Lengkap! Doa dan Tata Cara Menyembelih Hewan Kurban untuk Diri Sendiri, Orang Lain, dan Tujuh Orang Sesuai Sunah

Pelajari doa menyembelih hewan kurban Idul Adha untuk diri sendiri dan orang lain sesuai sunah. Temukan juga tata cara penyembelihan yang benar di sini!

Titah Mranani
Oleh Titah Mranani - Reporter
Lengkap! Doa dan Tata Cara Menyembelih Hewan Kurban untuk Diri Sendiri, Orang Lain, dan Tujuh Orang Sesuai Sunah
Lengkap! Doa dan Tata Cara Menyembelih Hewan Kurban untuk Diri Sendiri, Orang Lain, dan Tujuh Orang Sesuai Sunah (Merdeka.com)

Ibadah kurban bukan sekadar prosesi menyembelih hewan. Ia adalah bentuk ketundukan hamba kepada Allah SWT yang penuh makna. Dalam setiap tetes darah yang mengalir, tersimpan doa, niat, dan pengharapan agar ibadah ini diterima oleh Sang Khalik. Oleh karena itu, penting bagi umat Muslim yang hendak berkurban untuk memahami tata cara serta doa menyembelih hewan kurban dengan benar, sesuai tuntunan syariat. 

Asal Usul Kurban: Jejak Pengorbanan Nabi Ibrahim AS 

Hewan Kurban
Hewan Kurban Pexels

Sejarah kurban bermula dari kisah monumental Nabi Ibrahim AS yang diuji kesetiaannya oleh Allah SWT. Dalam mimpinya, Ibrahim diperintahkan menyembelih putranya, Ismail. Tanpa ragu, beliau patuh menjalankan perintah tersebut. Namun, Allah menggantikan Ismail dengan seekor domba sebagai balasan atas ketulusan dan kepatuhan Ibrahim. 

Sejak peristiwa itulah, ibadah kurban menjadi simbol ketaatan dan bentuk pendekatan diri (taqarrub) kepada Allah, yang dilestarikan umat Islam hingga kini setiap tanggal 10 Dzulhijjah. 

Kurban: Ibadah Sunnah Muakkadah yang Sarat Keutamaan 

Para ulama menyepakati bahwa hukum berkurban adalah sunnah muakkadah bagi yang mampu. Namun dalam beberapa pendapat, berkurban bahkan bisa menjadi wajib jika seseorang memiliki kelapangan rezeki. Rasulullah SAW sendiri tidak pernah meninggalkan ibadah ini selama hidupnya, dan beliau menegaskan pentingnya menyembelih kurban dengan cara yang baik dan penuh keikhlasan. 

Tata Cara Menyembelih Hewan Kurban Sesuai Syariat 

Waktu yang Tepat Menyembelih Hewan Kurban dan Tata Caranya, Penjelasan Buya Yahya
Ulama kharismatik sekaligus Pengasuh LPD Al Bahjah, Buya Yahya. (YouTube Al Bahjah TV) Ulama kharismatik sekaligus Pengasuh LPD Al Bahjah, Buya Yahya. (YouTube Al Bahjah TV)

Untuk memastikan ibadah kurban sah dan bernilai ibadah, pelaksanaan penyembelihannya harus sesuai dengan syariat Islam. Berikut langkah-langkah yang perlu diperhatikan: 

Pastikan hewan kurban memenuhi syarat:

  1. Sehat, tidak cacat
  2. Usia mencukupi: kambing minimal 1 tahun, sapi dan kerbau minimal 2 tahun
  3. Alat penyembelihan (pisau) harus sangat tajam untuk menghindari penyiksaan hewan

Niat adalah pondasi utama ibadah. Bacaan niat bisa dilafalkan seperti berikut:

نَوَيْتُ أَنْ أُضَحِّيَ لِلَّهِ تَعَالَى

“Nawaitu an udhahhi lillahi ta’ala”

Artinya: “Saya niat berkurban karena Allah Ta’ala.”

