7 Jenis Ular yang Bisa Muncul di Rumah Kosong, Ketahui untuk Langkah Efektif Penanganannya

Identifikasi tujuh jenis ular yang biasa ditemukan di rumah kosong dan pelajari cara penanganan yang aman, terutama saat musim hujan tiba.

Fardi Rizal
Oleh Fardi Rizal - Reporter
7 Jenis Ular yang Bisa Muncul di Rumah Kosong, Ketahui untuk Langkah Efektif Penanganannya
Ilustrasi Ular ((Photo by Alex on Unsplash))

Musim hujan sering kali menyebabkan peningkatan kemunculan ular di lingkungan pemukiman, termasuk di rumah yang tidak berpenghuni. Hal ini bukan sekadar mitos, melainkan merupakan perilaku alami ular yang dipicu oleh perubahan kondisi lingkungan. Ular biasanya mencari tempat yang aman untuk berlindung, kehangatan, serta sumber makanan seperti tikus yang juga kerap muncul saat musim hujan. Perubahan cuaca yang ekstrem, seperti banjir atau genangan air, sering kali memaksa ular untuk meninggalkan habitat aslinya. Dalam situasi ini, ular akan mencari tempat yang lebih kering dan hangat, termasuk di dalam rumah. Oleh karena itu, sangat penting bagi masyarakat untuk mengetahui jenis-jenis ular yang sering ditemukan di perumahan di Indonesia, baik yang berbisa maupun yang tidak. Dengan memahami ciri-ciri fisik, kebiasaan, dan potensi bahaya dari setiap jenis ular, kita dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang efektif untuk menjaga keamanan dan ketenangan di rumah.

Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang berbagai jenis ular yang mungkin muncul di rumah kosong selama musim hujan, alasan di balik kemunculannya, serta cara yang tepat untuk mengamankan lingkungan kita. Pengetahuan ini diharapkan dapat membantu masyarakat agar lebih waspada dan siap menghadapi kemungkinan adanya ular di sekitar mereka. Selain itu, dengan mengenali ular dan memahami perilakunya, kita dapat mengurangi risiko yang mungkin ditimbulkan. Mengingat pentingnya menjaga lingkungan tempat tinggal agar tetap aman, maka edukasi mengenai ular menjadi hal yang sangat krusial. Dengan demikian, kita dapat menciptakan suasana yang lebih nyaman dan aman bagi keluarga serta lingkungan sekitar.

Ular kobra jawa merupakan salah satu jenis ular yang paling berbahaya dan sering ditemukan di rumah-rumah kosong. Dengan warna tubuh yang bervariasi dari kecokelatan hingga hitam, ular ini memiliki ciri khas leher yang melebar ketika merasa terancam. Kobra jawa cenderung mencari tempat yang gelap, kering, dan jarang terganggu oleh manusia. Selain memiliki sifat yang agresif, ular ini juga mengandung bisa neurotoksin yang dapat menyerang sistem saraf manusia. Kehadirannya di rumah kosong sering kali tidak disadari karena ular ini mampu bersembunyi di tumpukan barang, kardus, atau celah-celah kecil. Kondisi rumah yang tidak terawat akan meningkatkan risiko kemunculan ular ini.

Untuk menjaga keamanan rumah, pemilik disarankan untuk menutup celah di pintu, merapikan barang-barang yang menumpuk, dan memastikan tidak ada tikus yang dapat menjadi sumber makanan bagi ular. Jika kobra jawa terlihat, sangat disarankan untuk menghubungi petugas pemadam kebakaran atau penyelamat ular profesional. Langkah-langkah ini penting untuk mencegah terjadinya insiden yang tidak diinginkan. Dengan perhatian dan tindakan yang tepat, risiko kehadiran ular berbahaya ini dapat diminimalisir, sehingga keamanan rumah dapat terjaga dengan baik.

Ilustrasi ular sanca
Ilustrasi ular sanca /credit: Pexels/Diego

Ular sanca kembang adalah spesies ular besar yang seringkali memasuki rumah kosong untuk mencari lokasi bertelur atau memburu tikus. Dengan ukuran yang dapat mencapai beberapa meter, ular ini menjadi sangat mencolok ketika muncul. Meskipun tidak memiliki bisa, lilitannya cukup kuat dan dapat berbahaya bagi hewan peliharaan. Rumah dengan plafon yang rusak atau ruang atap yang jarang dibersihkan menjadi tempat yang ideal bagi ular sanca kembang untuk bersembunyi. Selain itu, ular ini juga sering kali masuk melalui got atau saluran air. Kehadirannya dapat terdeteksi dari suara gesekan atau jejak kulit yang terkelupas.

