Untuk memahami Korea Selatan, tak ada cara lebih baik selain memahami kebiasaan makan mereka, dari yang sehat hingga yang unik.
Advertisement
Budaya makanan Korea bukan hanya tentang rasa, tetapi juga sebuah jendela ke sejarah dan identitas Korea.
Mari kita menjelajahi 10 kebiasaan makan orang Korea yang menarik, dari yang sehat hingga yang unik, seperti dilaporkan oleh berbagai sumber.
Advertisement
1. Masakan Kerajaan sebagai Warisan Budaya
Selama Dinasti Joseon, masakan istana kerajaan Korea, atau Joseon Wangjo Gungjung Yori, dianggap sebagai puncak kehalusan makanan. Meskipun zaman bangsawan telah berlalu, masakan ini tetap hidup sebagai bagian tak terpisahkan dari budaya makanan Korea. Ini melibatkan hidangan formal dan rumit, seperti nasi, sup, saus celup, daging, kue beras, dan 12 banchan musiman.
Advertisement
2. Kimchi Sebagai Warisan UNESCO
Pembuatan kimchi bukan sekadar kegiatan memasak; ini adalah warisan budaya tak benda UNESCO. Proses kimjang, atau pembuatan kimchi, tidak hanya mencakup kreasi hidangan, tetapi juga membangun hubungan dalam keluarga dan komunitas. Kimchi telah menjadi ikon tak terbantahkan dari budaya makanan Korea.
Advertisement
3. Berbagi Makanan dengan Banchan
Di Korea, berbagi makanan adalah norma, bukan hanya tanda perhatian. Banchan, hidangan pendamping bermacam-macam, seperti kimchi, disajikan untuk berbagi di antara keluarga dan teman. Restoran di Korea sering menyediakan banchan secara gratis, menciptakan pengalaman makan yang bersosialisasi dan berbagi.
Advertisement
4. Sup Rumput Laut untuk Ulang Tahun
Miyeok-guk, atau sup rumput laut, menjadi hidangan khusus saat merayakan ulang tahun di Korea. Disajikan untuk sarapan pada hari ulang tahun, miyeok-guk mengandung nilai tradisional yang tinggi, mengingatkan orang Korea pada ibu mereka. Sup ini kaya kalsium dan yodium, sering disajikan untuk wanita yang baru saja melahirkan dan dikenal sebagai sup ulang tahun.
Advertisement
5. Makanan sebagai Obat
Dalam keyakinan budaya makanan Korea, makanan dianggap sebagai obat yang tumbuh dari akar yang sama. Tidak hanya untuk penyembuhan fisik, makanan juga dianggap sebagai penjaga kesehatan mental dan emosional.
Advertisement
6. Jeon, Bukan Pancake Sarapan
Jeon, sering diterjemahkan sebagai pancake Korea, sebenarnya adalah gorengan gurih.
Berbeda dengan pancake sarapan, jeon adalah hidangan multifungsi yang bisa dimakan sebagai pembuka, lauk pauk, camilan minum, atau hidangan penutup. Dengan variasi seperti pajeon, gamjajeon, haemul pajeon, yukjeon, hobakjeon, dan hwajeon, jeon menjadi salah satu ciri khas kuliner Korea yang unik.
Advertisement
7. Makanan Fermentasi yang Penting
Korea dikenal dengan beragam makanan fermentasinya. Proses fermentasi membantu makanan menjadi matang, meningkatkan rasa, dan kandungan nutrisinya. Kimchi, doenjang, ganjang, gochujang, jeotgal, dan makgeolli adalah contoh hidangan dan minuman fermentasi yang melimpah dalam masakan Korea.
Advertisement
8. Makanan Panas dan Pedas
Makanan pedas adalah ciri khas Korea. Lada Cheongyang, yang umumnya digunakan dalam pembuatan gochujang, memberikan rasa pedas yang khas. Meskipun tidak semua orang Korea menyukai makanan pedas, variasi non-pedas juga melimpah, memastikan semua orang menemukan sesuatu yang sesuai dengan selera mereka.
Advertisement
9. Saus dan Bumbu Andalan
Dalam budaya makanan Korea, rasa makanan sangat dipengaruhi oleh saus dan bumbu. Mulai dari gochujang hingga ganjang, bumbu-bumbu seperti ssamjang dan chunjang memberikan dimensi rasa yang khas pada masakan Korea. Bawang putih, bawang merah, daun bawang, dan jahe juga sering digunakan untuk memberikan cita rasa khas.
Advertisement
10. Melawan Panas dengan Panas
Orang Korea memiliki kebiasaan menikmati hidangan panas saat musim panas mencapai puncaknya. Samgyetang, sup ayam ginseng, menjadi menu wajib pada tiga hari terpanas antara Juli dan Agustus. Ini membantu mereka mengeluarkan keringat dan membiarkan sistem pendingin tubuh bekerja dengan optimal.
Advertisement
Sebagai penutup, mari kita renungkan kata-kata Weon-ho Yang, seorang ahli kuliner Korea, "Makanan adalah cara kita merayakan hidup dan saling terhubung satu sama lain."
Advertisement
Dalam kebiasaan makan yang unik dan beragam ini, orang Korea memang telah menciptakan pengalaman makan yang tak hanya lezat, tetapi juga sarat makna dan tradisi.