Sebelum menyembelih, bacalah selawat dan takbir sebagai bentuk pengagungan kepada Allah dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW.

Sholawat:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Allâhumma shalli ‘alâ sayyidinâ Muhammad, wa ‘alâ âli sayyidinâ Muhammad.

Artinya: “Tuhanku, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya.”

Takbir dan Tahmid:

اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ، وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Allâhu akbar, Allâhu akbar, Allâhu akbar, walillâhil hamd.

Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji bagi Allah.”

Terdapat tiga macam doa yang bisa dibaca sesuai dengan niat dan siapa yang diwakili dalam kurban:

A. Doa Menyembelih Hewan Kurban untuk Diri Sendiri

اللَّهُمَّ هَذِهِ مِنْكَ وَإِلَيْكَ، فَتَقَبَّلْ مِنِّي يَا كَرِيمُ

Allâhumma hâdzihî minka wa ilaika, fataqabbal minnî yâ karîm.

Artinya: “Ya Allah, hewan ini dari-Mu dan untuk-Mu, maka terimalah kurban dariku, wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.”

B. Doa untuk Orang Lain

بِسْمِ اللهِ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُمَّ مِنْكَ وَإِلَيْكَ، فَتَقَبَّلْ مِنْ ... (sebutkan nama)

Bismillâh, wallâhu akbar. Allâhumma minka wa ilaika, fataqabbal min ...

Artinya: “Dengan nama Allah dan Allah Maha Besar. Ya Allah, hewan kurban ini dari-Mu dan untuk-Mu. Terimalah kurban ini dari (sebutkan nama orang).”

C. Doa untuk Tujuh Orang (dalam kurban sapi/unta)

اللَّهُمَّ هَذِهِ مِنْكَ وَإِلَيْكَ، فَتَقَبَّلْ مِنْ ... يَا كَرِيمُ

Allâhumma hâdzihî minka wa ilaika, fataqabbal min (sebutkan nama ketujuh orang) yâ karîm.

Artinya: “Ya Allah, hewan ini dari-Mu dan untuk-Mu, maka terimalah kurban dari kami (tujuh orang), wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.”

Setelah membaca doa, barulah hewan disembelih dengan cara yang syar’i:

  1. Posisi hewan dibaringkan menghadap kiblat
  2. Pisau disayatkan dengan satu gerakan tegas pada bagian tenggorokan (melewati saluran napas dan makanan)
  3. Dilarang menyiksa atau menyembelih hewan dalam kondisi tidak manusiawi

Setelah hewan mati sempurna, daging dipotong dan dibagikan sesuai ketentuan:

  1. Sepertiga untuk yang berkurban
  2. Sepertiga untuk sedekah
  3. Sepertiga untuk hadiah kepada kerabat atau tetangga

Distribusi daging sebaiknya menyasar fakir miskin dan daerah pelosok yang jarang menerima bantuan, sebagaimana misi lembaga-lembaga seperti Dompet Dhuafa dan BAZNAS.

Kurban Adalah Bentuk Rasa Syukur

Hewan Kurban
Hewan Kurban Pexels

Melaksanakan kurban bukan semata-mata soal menyembelih, tapi soal berbagi dan bersyukur. Lewat hewan kurban, kita diajarkan untuk peduli terhadap sesama, merelakan sebagian harta untuk diberikan kepada yang membutuhkan, dan meneladani pengorbanan Nabi Ibrahim AS.

Maka, mari sempurnakan ibadah kurban kita tahun ini dengan menyertakan niat yang benar, doa yang tepat, dan pelaksanaan yang sesuai syariat. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita semua. Aamiin.

Kurban, Jalan Menuju Rida Allah

Dengan memahami dan mengamalkan tata cara serta doa menyembelih hewan kurban ini, semoga ibadah kita menjadi amal saleh yang diterima. Ingatlah bahwa kurban bukanlah sekadar menyembelih hewan, tetapi menyembelih ego, hawa nafsu, dan rasa kepemilikan atas dunia. Karena sejatinya, semua adalah milik Allah dan kepada-Nya kita kembali.

Rekomendasi