Untuk mencegah ular sanca kembang masuk ke dalam rumah, penting untuk memastikan saluran air tertutup dengan baik, melakukan pemeriksaan rutin pada area atap, dan menutup akses masuk dari lubang-lubang besar. Jika ular ini sudah berukuran besar, sebaiknya warga meminta bantuan dari profesional untuk menangani situasi tersebut. Dengan langkah-langkah pencegahan yang tepat, risiko kehadiran ular sanca kembang dapat diminimalkan, sehingga lingkungan rumah tetap aman dan nyaman.

Ilustrasi Ular Hijau
Ilustrasi Ular Hijau /Photo by Suhas Dissanayake on Unsplash

Ular hijau ekor merah adalah jenis ular berbisa yang kerap ditemukan di daerah pepohonan, namun dapat juga memasuki rumah kosong jika habitatnya terganggu. Tubuhnya yang berwarna hijau cerah dengan ekor merah oranye menjadikannya mudah dikenali. Meskipun ukurannya kecil, bisa ular ini dapat mengakibatkan pembengkakan dan rasa nyeri yang sangat hebat. Rumah kosong dengan halaman yang rimbun atau tidak terawat sering menjadi tempat yang disukai oleh ular ini.

Ular hijau ekor merah dapat masuk ke dalam rumah melalui ventilasi atau celah-celah di dinding. Keberadaannya sering kali tidak terdeteksi karena kemampuannya untuk berkamuflase dengan dedaunan di sekitarnya. Oleh karena itu, pemilik rumah disarankan untuk memangkas tanaman liar, menjaga kebersihan pekarangan, dan memasang kawat pada ventilasi guna mencegah ular masuk. Jika bertemu langsung dengan ular ini, sebaiknya jangan mendekat dan segera hubungi petugas evakuasi ular untuk menangani situasi tersebut.

Ular welang memiliki pola tubuh yang mencolok dengan kombinasi warna kuning dan hitam, mirip dengan zebra. Meskipun penampilannya menarik, ular ini seringkali ditemukan di dalam rumah yang lembap, gelap, dan jarang dibersihkan. Bisa yang dihasilkan sangat kuat dan dapat menyebabkan dampak fatal jika tidak ditangani dengan cepat. Kehadiran ular welang biasanya terdeteksi di bawah tumpukan kayu, di dalam gudang, atau di ruangan yang tidak terpakai. Meskipun gerakannya lebih lambat dibandingkan dengan jenis ular berbisa lainnya, ular ini tetap berbahaya jika disentuh.

Rumah yang kosong menjadi tempat favorit bagi ular welang karena minimnya gangguan dari manusia. Untuk mencegah ular ini masuk ke dalam rumah, penting untuk menjaga agar area sekitar tetap kering, memasang penerangan yang cukup, dan secara rutin memeriksa setiap sudut rumah. Selain itu, hindari menyentuh benda-benda yang mencurigakan tanpa menggunakan sarung tangan. Dengan langkah-langkah pencegahan yang tepat, risiko kehadiran ular welang dapat diminimalisir, sehingga keamanan rumah dapat terjaga.

Ular ini termasuk salah satu jenis piton yang sering dijumpai di sekitar rumah penduduk. Meskipun tidak memiliki racun, ukurannya yang besar memungkinkan ular ini memangsa hewan peliharaan seperti ayam dan kucing. Piton batik kerap kali memasuki rumah yang tidak berpenghuni untuk mencari tempat berlindung yang aman. Ruang yang gelap dan berantakan menjadi lokasi ideal bagi ular ini untuk bersembunyi.

Umumnya, ular ini lebih sering terlihat di area bawah rumah, dapur yang tidak terpakai, atau ruang penyimpanan yang jarang diperiksa. Mereka menyukai lingkungan yang sejuk dan lembap. Salah satu cara untuk mencegah kehadiran ular ini adalah dengan menjaga kebersihan rumah dan memastikan tidak ada tikus yang berkeliaran. Melakukan pemeriksaan secara rutin, terutama di area bawah rumah atau gudang, sangat disarankan untuk menghindari kedatangan ular tersebut.

