Stok Bahan Makanan Tiba-tiba Habis? Waspadai 7 Bahan Dapur yang Disukai Tikus

Jangan terkejut jika persediaan bahan makanan Anda mendadak kosong! Tikus memiliki bahan makanan favorit yang sering mereka serang.

Edelweis Lararenjana
Oleh Edelweis Lararenjana - Reporter
Stok Bahan Makanan Tiba-tiba Habis? Waspadai 7 Bahan Dapur yang Disukai Tikus
Ilustrasi Tikus (/Photo by Doina Gavrilov on Unsplash)

Tikus merupakan hama yang sering kali menjadi masalah besar di dapur, bukan hanya karena kemampuannya merusak barang, tetapi juga karena risiko penyebaran berbagai penyakit. Kehadiran tikus di dapur umumnya dipicu oleh ketersediaan makanan yang mudah dijangkau dan menarik perhatian mereka.

Meskipun tikus dikenal sebagai hewan omnivora yang dapat mengonsumsi hampir semua jenis makanan, mereka memiliki preferensi tertentu terhadap bahan-bahan dapur yang menjadi daya tarik utama. Memahami preferensi makanan tikus sangat penting untuk mencegah infestasi di rumah Anda.

Oleh karena itu, artikel ini akan membahas berbagai jenis bahan dapur yang menarik bagi tikus, mulai dari bahan pokok hingga makanan kering yang sering dianggap aman. Dengan mengetahui informasi ini, Anda dapat menjaga stok bahan makanan agar tetap aman dan rumah Anda bebas dari hama pengerat.

1. Beras 

Cek Harga Cabai, Daging Sapi hingga Beras Jelang Ramadan
Aneka jenis cabai dijual di Pasar Kebayoran, Jakarta, Selasa (7/3/2023). Harga cabai rawit merah di DKI Jakarta terpantau naik sudah menembus Rp 100 ribu per kilogram. (Liputan6.com/Angga Yun © 2026 Liputan6.com

Beras merupakan bahan makanan pokok yang hampir selalu tersedia di setiap rumah. Tikus sangat menyukai beras karena kandungan karbohidratnya yang tinggi dan aroma khasnya, terutama ketika beras disimpan dalam karung yang tidak tertutup rapat. Indra penciuman tikus yang tajam memungkinkan mereka menemukan beras meskipun disimpan di tempat yang jauh dari jangkauan manusia. Mereka tidak hanya mengonsumsi beras, tetapi juga dapat menjadikan karung atau kemasan beras sebagai tempat bersarang.

Kehadiran tikus pada stok beras dapat menimbulkan kerugian yang signifikan. Selain mengurangi jumlah beras yang tersedia, tikus juga dapat mencemari sisa beras dengan kotoran, urine, atau bulu mereka. Hal ini bukan hanya menyebabkan kerugian finansial, tetapi juga meningkatkan risiko kesehatan, seperti penyebaran bakteri dan penyakit zoonosis. Oleh karena itu, sangat penting untuk menyimpan beras dalam wadah yang kedap udara atau di dalam lemari yang tertutup rapat.

2. Gula Pasir

Gula pasir memiliki daya tarik yang kuat bagi tikus karena rasa manisnya dan kandungan energi yang tinggi. Tikus seringkali berhasil merobek kemasan plastik atau kertas gula demi mendapatkan sedikit isi di dalamnya. Aroma manis yang ditimbulkan juga menyebar ke sekitarnya, sehingga menarik perhatian tikus lain untuk mendekat dan turut mengambil gula tersebut. Ketika tikus menghabiskan stok gula, hal ini tidak hanya merugikan tetapi juga mengancam kesehatan.

Gula yang telah dijilat atau digerogoti tikus menjadi tidak aman untuk dikonsumsi. Kontaminasi mikroba yang berasal dari bulu, air liur, atau urine tikus dapat membuat gula tersebut berisiko membawa penyakit. Selain itu, tikus yang menyukai gula biasanya meninggalkan remah-remah atau sisa gigitan di dapur, yang menandakan adanya aktivitas hama yang perlu segera ditangani.

3. Tepung Terigu

Ilustrasi tepung terigu
Ilustrasi tepung terigu /credit: Freepik.com

Tepung terigu menjadi salah satu makanan kesukaan tikus karena memiliki tekstur yang lembut serta mudah untuk dikunyah. Kandungan karbohidrat di dalam tepung ini membuat tikus menganggapnya sebagai sumber energi yang cepat. Mereka biasanya menyelinap ke dapur pada malam hari untuk menggerogoti tepung yang disimpan dalam karung atau kantong plastik yang tipis. Hal ini semakin parah karena tikus sering memanfaatkan tepung terigu sebagai bahan untuk membuat sarang. Akibatnya, tidak hanya stok tepung yang berkurang, tetapi juga kualitasnya bisa tercemar.

