7 Cara Mengatasi Tumit Pecah-Pecah dengan Perawatan Rumahan, Kaki Kasar Jadi Lebih Halus

Tumit pecah-pecah bikin kaki terasa kasar dan tidak nyaman? Simak 7 cara mengatasi tumit pecah-pecah dengan perawatan rumahan yang mudah dilakukan.

Tantiya Nimas Nuraini
Oleh Tantiya Nimas Nuraini - Reporter
7 Cara Mengatasi Tumit Pecah-Pecah dengan Perawatan Rumahan, Kaki Kasar Jadi Lebih Halus
Tumit Pecah-Pecah (AI Generated)

Tumit pecah-pecah sering dianggap hanya sebagai masalah kulit kering, padahal kondisi ini bisa membuat kaki terasa kasar, tidak nyaman, bahkan perih ketika retakannya semakin dalam. Kulit tumit memang cenderung lebih tebal dan mendapatkan banyak tekanan saat berdiri maupun berjalan. Ditambah dengan kurangnya kelembapan, penggunaan alas kaki tertentu, atau kebiasaan yang membuat kulit semakin kering, tumit dapat kehilangan elastisitas hingga muncul garis-garis retakan.

Kabar baiknya, tumit yang kering dan pecah-pecah dapat dirawat dengan beberapa langkah sederhana di rumah. Cara mengatasi tumit pecah-pecah dengan perawatan rumahan dapat dilakukan dengan menjaga kelembapan kulit secara rutin, menggunakan pelembap yang sesuai, merawat kulit yang menebal dengan lembut, serta menghindari kebiasaan yang justru membuat tumit semakin kering. Perawatan yang dilakukan secara konsisten biasanya lebih penting daripada mencoba banyak bahan sekaligus.

Namun, tidak semua tumit pecah-pecah cukup ditangani dengan perawatan rumahan. Jika retakan sangat dalam, berdarah, terasa nyeri, menunjukkan tanda infeksi, atau tidak membaik meskipun sudah dirawat, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga kesehatan. Lantas bagaimana saja cara mengatasi tumit pecah-pecah dengan perawatan rumahan? Melansir dari berbagai sumber, Kamis (17/9/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.

1. Rutin Oleskan Pelembap Tebal pada Tumit

Bye Tumit Retak! Ini Rekomendasi Krim Perawatan Kaki Pecah-Pecah Terbaik yang Wajib Dicoba
Ilustrasi krim perawatan kaki pecah-pecah.

Langkah paling penting dalam merawat tumit pecah-pecah adalah menjaga kulit tetap lembap. Tumit yang terlalu kering cenderung kehilangan kelenturan sehingga kulit yang menebal lebih mudah mengalami retakan. Karena itu, gunakan pelembap yang cukup tebal pada area tumit secara rutin, terutama setelah mandi ketika kulit masih sedikit lembap. American Academy of Dermatology merekomendasikan pelembap dengan bahan seperti urea 10–25 persen, alpha hydroxy acid, atau salicylic acid untuk membantu merawat kulit tumit yang kering dan pecah-pecah.

Penggunaan pelembap tidak harus menunggu tumit terlihat sangat kering. Justru, perawatan yang konsisten dapat membantu mempertahankan kelembapan kulit sehingga retakan tidak semakin mudah terbentuk. Oleskan pelembap setidaknya dua kali sehari atau mengikuti petunjuk penggunaan produk. Jika menggunakan produk yang mengandung bahan aktif seperti urea atau asam tertentu, perhatikan respons kulit karena pada sebagian orang dapat muncul rasa perih atau iritasi ringan.

Selain memilih produk, waktu pemakaian juga penting. Setelah mandi, keringkan kaki dengan menepuknya secara lembut menggunakan handuk, kemudian segera aplikasikan pelembap. Jangan menggosok tumit terlalu keras hanya untuk menghilangkan kulit kasar karena tindakan tersebut dapat semakin mengiritasi kulit. Dengan perawatan rutin, tujuan utamanya bukan membuat tumit langsung mulus dalam satu malam, melainkan mengembalikan kelembapan secara bertahap dan menjaga kulit tetap lentur.