7 Jenis Ular yang Bisa Muncul di Rumah Kosong dan Cara Mengamankannya
Cara Melepaskan Diri dari Lilitan Ular Piton (Sumber: gemini.com) © 2025 Liputan6.com

Ular sawah umumnya dapat ditemukan di lahan pertanian, tetapi seringkali memasuki bangunan kosong ketika lingkungan sekitarnya terendam air. Ular ini memiliki ukuran yang sedang dan berwarna cokelat atau hitam. Walaupun tingkat bisa yang dimilikinya tidak terlalu tinggi, ular ini tetap bisa menggigit jika merasa terancam.

Bangunan kosong yang berada dekat dengan area persawahan berisiko tinggi untuk dimasuki oleh ular sawah. Ular ini biasanya bersembunyi di tempat-tempat seperti kamar mandi, saluran pembuangan, atau ruang-ruang yang lembap. Terkadang, jejak lumpur bisa menjadi petunjuk keberadaan ular tersebut. Untuk mencegah ular sawah masuk ke dalam rumah, pemilik perlu memastikan bahwa semua saluran air tertutup rapat dan tidak bocor. Pastikan juga kamar mandi selalu dalam keadaan kering dan bersih agar tidak menarik perhatian ular sawah untuk masuk ke dalam rumah.

Ilustrasi Ular
Ilustrasi Ular (Photo by Alex on Unsplash)

Ular air biasanya muncul di rumah kosong yang dekat sumber air atau kolam. Mereka non-berbisa, tetapi licin dan cepat sehingga sulit ditangkap. Ular ini mencari ikan, katak, atau serangga yang ada di rumah atau halaman.

Pencegahan efektif adalah menjaga area rumah tetap kering dan membersihkan kolam atau selokan secara rutin. Tutup lubang drainase dengan kawat ram agar ular air tidak masuk ke rumah.Jika ditemukan, gunakan tongkat atau jaring untuk memindahkannya ke kolam atau sungai terdekat. Jangan menyentuh langsung karena bisa tergelincir dan menggigit secara refleks.

Fenomena ular yang memasuki rumah saat musim hujan bukanlah sekadar mitos, melainkan merupakan perilaku alami ular yang dipicu oleh perubahan lingkungan. Ada beberapa faktor utama yang menyebabkan hal ini terjadi:

  1. Mencari Tempat Berlindung dari Genangan Air dan Banjir Musim hujan mengakibatkan habitat alami ular, seperti lubang di tanah atau semak-semak, terendam air atau bahkan mengalami banjir. Karena ular bernapas dengan paru-paru, mereka tidak dapat terus-menerus berada dalam air. Dalam kondisi ekstrem ini, ular terpaksa meninggalkan sarangnya dan mencari tempat yang lebih kering, aman, dan tinggi. Oleh karena itu, rumah atau bangunan manusia sering kali menjadi pilihan yang menarik bagi mereka.
  2. Mencari Kehangatan Ular termasuk hewan berdarah dingin (ektotermik) yang suhu tubuhnya bergantung pada suhu lingkungan sekitar. Saat musim hujan tiba, suhu udara biasanya lebih dingin dan lembap, membuat ular rentan terhadap hipotermia. Untuk menghindari kondisi tersebut, ular akan mencari tempat yang lebih hangat dan terlindung, seperti di bawah perabotan atau di sudut-sudut ruangan yang menawarkan suhu yang stabil.
  3. Mencari Mangsa Hewan pengerat seperti tikus, katak, dan serangga, yang menjadi makanan utama ular, juga sering mencari perlindungan di dalam rumah saat hujan. Peningkatan populasi mangsa ini menarik ular untuk mendekati area pemukiman manusia. Keberadaan tikus di dalam rumah menjadi daya tarik tersendiri bagi ular, sehingga rumah bukan hanya berfungsi sebagai tempat berlindung, tetapi juga sebagai lokasi perburuan yang strategis.
  4. Musim Kawin dan Penetasan Telur Musim hujan juga bertepatan dengan musim kawin dan penetasan telur bagi beberapa jenis ular. Meningkatnya aktivitas reproduksi ini membuat lebih banyak ular dewasa bergerak untuk mencari pasangan, dan anak-anak ular yang baru menetas juga akan menyebar untuk mencari tempat berlindung dan makanan. Induk ular, khususnya kobra, biasanya meletakkan telurnya di sekitar rumah pada bulan Agustus-September, dan telur-telur tersebut akan menetas pada bulan Oktober-Desember.

