Di balik Dignitas, organisasi yang bantu 800 jiwa temui ajal

Organisasi nirlaba ini dituding sebagai penyebab maraknya 'wisata bunuh diri' di Jerman dan Swiss.

Tantri Setyorini
Oleh Tantri Setyorini- Reporter
Di balik Dignitas, organisasi yang bantu 800 jiwa temui ajal
Dignitas. © Purple Pilchards / Alamy

Sekilas melihat bangunan bercat biru ini, mungkin sebagian besar orang akan berpikir kalau ini cuma rumah biasa atau kantor perusahaan kecil yang tengah berkembang. Melihat lebih jauh ke dalam, Anda mungkin berpikir kalau tempat ini adalah klinik perawatan sederhana. Siapa yang bakal menduga berapa banyak pasien yang meregang nyawa di dalam apartemen sewaan itu? Ratusan orang berdatangan dari berbagai belahan dunia untuk mencabut nyawa sendiri di dalam bangunan tersebut.Selamat datang di Dignitas, organisasi yang membantu orang-orang dengan penyakit fisik akut untuk menjemput ajal. Menurut harian Der Tagesspiegel, pada tahun 2008 saja sudah ada 840 orang yang mengakhiri hidup di Dignitas, tepatnya di salah klinik Dignitas yang berada di Jerman dan Swiss. Jumlah ini semakin berlipat ganda dari tahun ke tahun.Sekilas tentang Dignitas dan bantuan untuk bunuh diri bagi mereka yang 'tak tertolong lagi'Dignitas merupakan organisasi nirlaba yang berdiri sejak tahun 1998. Penggagasnya adalah Ludwig Minelli, seorang pengacara asal Swiss. Dalam situs web mereka, Dignitas mengklaim kalau mereka mendukung pilihan manusia dalam memilih 'kehidupan dan akhir kehidupan' masing-masing. Mereka yang menderita penyakit fisik tak tersembuhkan, divonis tak akan hidup lama, atau menderita karena keterbatasan fisik bisa mendatangi Dignitas untuk mengakhiri hidup sesuai keinginan.

Ludwig Minelli berdiri di depan salah satu fasilitas Dignitas. ©2016 REX

Awalnya, organisasi ini beroperasi di Swiss di mana assisted suicide (bunuh diri dengan bantuan pihak kedua) diperbolehkan dalam kondisi tertentu. Namun Dignitas lantas mulai beroperasi di Zurich, Jerman. Sekarang, kebanyakan klien mereka berasal dari negerinya Hitler tersebut. Meskipun begitu, warga Inggris juga tercatat sebagai klien terbesar Dignitas.Hidup terhormat, mati pun harus terhormatDignitas beserta para kliennya beranggapan kalau mengakhiri hidup sendiri merupakan hak setiap orang. Setiap orang berhak hidup dan mati dengan terhormat. Jika seseorang merasa penyakit atau keterbatasan fisik membuat hidupnya terasa terlalu berat untuk dijalani, maka dia berhak memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.Sejak pertama kali berdiri, Dignitas telah menjadi sumber pemberitaan internasional. Sejumlah film dokumenter berdasarkan sudut pandang para klien telah dibuat dan beredar di dunia maya. Keberadaan organisasi ini menjadi perdebatan di antara para pendukung hak bunuh diri dan mereka yang menentangnya.Organisasi ini juga dituding sebagai pemicu maraknya 'wisata bunuh diri' di Swiss dan Jerman beberapa tahun terakhir.Butuh proses panjang dan serangkaian dokumen untuk mengakhiri hidupMeminta bantuan untuk bunuh diri kepada Dignitas sama sekali bukan urusan gampang. Butuh serangkaian proses dan sederet dokumen resmi untuk meyakinkan berbagai pihak kalau pasien memang 'pantas' mati."Ketika Anda siap mati, Anda harus mengirimkan salinan catatan medis Anda, surat yang menjelaskan mengapa kondisi ini tak tertahankan [bagi Anda] dan GBP 1.860," Kata Minelli seperti dilansir Express pada tahun 2008.

Pemandangan di salah satu kamar pasien Dignitas. ©2016 EPA

Dilansir BBC News, calon klien Dignitas harus menjalani konsultasi pribadi dengan beberapa personel Dignitas dan seorang dokter yang yang beroperasi secara independen. Dokter independen akan menilai keterangan dan dokumen yang diberikan oleh pasien.


Pasien juga harus membuat surat pernyataan yang menjelaskan keinginannya untuk mati, ditandatangani oleh saksi independen. Dalam kasus di mana klien tidak mampu menandatangani dokumen, mereka akan diminta untuk mengkonfirmasi identitas, menyatakan keinginan mereka untuk mati, dan mengkonfimasi bahwa keputusan mereka dibuat atas kehendak bebas dan sadar.Pada waktu yang disepakati, klien akan menghabiskan hari terakhirnya di salah satu fasilitas Dignitas yang ada di Swiss atau Jerman. Klien akan diberikan obat untuk melumpuhkan saraf-saraf. Biasanya dicampur dalam minuman atau cocktail. Tujuannya agar klien bisa menjemput ajal tanpa merasakan sakit. Beberapa menit sebelum pemberian dosis yang mematikan, ahli medis akan mengingatkan klien sekali lagi. "Jika Anda minum ini, Anda akan meninggal dunia. Apakah Anda yakin?"

Jackie Baker, salah satu klien Dignitas (meninggal pada bulan November 2015). ©2016 Wales News Service

Pasien diberi waktu untuk mempertimbangkan kembali keputusan mereka. Jika tiba-tiba klien berubah pikiran, prosedur akan segera dihentikan. Jika klien tetap meneruskan niatnya, tenaga dari Dignitas akan merekam keseluruhan prosedur sampai klien mengembuskan napas terakhir dan memberikan keterangan resmi kepada polisi serta pihak-pihak yang berkaitan.Dignitas, mesin pencetak uang berkedok organisasi nirlaba?Jumlah klien Dignitas yang terus meningkat membuat integritas organisasi ini mulai dipertanyakan. Dignitas mengklaim kalau mereka hanya menarik biaya-biaya yang berkaitan tanpa memperhitungkan profit. Namun menurut harian Der Tagesspiegel, Dignitas menutup rapat laporan keuangan mereka kepada publik. Sikap yang dinilai tak transparan ini lantas mengundang kritik dari berbagai pihak. Minelli, sang pendiri dituding memperkaya diri sendiri lewat kematian para kliennya.Dugaan ini dibenarkan oleh Soraya Wernli, mantan perawat di Dignitas selama 2 tahun. Dilansir DailyMail, Wernli juga menuduh Minelli dan Dignitas melakukan malapraktik. Wernli mengklaim kalau beberapa pasien tak benar-benar sakit parah, sementara beberapa di antaranya meregang nyawa dalam kesakitan. Minelli sendiri menyangkal tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Menurutnya, jika dia benar-benar melakukan penyimpangan yang dituduhkan, pihak berwenang pasti sudah bertindak. Namun sampai hari ini Dignitas memang masih tegak berdiri dan beroperasi.Bagaimana menurut Anda? Apakah Dignitas harus diperlakukan sebagai organisasi dengan praktik ilegal? Apakah Anda tidak keberatan dengan praktik yang dijalankan perusahaan ini, selama undang-undang yang berlaku di yurisdiksi operasi Dignitas tidak dilanggar?

Rekomendasi