan selama proses pembersihan.
Advertisement
3. Cuci dengan Tangan dan Hindari Sikat
Mencuci dengan tangan dapat membantu mengurangi gesekan yang terjadi selama kerudung dibersihkan. Kerudung cukup direndam, lalu bagian yang kotor dikucek perlahan menggunakan tangan. Hindari menyikat seluruh permukaan karena gerakan sikat dapat menarik serat kain dan membuat permukaannya berubah.
Jika terdapat noda, fokuskan pembersihan pada bagian tersebut sehingga tidak perlu menggosok seluruh kerudung. Cara ini juga membuat proses mencuci lebih terarah dan mengurangi kontak berulang antara tangan dengan permukaan kain.
Langkah yang dapat dilakukan:
- Rendam kerudung sesuai petunjuk bahannya.
- Kucek bagian yang terkena noda dengan tangan.
- Hindari sikat dan gerakan menggosok berulang.
- Bilas sampai tidak ada sisa deterjen.
Advertisement
4. Gunakan Deterjen Sesuai Kebutuhan
Deterjen perlu digunakan sesuai takaran yang tertera pada kemasan. Penggunaan terlalu banyak tidak membuat kerudung lebih bersih dan dapat meninggalkan sisa bahan pembersih apabila pembilasan tidak dilakukan dengan baik. Karena itu, gunakan deterjen secukupnya sesuai jumlah kerudung yang dicuci.
Hindari penggunaan pemutih jika label kerudung tidak memperbolehkannya. Pemutih dapat memengaruhi serat dan warna pada bahan tertentu, sehingga penggunaannya tidak sebaiknya dilakukan tanpa melihat petunjuk perawatan.
Setelah dicuci, bilas kerudung sampai air bilasan tidak lagi mengandung sisa deterjen. Proses ini cukup dilakukan dengan mengganti air beberapa kali tanpa mengucek kerudung secara berlebihan.
Advertisement
5. Jangan Memeras dengan Cara Dipelintir
Setelah dicuci, kerudung sebaiknya tidak dipelintir untuk mengeluarkan air. Cara tersebut membuat kain tertarik dan terpilin dalam waktu bersamaan. Pada bahan tertentu, kebiasaan ini dapat memengaruhi bentuk dan permukaan kerudung.
Cara merawat kerudung agar tidak mudah berbulu setelah proses pencucian adalah mengurangi air dengan menekan kain secara perlahan. Kerudung dapat diletakkan di atas handuk, kemudian digulung untuk membantu menyerap air tanpa harus memelintirnya.
Setelah sebagian air berkurang, kerudung dapat langsung dipindahkan ke tempat pengeringan. Jangan menarik ujung kain secara kuat ketika kerudung masih dalam kondisi basah karena kain lebih mudah berubah bentuk saat menahan beban air.
Advertisement
6. Jemur di Tempat yang Tidak Terkena Matahari Langsung
Pengeringan perlu dilakukan dengan memperhatikan kondisi bahan. Kerudung sebaiknya tidak dijemur terlalu lama di bawah sinar matahari langsung, terutama jika label perawatan menyarankan pengeringan di tempat teduh. Cara tersebut juga membantu mengurangi perubahan warna akibat paparan matahari.
Setelah air dikurangi, lakukan beberapa langkah berikut:
- Balik bagian dalam kerudung ke luar.
- Gantung atau bentangkan tanpa menarik kain.
- Jemur di tempat yang memiliki aliran udara.
- Angkat setelah kerudung benar-benar kering.
Kerudung tidak perlu dibiarkan di tempat pengeringan lebih lama dari yang diperlukan. Setelah kering, segera angkat dan lanjutkan ke tahap penyimpanan atau penyetrikaan sesuai petunjuk bahannya.
Advertisement
7. Gunakan Suhu Setrika Sesuai Label
Panas yang terlalu tinggi dapat memengaruhi permukaan kain tertentu. Karena itu, perhatikan petunjuk pada label sebelum menyetrika. Jika tidak ada keterangan yang jelas, gunakan suhu rendah terlebih dahulu dan periksa hasilnya sebelum melanjutkan ke bagian lain.
Setrika dari bagian dalam kerudung jika bahan memungkinkan. Cara tersebut dapat mengurangi kontak langsung antara permukaan luar kain dengan panas setrika.