Untuk mencegah ular masuk ke dalam rumah, terutama pada musim hujan, kita dapat mengambil beberapa langkah pencegahan secara proaktif. Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat dilakukan:

  1. Jaga Kebersihan dan Kerapian Lingkungan Rumah Pastikan tidak ada sisa makanan atau sampah yang dapat menarik perhatian hewan pengerat, yang merupakan mangsa ular. Dengan membersihkan area yang mungkin menjadi tempat persembunyian ular dan membuang barang-barang yang tidak diperlukan, rumah yang bersih dan rapi akan lebih nyaman bagi penghuninya serta kurang menarik bagi ular.
  2. Tutup Setiap Celah dan Lubang Potensial Lakukan pemeriksaan dan tutup celah atau lubang yang terdapat di dinding, lantai, dan atap yang dapat menjadi jalan masuk bagi hewan. Ular dapat masuk melalui celah kecil yang tidak terdeteksi. Pastikan pintu dan jendela tertutup rapat atau gunakan kasa untuk mencegah ular masuk ke dalam rumah.
  3. Kurangi Populasi Tikus dan Katak di Sekitar Rumah Tikus adalah salah satu sumber makanan utama bagi ular. Oleh karena itu, penting untuk memastikan rumah tidak memiliki masalah tikus dengan menjaga kebersihan dan menutup setiap potensi sumber makanan mereka. Pasang jebakan tikus di lokasi strategis untuk mengendalikan jumlah populasi hewan pengerat tersebut.
  4. Pangkas Rumput dan Rapikan Tanaman Pangkas rumput hingga pendek dan rapikan tanaman semak di sekitar rumah. Ular cenderung bersembunyi di balik semak atau rumput yang tinggi karena mereka adalah hewan berdarah dingin. Tanaman yang terlalu lebat dapat menarik hewan kecil dan ular untuk bersembunyi di dalamnya.
  5. Hindari Menumpuk Barang di Area Gelap dan Lembap Ular suka bersembunyi di tumpukan barang, baik di sudut ruangan, halaman, maupun di gudang. Oleh karena itu, penting untuk merapikan barang-barang agar tidak menyisakan celah bagi ular untuk bersembunyi dan berdiam diri di tempat tersebut.
  6. Pasang Saringan di Saluran Air dan Lubang Pembuangan Ular juga dapat masuk melalui saluran air atau lubang pembuangan. Oleh karena itu, pasang kawat pada saluran pembuangan dan saringan di saluran air untuk menghalangi akses mereka ke dalam rumah.
  7. Gunakan Aroma yang Tidak Disukai Ular Aroma tajam dari bawang putih dan bawang bombay dapat mencegah dan mengusir ular karena kandungan asam sulfonatnya. Beberapa tanaman yang dikenal dapat mengusir ular berkat baunya yang tidak disukai adalah lidah mertua, marigold, tanaman sereh, dan daun mint. Selain itu, gunakan pembersih lantai dengan aroma menyengat seperti karbol atau Wipol, karena ular cenderung tidak menyukai bau yang tajam.
  8. Pelihara Hewan Pengusir Ular Alami Memelihara hewan seperti kucing, khususnya kucing kampung, dapat membantu menghalau ular yang berusaha masuk ke rumah. Kucing memiliki insting berburu yang kuat dan sering kali mampu mendeteksi serta mengusir ular.
  9. Menghubungi Ahli Satwa atau Petugas: Jika rumah berada di area rawan ular atau ular sudah masuk, langkah paling aman adalah memanggil petugas satwa liar atau jasa pengendalian hama profesional.Mereka memiliki peralatan dan teknik aman untuk menangkap dan memindahkan ular tanpa membahayakan penghuni rumah. Mengambil tindakan sendiri bisa berisiko terutama jika ular berbisa.Petugas juga bisa memberikan saran pencegahan tambahan agar rumah tetap aman dari ular di masa mendatang.
Rekomendasi