2. Gunakan Petroleum Jelly Sebelum Tidur

Wah Bisa Untuk Membersihkan Tas dan Sepatu Juga, Ini 5 Manfaat Lain Petroleum Jelly
Wah Bisa Untuk Membersihkan Tas dan Sepatu Juga, Ini 5 Manfaat Lain Petroleum Jelly

Petroleum jelly dapat digunakan sebagai lapisan pelindung untuk membantu mempertahankan kelembapan kulit tumit. Produk ini bekerja dengan membentuk lapisan di permukaan kulit sehingga air tidak mudah menguap. American Academy of Dermatology dan Mayo Clinic sama-sama merekomendasikan penggunaan petroleum jelly pada tumit, terutama sebagai bagian dari perawatan malam hari.

Cara menggunakannya cukup sederhana. Setelah membersihkan kaki dan mengeringkannya dengan lembut, aplikasikan pelembap terlebih dahulu jika diperlukan, kemudian oleskan lapisan petroleum jelly pada bagian tumit yang kering dan pecah-pecah. Setelah itu, gunakan kaus kaki berbahan nyaman untuk membantu menjaga produk tetap berada di kulit dan mencegahnya menempel pada seprai. Perawatan seperti ini dapat menjadi rutinitas sebelum tidur karena kaki tidak banyak mengalami gesekan selama beristirahat.

Namun, petroleum jelly bukan berarti akan menghilangkan semua penyebab tumit pecah-pecah. Jika kulit terus mengalami tekanan, gesekan, atau kekeringan, masalah dapat muncul kembali. Karena itu, penggunaan petroleum jelly sebaiknya digabungkan dengan kebiasaan lain seperti memakai alas kaki yang sesuai dan menjaga kelembapan kulit secara rutin. Jika retakan sudah dalam, berdarah, atau disertai tanda infeksi, jangan hanya mengandalkan perawatan rumahan.

3. Rendam Kaki dengan Air Hangat Sebentar, Lalu Rawat Kulit yang Menebal dengan Lembut

Ilustrasi merendam kaki dalam air hangat/freepik.com/iljaest
Merendam kaki di air hangat bisa menjadi alternatif yang sederhana dan mudah untuk dilakukan setiap hari sebelum tidur untuk membuat tidur lebih nyaman. (Foto dok: Freepik/iljaest).

Merendam kaki sebentar dengan air hangat dapat membantu melembutkan kulit tumit yang kering dan menebal sebelum dilakukan perawatan. Mayo Clinic menyebutkan bahwa kaki dapat direndam selama sekitar 10 menit menggunakan air hangat biasa atau air dengan sabun lembut, kemudian dikeringkan dan dilanjutkan dengan perawatan kulit.

Setelah kulit melunak, bagian tumit yang menebal dapat digosok secara sangat lembut menggunakan loofah atau foot scrubber. Tujuannya bukan mengikis seluruh kulit kasar sekaligus, melainkan membantu mengurangi sebagian kulit mati secara perlahan. Tekanan yang terlalu kuat justru dapat menyebabkan iritasi atau luka, terutama jika sudah terdapat retakan pada permukaan tumit. Mayo Clinic juga menekankan pentingnya menggunakan tekanan yang lembut ketika mengangkat kulit mati.

Hindari kebiasaan menggunting, mencabut, atau mengelupas kulit tumit secara paksa. Kulit yang tampak tebal memang bisa menggoda untuk dikupas agar terlihat lebih halus, tetapi tindakan agresif dapat membuka luka dan meningkatkan risiko masalah pada kulit. Setelah perawatan, keringkan kaki dengan lembut dan segera gunakan pelembap agar kelembapan tidak cepat hilang.

4. Jangan Terlalu Lama Merendam atau Mandi dengan Air Panas

[Bintang] 6 Cara Sederhana Mengusir Bau Kaki
Rendaman Air Garam | via: healingplacemedfield.com

Merawat tumit pecah-pecah bukan berarti semakin lama kaki direndam akan semakin baik. Paparan air yang terlalu lama, terutama air panas, justru dapat membuat kulit semakin kering dan mengganggu lapisan pelindung alami kulit. American Academy of Dermatology menyarankan agar mandi atau berendam dibatasi sekitar 5–10 menit serta menggunakan air hangat, bukan air yang terlalu panas.

