Menjaga kesehatan kebun merupakan tantangan tersendiri bagi para pegiatnya. Salah satu solusi alami yang efektif adalah praktik penanaman pendamping. Metode ini melibatkan penempatan tanaman tertentu secara berdekatan untuk saling memberikan manfaat, sehingga menciptakan ekosistem yang seimbang dan mengurangi ketergantungan pada bahan kimia berbahaya.
Pendekatan ini memanfaatkan karakteristik unik dari berbagai jenis tanaman. Beberapa di antaranya memiliki aroma kuat yang tidak disukai hama, sementara yang lain berfungsi menarik serangga bermanfaat yang menjadi predator alami bagi hama pengganggu. Ada pula tanaman yang berperan sebagai perangkap, mengalihkan perhatian hama dari tanaman utama yang ingin dilindungi.
Dengan memilih kombinasi tanaman pendamping untuk mengusir hama yang tepat, pekebun dapat meningkatkan produktivitas dan kesehatan tanaman secara signifikan. Cara ramah lingkungan ini membantu mengurangi populasi hama, memperbaiki kualitas tanah, serta mendukung praktik pertanian berkelanjutan. Berikut beberapa tanaman pendamping untuk mengusir hama, dirangkum Merdeka.com dari berbagai sumber pada Jum'at (31/7/2026).
Advertisement
1. Marigold, Pengusir Hama Multifungsi dengan Aroma Khas
Marigold atau Tagetes dikenal sebagai tanaman pengusir hama alami yang efektif di kebun sayur. Tanaman ini memiliki aroma kuat yang tidak disukai berbagai jenis hama. Selain itu, senyawa alami dari akar marigold juga terbukti mampu menekan populasi hama secara efektif.
Bunga marigold mampu mengusir beragam hama, termasuk kutu daun, nematoda, lalat putih, ulat, belalang, kumbang mentimun, kutu labu, dan nyamuk. Tanaman ini juga mengandung senyawa pyrethrin yang dapat membunuh serangga. Petani di Lumajang bahkan memanfaatkan marigold untuk menangkal serangan wereng, kutu, dan trips.
Menanam marigold di sekitar area kebun dapat mengurangi populasi nematoda berbahaya. Penanaman bunga marigold di pinggir area sawah juga dapat mengurangi penggunaan pestisida hingga 40 persen. Marigold juga menarik serangga bermanfaat seperti lebah dan kumbang predator.
Advertisement
2. Basil, Bumbu Dapur yang Juga Pelindung Tanaman Tomat
Basil atau Ocimum basilicum merupakan tanaman pendamping yang efektif untuk berbagai jenis tanaman. Aroma kuat dari basil berfungsi sebagai penghalang alami bagi hama, sekaligus membantu menarik serangga penyerbuk ke kebun.
Tanaman ini mampu mengusir serangga seperti lalat putih, kutu daun, thrips, kutu kebul, tungau, lalat, dan nyamuk. Aroma basil juga dapat menetralisir bau tanaman tomat yang sering menjadi sasaran hama, sehingga melindungi tanaman utama.
Menanam basil di dekat tomat tidak hanya mengusir serangga, tetapi juga dapat meningkatkan rasa tomat. Akar basil turut membantu memperbaiki struktur tanah di sekitarnya, menjadikannya pilihan ideal untuk wadah dan rumah kaca.
Advertisement
3. Kesegaran Mint untuk Mengusir Serangga dan Tikus
Daun mint merupakan bahan alami yang efektif untuk mengusir hama. Aroma mint yang segar bagi manusia justru mengganggu bagi beberapa jenis hama. Tanaman ini mudah dirawat dan cocok diletakkan di dalam maupun luar rumah.
Mint efektif mengusir semut, tikus, kecoa, lalat, nyamuk, dan laba-laba. Kandungan menthol dalam daun mint mengganggu berbagai serangga. Varietas tertentu seperti peppermint dan spearmint dikenal efektif melawan serangga.
Cara penggunaan mint cukup mudah, mulai dari menanamnya di pot dan menempatkannya di sudut rumah, menaruh daun mint kering di laci, hingga menyemprotkan campuran air mint. Penggunaan daun mint membuat rumah terasa lebih segar tanpa produk kimia.
Advertisement
4. Rosemary, Bumbu Aromatik Penangkal Nyamuk dan Ngengat
Rosemary dikenal sebagai bumbu masakan dan juga tanaman pengusir nyamuk. Tanaman ini melepaskan minyak aromatik alami yang tidak disukai serangga. Rosemary dapat melindungi tanaman sayuran dari hama tertentu.
Rosemary efektif mengusir nyamuk, ngengat kubis, dan lalat wortel. Kandungan asam rosmarinic pada rosemary berperan dalam mengusir hama. Beberapa studi menunjukkan larutan minyak rosemary 20 persen dapat memberikan perlindungan 100 persen terhadap nyamuk selama 8 jam, sementara studi lain menyebutkan efektivitas hingga 90 menit.
Rosemary juga efektif sebagai tanaman pengusir nyamuk ketika dibakar, di mana menambahkannya ke api unggun dapat membantu mengusir nyamuk. Tanaman ini cocok untuk kebun herbal dan wadah.
Advertisement
5. Lavender dengan Kekuatan Pengusir Nyamuk Alami
Lavender merupakan tanaman hias yang dapat digunakan untuk mengatasi serangga. Aroma khas dari lavender didapat dari zat kimia yang disebut linalool. Aroma tersebut tidak disukai oleh serangga karena mengganggu indra penciumannya.
Lavender efektif mengusir nyamuk, lalat, dan ngengat. Studi menunjukkan minyak esensial lavender dapat mengusir berbagai spesies nyamuk hingga delapan jam. Minyak esensial lavender juga dapat mencegah nyamuk sebesar 65-85% setelah dioleskan ke kulit.
