Ini Strategi untuk UMK Bisa Pikat Buyer Global dalam 5 Menit

Pacu pasar ekspor, UMK binaan Pertamina dibekali jurus komunikasi dan presentasi profesional untuk pikat buyer internasional dalam 5 menit.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Ini Strategi untuk UMK Bisa Pikat Buyer Global dalam 5 Menit
Ini Strategi untuk UMK Bisa Pikat Buyer Global dalam 5 Menit

PT Pertamina (Persero) memberikan pembekalan khusus bagi puluhan pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) binaannya. Pelatihan ini dirancang untuk mematangkan kesiapan para pelaku usaha dalam menghadapi sesi business matching dengan calon pembeli dari dalam maupun luar negeri.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan untuk mendampingi UMK agar mampu memperluas jangkauan pasar dan naik kelas. Melalui rangkaian program Pertamina SMEXPO, para peserta terpilih akan difasilitasi untuk bertemu langsung dengan pembeli korporasi nasional dan internasional di ICE BSD, Tangerang, pada Oktober 2026.

Pertamina SMEXPO sendiri merupakan wadah pembinaan yang membuka ruang promosi UMK secara komprehensif, mulai dari bazar, pameran ritel, temu bisnis, hingga pemanfaatan platform digital.

Sebagai amunisi awal, Pertamina menggelar pelatihan daring bertema 'Kiat Memenangkan Pembeli dalam Lima Menit'. Sesi ini menghadirkan Zukhriatul Hafizah (Fiza), praktisi komunikasi sekaligus Puteri Indonesia Pendidikan 2009.

Fiza membagikan panduan praktis mengenai teknik membangun kesan pertama (first impression), berkomunikasi secara profesional, serta menyajikan presentasi produk yang memikat di hadapan calon investor dan pembeli.

Ia menekankan bahwa keberhasilan negosiasi bisnis tidak cuma ditentukan oleh kualitas produk, melainkan juga kecakapan pelaku usaha dalam membangun kepercayaan (trust).

"Penampilan yang rapi, bahasa tubuh, kontak mata, cara berbicara, serta kemampuan mendengarkan menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan. Pelaku UMK perlu mampu menunjukkan kualitas dirinya sekaligus memahami kebutuhan calon pembeli," jelas Fiza.

Selain itu, Fiza mengingatkan pentingnya menyampaikan informasi produk secara jujur, menjaga etika dan kerahasiaan data, serta menyajikan solusi yang relevan bagi mitra bisnis. Prinsip profesionalisme ini juga wajib diterapkan saat berkomunikasi di ruang digital dan mengelola citra usaha di media sosial.

 

Pijakan Krusial untuk UMKM

Manager SMEPP PT Pertamina (Persero), Fety, menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi pijakan krusial sebelum para mitra binaan terjun langsung dalam arena business matching.

"Kami berharap proses yang dimulai melalui pembekalan ini dapat memberikan manfaat bagi pelaku UMK, membuka peluang kerja sama, serta mendukung perkembangan usaha mereka dalam jangka pendek maupun jangka panjang," ujar Fety.

Dalam kesempatan terpisah, VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menegaskan bahwa pendampingan UMK dilakukan secara konsisten melalui peningkatan kapasitas diri agar mampu bersaing di pasar global.

"Pertamina terus mendorong UMK untuk meningkatkan kualitas produk, standardisasi, pengelolaan merek, pemanfaatan teknologi, serta kemampuan mempresentasikan dan memasarkan produknya, baik secara langsung maupun melalui kanal digital," terang Baron.

Baron menambahkan, kesiapan mental dan materi sangat menentukan agar partisipasi UMK dalam pameran dapat berbuah menjadi kesepakatan bisnis yang nyata.

"Pertamina berharap UMK binaan dapat memanfaatkan setiap kesempatan untuk memperkuat pengelolaan usaha, meningkatkan kualitas dan kapabilitas, membangun jejaring, serta memperluas akses pasar hingga ke tingkat nasional dan internasional," tutur Baron.

Program pembinaan ini diharapkan mampu melahirkan UMK yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing global, sejalan dengan agenda Asta Cita dalam memperkuat kewirausahaan dan ekonomi lokal.

Rekomendasi