Ketika mandi, gunakan pembersih yang lembut dan tidak terlalu mengiritasi kulit. Hindari menggosok tumit berulang kali menggunakan sabun atau alat yang kasar. Setelah selesai mandi, jangan mengeringkan kaki dengan gerakan menggosok keras. Cukup tepuk perlahan menggunakan handuk, terutama pada area yang sudah mengalami retakan.

Kebiasaan sederhana ini penting karena perawatan tumit tidak hanya dilakukan ketika kulit sudah pecah. Jika setiap hari kulit terus kehilangan kelembapan akibat air panas, mandi terlalu lama, atau produk pembersih yang keras, pelembap yang digunakan setelahnya mungkin tidak cukup untuk mengatasi kekeringan yang berulang. Jadi, mengurangi pemicu kekeringan merupakan bagian dari perawatan agar kondisi tumit tidak mudah kambuh.

5. Gunakan Alas Kaki yang Tidak Membuat Tumit Semakin Tertekan

Kucing Tidur di Dekat Kaki Pemiliknya
Kenapa Kucing Selalu Tidur di Dekat Kaki Pemiliknya? Ini Alasannya (Foto: AI Generated)

Alas kaki juga dapat berpengaruh terhadap kondisi tumit. Sepatu yang tidak pas, terlalu longgar, atau memiliki bagian belakang yang terbuka dapat meningkatkan gesekan dan tekanan pada tumit. American Academy of Dermatology menyarankan menghindari alas kaki dengan bagian belakang terbuka seperti sandal tertentu ketika tumit sedang kering dan pecah-pecah.

Untuk sementara, pilih alas kaki yang ukurannya sesuai dan memberikan perlindungan serta dukungan yang cukup pada kaki. Hindari sepatu yang membuat tumit terus bergesekan dengan bagian belakang sepatu. Jika menggunakan kaus kaki, pilih yang nyaman dan tidak terlalu ketat. Tujuannya adalah mengurangi faktor mekanis yang dapat membuat retakan pada tumit semakin mudah terbuka.

Perubahan alas kaki mungkin terlihat sederhana, tetapi penting terutama bagi orang yang banyak berdiri atau berjalan setiap hari. Tumit menerima tekanan berulang saat tubuh menopang berat badan. Jika kulitnya sudah kering dan menebal, tekanan serta gesekan yang terus-menerus dapat membuat retakan lebih sulit membaik. Karena itu, selain melembapkan kulit, mengurangi tekanan dan gesekan juga perlu menjadi bagian dari rutinitas perawatan.

6. Lindungi Retakan yang Terbuka agar Tidak Semakin Iritasi

Lindungi tumit dengan cairan khusus jika sudah terlanjur pecah-pecah
Lindungi tumit dengan cairan khusus jika sudah terlanjur pecah-pecah. (foto: fabrikasimf/freepik)

Jika retakan pada tumit sudah cukup jelas, perlindungan tambahan dapat membantu mengurangi gesekan dan menjaga area tersebut tetap terlindungi. American Academy of Dermatology menyebutkan bahwa liquid bandage dapat digunakan pada retakan tumit untuk membentuk lapisan pelindung. Lapisan tersebut dapat membantu mengurangi rasa sakit, mendukung proses penyembuhan, dan mengurangi peluang masuknya kotoran atau kuman melalui celah kulit.

Sebelum menggunakan produk apa pun, pastikan mengikuti petunjuk pada kemasan dan memperhatikan kondisi kulit. Jangan mengoleskan sembarang bahan rumah tangga yang belum jelas keamanannya, terutama pada retakan yang dalam atau berdarah. Kulit yang sudah terbuka lebih rentan mengalami iritasi sehingga prinsipnya adalah memberikan perlindungan, bukan menambahkan sebanyak mungkin bahan.

Jika retakan semakin dalam, berdarah berulang, terasa sangat sakit, bengkak, kemerahan, hangat, atau mengeluarkan cairan, perawatan rumahan sebaiknya tidak menjadi satu-satunya langkah. Kondisi seperti itu dapat membutuhkan pemeriksaan tenaga kesehatan. Retakan yang dibiarkan semakin dalam juga dapat meningkatkan risiko infeksi.