Cara menggunakan lavender untuk mengusir nyamuk adalah dengan menanamnya di rumah, atau meletakkan pot di dekat jendela atau pintu. Bunga kering lavender dapat digantung di berbagai sudut ruangan. Minyak esensial lavender juga dapat digunakan dalam diffuser atau disemprotkan.
Advertisement
6. Bawang Putih, Insektisida Nabati Ampuh dan Ramah Lingkungan
Bawang putih memiliki potensi sebagai insektisida alami yang kuat. Kandungan senyawa bioaktif seperti allicin, sulfur, dan flavonoid efektif mengusir serta membunuh berbagai hama serangga. Penggunaan bawang putih sebagai pestisida nabati merupakan solusi ramah lingkungan.
Bawang putih efektif melawan nyamuk, kutu daun, ulat daun, tungau, lalat buah, kumbang, semut, rayap, lalat putih, penggerek, ulat bulu, dan siput. Aroma menyengat dari bawang putih membuat hama menjauh.
Larutan bawang putih dapat dibuat untuk semprotan hama. Caranya adalah menghaluskan bawang putih, mencampurnya dengan air, mendiamkan, lalu menyaringnya. Larutan ini dapat ditambahkan sabun cair agar menempel lebih lama pada tanaman.
Advertisement
7. Krisan, Bunga Cantik Penyaring Udara dan Pengusir Nyamuk
Krisan merupakan tanaman pengusir nyamuk yang mengandung pyrethrum. Pyrethrum adalah insektisida alami yang dapat membunuh nyamuk dan serangga lain. Senyawa piretrin dalam krisan menyerang sistem saraf pusat serangga.
Tanaman ini efektif mengusir nyamuk, lalat, kutu, beberapa ngengat, kecoak, semut, thrips, tungau laba-laba, dan kumbang. Krisan juga dikenal mampu memurnikan udara dalam ruangan.
Krisan dapat ditanam di sekitar sayuran atau dibuat barisan sebagai pembatas antar bedeng. Minyak yang diproduksi oleh tanaman krisan juga memiliki efek pengusir serangga.
Advertisement
8. Nasturtium: Tanaman Perangkap Hama yang Mempercantik Kebun
Nasturtium dapat digunakan sebagai tanaman perangkap hama. Tanaman ini disukai oleh berbagai jenis kutu daun, termasuk lalat hijau dan kutu kebul, sehingga mengalihkan perhatian hama dari tanaman utama.
Selain kutu daun, siput juga lebih tertarik memakan nasturtium daripada tanaman utama yang ingin dilindungi. Daun nasturtium juga menjadi makanan bagi ulat dari beberapa golongan Lepidoptera.
Selain fungsinya sebagai perangkap, nasturtium juga menambah keindahan visual pada taman dengan bunga oranye terangnya. Menanam nasturtium sebagai tanaman pendamping membantu menjaga keseimbangan ekosistem kebun.
Advertisement
9. Serai Wangi: Solusi Organik Pengusir Nyamuk Berkat Citronella
Serai wangi mengandung citronella, senyawa alami yang dikenal ampuh mengusir nyamuk dan serangga lainnya. Tanaman ini sering dipakai sebagai pengganti pestisida dalam pertanian organik.
Serai wangi memiliki aroma menyengat yang tidak disukai nyamuk. Tanaman ini merupakan salah satu pengusir nyamuk paling populer dan efektif.
Serai wangi dapat ditanam di rumah untuk mengusir serangga. Aroma menenangkan serai wangi bagi manusia tidak disukai oleh nyamuk, bahkan penelitian menunjukkan penggunaannya mampu mengurangi populasi nyamuk hingga 40%.
Advertisement
10. Catnip, Lebih Ampuh dari DEET untuk Mengusir Nyamuk
Catnip adalah bagian dari keluarga tumbuhan jenis mint. Tanaman ini memiliki kandungan zat kimia yang disebut nepetalactone.
Zat nepetalactone diyakini lebih efektif dalam mengusir nyamuk dibandingkan DEET, bahan kimia umum dalam obat pembasmi serangga komersial. Beberapa penelitian bahkan menyebutkan catnip bisa 10 kali lebih efektif.
Catnip dapat bersifat invasif, sehingga disarankan untuk menanamnya di dalam wadah. Tanaman ini merupakan pilihan yang baik untuk rumah dengan kucing yang menyukai alam bebas, karena nepetalactone juga menarik kucing.
Advertisement
Pertanyaan Umum Seputar Tanaman Pendamping
Apa itu tanaman pendamping?
Tanaman pendamping adalah metode berkebun di mana tanaman tertentu ditanam berdekatan untuk saling memberikan manfaat, seperti mengusir hama atau menarik serangga penyerbuk.
Bagaimana cara kerja tanaman pendamping mengusir hama?
Tanaman pendamping mengusir hama melalui aroma kuat yang tidak disukai hama, melepaskan senyawa kimia penolak hama, atau bertindak sebagai tanaman perangkap.
Apakah tanaman pendamping aman untuk lingkungan?
Ya, penggunaan tanaman pendamping merupakan solusi ramah lingkungan karena mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia berbahaya.
Tanaman apa yang baik untuk mengusir nyamuk?
Beberapa tanaman yang baik untuk mengusir nyamuk antara lain lavender, serai wangi, marigold, mint, rosemary, dan krisan.
Bisakah tanaman pendamping meningkatkan hasil panen?
Ya, tanaman pendamping dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman utama, memperbaiki kualitas tanah, dan mendukung ekosistem yang seimbang, yang pada akhirnya dapat meningkatkan hasil panen.