Tepung yang telah terkontaminasi oleh tikus berpotensi menjadi sumber berbagai penyakit, seperti salmonella atau leptospirosis. Oleh karena itu, tepung yang telah terkontaminasi tidak layak lagi untuk digunakan dalam memasak atau membuat kue. Sangat penting bagi kita untuk menjaga kebersihan tempat penyimpanan makanan agar terhindar dari gangguan tikus ini. Dengan menjaga kebersihan dan keamanan makanan, kita dapat mencegah risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh kontaminasi ini.

4. Mie Instan

7 Ide Jualan Makanan di Malam Tahun Baru Tanpa Pengalaman, Tinggal Jual Langsung Laku
Pengunjung menyaksikan pesta kembang api saat malam Tahun Baru 2019 di Pantai Lagoon, Ancol, Jakarta, Selasa (1/1). Ancol menyajikan pesta kembang api musikal sepanjang 600 meter di bibir pan © 2025 Liputan6.com

Mie instan sering kali dianggap aman karena kemasannya yang rapat, namun sebenarnya tikus sangat tertarik dengan aroma bumbu dan minyak yang ada di dalamnya. Tikus memiliki kemampuan untuk menggigit kemasan plastik dan mengambil mie sedikit demi sedikit tanpa terlihat dari luar, sehingga stok mie yang tampak utuh bisa jadi sudah berkurang secara signifikan.

Selain mengurangi persediaan, tikus yang menggerogoti mie instan juga dapat meninggalkan kotoran, bulu, dan bakteri di dalam kemasan, sehingga membuat makanan tersebut menjadi tidak higienis. Kebiasaan ini menjadikan mie instan sebagai salah satu bahan dapur yang paling rentan hilang secara diam-diam jika tidak disimpan dengan benar.

5. Kacang-kacangan

10 Menu Sahur Tidak Bikin Haus Seharian yang Wajib Dicoba, Tetap Bugar Selama Puasa
ilustrasi sahur (created by AI) © 2026 Liputan6.com

Kacang tanah, kacang hijau, dan kacang kedelai merupakan sumber protein serta lemak yang sangat disukai oleh tikus. Hewan pengerat ini memiliki kemampuan untuk memanjat rak atau karung penyimpanan guna mengambil kacang tersebut, lalu membawanya ke sarang sebagai cadangan makanan. Aktivitas ini sering terjadi di malam hari tanpa disadari oleh pemilik rumah. Selain itu, tikus juga sering meninggalkan remah-remah dan lubang kecil pada karung kacang sebagai tanda bahwa mereka telah beraktivitas di tempat tersebut.

Kehilangan kacang dalam jumlah yang signifikan tidak hanya menyebabkan kerugian finansial, tetapi juga menandakan adanya infestasi tikus yang harus segera ditangani. Jika dibiarkan, infestasi ini dapat menyebar ke bahan makanan lainnya, yang tentunya dapat membahayakan kesehatan. Oleh karena itu, penting bagi pemilik rumah untuk melakukan langkah pencegahan dan penanganan yang tepat untuk menghindari masalah yang lebih besar di kemudian hari.

6. Roti dan Biskuit

Roti dan Biskuit
Roti dan Biskuit ilustrasi/copyright unsplash.com/andres-carreno

Roti, biskuit, dan camilan kering merupakan makanan yang sering menjadi target tikus karena teksturnya yang mudah untuk digigit serta rasanya yang manis atau gurih. Biasanya, tikus menyerang rak camilan atau laci dapur pada malam hari, sehingga makanan yang tampak utuh di pagi hari bisa jadi sudah banyak yang hilang.

Selain mengurangi jumlah stok, roti dan biskuit yang sudah dijilat tikus akan cepat basi dan menjadi tempat berkembang biaknya kuman. Kehadiran tikus di rak camilan juga dapat menimbulkan bau tidak sedap, yang tentunya akan mengganggu kenyamanan di dapur. Oleh karena itu, menyimpan makanan dalam toples kedap udara atau lemari yang tertutup adalah solusi yang sangat penting untuk mencegah masalah ini.

7. Buah-Buahan

Ilustrasi Buah-buahan
Ilustrasi Buah-buahan /Photo by Jonas Kakaroto on Unsplash

Buah-buahan manis seperti pisang, apel, atau mangga sangat menggoda tikus. Tikus bisa merusak buah yang disimpan di meja atau keranjang terbuka, membuat stok buah cepat habis.Buah yang sudah digigit tikus juga bisa berjamur atau rusak. Selain itu, keberadaan tikus meningkatkan risiko penyebaran bakteri dan penyakit.Simpan buah dalam kulkas atau wadah tertutup. Letakkan buah yang mudah dimakan tikus di tempat tinggi dan jauh dari jangkauan hewan pengerat.

Rekomendasi