7. Lakukan Perawatan Secara Konsisten dan Perhatikan Penyebabnya

Mengatasi Tumit yang Kasar dan Pecah-Pecah
Ilustrasi Kaki yang Mulus dan Halus Credit: pexels.com/Buenosia

Merawat tumit pecah-pecah membutuhkan konsistensi karena kulit membutuhkan waktu untuk kembali membaik. Daripada melakukan perawatan intensif sesekali, lebih baik membangun rutinitas sederhana seperti menggunakan pelembap setelah mandi, mengoleskan petroleum jelly sebelum tidur, dan memilih alas kaki yang tidak memperparah gesekan. Mayo Clinic merekomendasikan pemberian pelembap setidaknya dua kali sehari sebagai bagian dari perawatan tumit pecah-pecah.

Perhatikan juga kebiasaan yang mungkin membuat masalah terus berulang. Berjalan tanpa alas kaki, menggunakan sandal dengan bagian belakang terbuka, mandi terlalu lama dengan air panas, atau memakai alas kaki yang tidak sesuai dapat berkontribusi terhadap tumit kering dan pecah-pecah. Mengatasi faktor pemicunya akan membuat perawatan lebih masuk akal karena kulit tidak terus-menerus mengalami kondisi yang sama.

Namun, jika tumit tetap pecah-pecah meskipun sudah dirawat dengan baik, jangan menganggapnya hanya sebagai kulit kering biasa. Kondisi tertentu seperti diabetes atau masalah kulit tertentu dapat berkaitan dengan tumit pecah-pecah, sehingga keluhan yang berat atau tidak membaik sebaiknya diperiksakan. American Academy of Dermatology secara khusus menyarankan berkonsultasi dengan dokter kulit jika tumit pecah-pecah parah atau tidak membaik dengan perawatan mandiri.

Pertanyaan & Jawaban Seputar Cara Mengatasi Tumit Pecah-Pecah dengan Perawatan Rumahan

1. Apa cara paling efektif untuk mengatasi tumit pecah-pecah?

Salah satu langkah utama adalah menjaga kelembapan kulit dengan mengoleskan pelembap secara rutin, terutama setelah mandi. Produk yang mengandung urea atau bahan pelembap lainnya dapat membantu merawat kulit tumit yang kering dan menebal. Perawatan juga perlu disertai dengan menghindari faktor yang membuat tumit semakin kering atau mengalami gesekan.

2. Apakah petroleum jelly bisa digunakan untuk tumit pecah-pecah?

Bisa. Petroleum jelly dapat membantu mempertahankan kelembapan pada kulit sehingga cocok digunakan sebagai bagian dari perawatan tumit kering dan pecah-pecah. Penggunaannya dapat dilakukan setelah mengoleskan pelembap, terutama sebelum tidur, kemudian kaki dapat ditutup dengan kaus kaki yang nyaman.

3. Apakah tumit pecah-pecah boleh direndam dengan air hangat?

Tumit dapat direndam sebentar menggunakan air hangat untuk membantu melembutkan kulit yang kering dan menebal. Namun, hindari merendam kaki terlalu lama atau menggunakan air yang terlalu panas karena dapat membuat kulit semakin kering. Setelahnya, keringkan dengan lembut dan segera gunakan pelembap.

4. Bolehkah mengelupas kulit tumit yang pecah-pecah?

Sebaiknya jangan mengelupas atau memotong kulit tumit secara paksa. Jika terdapat kulit yang menebal, perawatan dapat dilakukan secara lembut menggunakan alat yang sesuai setelah kulit dilunakkan. Mengikis terlalu agresif dapat menyebabkan luka dan memperbesar risiko iritasi atau infeksi.

5. Apakah sandal bisa menyebabkan tumit pecah-pecah?

Sandal dengan bagian belakang terbuka dapat meningkatkan tekanan dan gesekan pada tumit pada sebagian orang. Ketika kulit sudah kering dan menebal, kondisi tersebut dapat membuat retakan lebih mudah muncul atau semakin parah. Gunakan alas kaki yang ukurannya sesuai dan memberikan perlindungan serta dukungan yang cukup.

Rekomendasi