Tidak semua kerudung juga membutuhkan penyetrikaan. Jika kain sudah rapi setelah dikeringkan dan dilipat, kerudung dapat langsung disimpan. Mengurangi proses yang tidak diperlukan berarti mengurangi pula gesekan dan panas yang diterima kain.
Advertisement
8. Perhatikan Jarum, Peniti, dan Aksesori
Kerudung dapat berbulu ketika serat kain terus terkena benda yang dapat menarik permukaannya. Jarum pentul, peniti, bros, atau aksesori dengan bagian yang kasar dapat menjadi penyebabnya, terutama jika digunakan pada titik yang sama berulang kali.
Sebelum memakai kerudung, periksa bagian aksesori yang akan bersentuhan dengan kain. Pastikan tidak ada ujung yang kasar atau bagian yang dapat tersangkut pada serat.
Saat melepas kerudung, jangan menarik kain bersama jarum atau peniti. Lepaskan aksesori terlebih dahulu, kemudian buka kerudung secara perlahan agar tidak ada bagian kain yang ikut tertarik.
Advertisement
9. Simpan Kerudung Jauh dari Resleting dan Kait
Penyimpanan sering dianggap tidak berkaitan dengan kondisi kerudung, padahal kain dapat terus bergesekan dengan benda lain ketika diambil atau dimasukkan kembali ke lemari. Resleting, kait, dan bagian pakaian yang kasar dapat menarik serat kerudung.
Simpan kerudung pada tempat yang membuatnya tidak bersentuhan langsung dengan benda tersebut. Kerudung dapat dilipat atau digantung sesuai petunjuk bahannya, selama tidak ditarik atau ditumpuk secara berlebihan.
Langkah penyimpanan yang dapat dilakukan:
- Pastikan kerudung benar-benar kering.
- Pisahkan dari pakaian beresleting atau berkait.
- Lipat atau gantung sesuai bahan.
- Jangan menarik kerudung dari tumpukan.
Dengan cara tersebut, permukaan kain tidak terus menerima gesekan setiap kali isi lemari diambil. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu menjaga kerudung tetap dapat digunakan dalam waktu lebih lama.
Advertisement
10. Tangani Bulu yang Sudah Muncul dengan Perlahan
Jika kerudung sudah berbulu, jangan langsung menarik bulu menggunakan tangan. Tarikan pada satu bagian dapat membuat serat lain ikut tertarik. Periksa terlebih dahulu apakah bulu tersebut merupakan serat kerudung yang terangkat atau hanya serat pakaian lain yang menempel di permukaannya.
Jika hanya berupa serat yang menempel, lepaskan secara perlahan menggunakan tangan atau alat yang sesuai untuk membersihkan serat kain. Hindari menggunakan benda tajam secara sembarangan karena dapat membuat permukaan kerudung tertarik atau berlubang.
Setelah bulu dibersihkan, perhatikan kembali cara mencuci dan menyimpan kerudung. Jika penyebabnya adalah gesekan yang terus berulang, membersihkan bulu saja tidak cukup karena masalah yang sama dapat muncul kembali pada pencucian berikutnya.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Merawat Kerudung agar Tidak Berbulu
1. Apa penyebab kerudung mudah berbulu?
Kerudung dapat berbulu karena gesekan berulang saat dicuci, dipakai, dikeringkan, disetrika, atau disimpan bersama benda yang dapat menarik serat kain.
2. Apakah kerudung boleh dicuci menggunakan mesin cuci?
Boleh atau tidaknya bergantung pada bahan dan petunjuk pada label. Untuk bahan yang mudah rusak, pencucian dengan tangan dapat mengurangi gesekan.
3. Bagaimana cara mencuci kerudung agar tidak berbulu?
Pisahkan dari pakaian yang kasar, hindari sikat, gunakan deterjen sesuai kebutuhan, dan cuci dengan gerakan tangan yang perlahan.
4. Apakah kerudung yang sudah berbulu harus dibuang?
Tidak selalu. Jika kerusakan belum mengganggu penggunaan, serat yang menempel dapat dibersihkan dan kebiasaan perawatan dapat diperbaiki.
5. Bagaimana cara menyimpan kerudung agar tidak cepat rusak?
Simpan dalam keadaan kering dan jauhkan dari resleting, kait, atau benda lain yang dapat menarik permukaan kain.