Kosmetik dan skincare telah menjadi kebutuhan penting bagi banyak perempuan untuk merawat penampilan. Namun, seiring meningkatnya popularitas produk-produk kosmetik, risiko mendapatkan kosmetik berbahaya juga semakin tinggi.
Agar tidak salah memilih, ada baiknya mengenali ciri-ciri kosmetik berbahaya menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Dengan demikian, Anda dapat melindungi kesehatan kulit dan tubuh secara keseluruhan.
Advertisement
Ciri utama kosmetik berbahaya adalah tidak adanya izin edar dari BPOM. Kosmetik yang telah lolos pengujian oleh BPOM akan mencantumkan nomor izin edar pada kemasan. Produk yang tidak memiliki izin ini berarti belum melalui uji keamanan dan efektivitas, sehingga risiko mengandung bahan berbahaya lebih tinggi. Pastikan selalu memeriksa kemasan produk dan mencari nomor izin BPOM untuk memastikan keamanannya.
Advertisement
Produk kosmetik yang terlalu kental dan lengket bisa menjadi tanda adanya bahan yang tidak aman. Tekstur lengket ini menunjukkan bahwa produk mungkin mengandung zat berbahaya atau bahan pengental yang bisa mengiritasi kulit. Sebelum membeli kosmetik, coba aplikasikan sedikit di area kecil kulit untuk melihat reaksi yang ditimbulkan. Jika terasa lengket dan sulit meresap, pertimbangkan untuk tidak menggunakannya.
Advertisement
Menurut BPOM, bahan kimia seperti merkuri, hidrokinon, tretinoin, atau asam retinoat dilarang digunakan dalam kosmetik karena dapat membahayakan kesehatan kulit dan tubuh. Merkuri, misalnya, dapat menyebabkan kerusakan pada kulit dan gangguan kesehatan jangka panjang.
"Salah satu ciri kosmetik berbahaya menurut BPOM adalah mengandung bahan berbahaya yang dilarang seperti merkuri," ungkap BPOM. Produk yang mengandung bahan kimia ini biasanya menampilkan hasil instan namun berisiko merusak kulit dalam jangka panjang.
Advertisement
Kosmetik yang mengandung merkuri atau bahan logam lainnya sering kali memiliki bau logam yang kuat. Bahkan, produsen kosmetik ilegal mungkin menambahkan pewangi untuk menutupi aroma logam tersebut. Jika Anda mencium bau logam yang aneh pada kosmetik, ini bisa menjadi peringatan bahwa produk tersebut berbahaya dan mengandung zat kimia yang seharusnya tidak digunakan pada kulit.
Advertisement
Salah satu tanda kosmetik berbahaya yang mengandung merkuri adalah perubahan warna produk saat terkena sinar matahari. Menurut laporan dari Women's Health, kosmetik dengan kandungan merkuri akan berubah menjadi abu-abu atau hijau gelap. Jika produk kosmetik yang Anda gunakan mengalami perubahan warna seperti ini, segera hentikan pemakaian karena bahan berbahaya dalam kosmetik tersebut bisa memberikan dampak buruk pada kesehatan kulit Anda.
Advertisement
Kosmetik tiruan atau palsu sering kali diproduksi oleh pihak yang tidak berlisensi dan berisiko mengandung bahan-bahan berbahaya. Kosmetik tiruan ini umumnya memiliki kemasan yang menyerupai produk asli tetapi kualitasnya jauh di bawah standar. Kosmetik palsu ini juga tidak memiliki izin edar dari BPOM. Selalu waspada terhadap kosmetik yang harganya jauh lebih murah dari produk asli, dan pastikan membelinya dari sumber terpercaya.
Advertisement
Kosmetik yang mengandung merkuri atau bahan kimia berbahaya lainnya biasanya memiliki tekstur kasar, lengket, dan sulit menyatu dengan kulit. Selain itu, produk ini cenderung tidak lembut dan mungkin akan terasa mengganjal saat dioleskan. Kandungan merkuri dalam kosmetik menyebabkan tekstur kasar tersebut, karena zat kimia ini sulit bercampur dengan minyak alami kulit. Hindari produk dengan tekstur yang terasa aneh dan tidak nyaman saat diaplikasikan.
Advertisement
Memilih kosmetik yang aman sangat penting untuk menjaga kesehatan kulit dalam jangka panjang. Produk yang tidak aman tidak hanya dapat merusak kulit tetapi juga memengaruhi kesehatan secara keseluruhan. Dengan memahami ciri-ciri kosmetik berbahaya di atas, Anda bisa lebih selektif dalam memilih produk kecantikan dan terhindar dari risiko yang tidak diinginkan.