Inspiratif, wanita ini keliling negeri untuk bela hak kaum difabel

Perempuan yang akrab disapa Mbak Sri ini mengalami kelumpuhan selama 10 tahun, sejak usia 23 tahun.

Tantri Setyorini
Oleh Tantri Setyorini - Reporter
Inspiratif, wanita ini keliling negeri untuk bela hak kaum difabel
Sri Lestari, staf UCP Roda Untuk Kemanusiaan. ©2015 Merdeka.com/UCP Roda Untuk Kemanusiaan

Perempuan yang akrab disapa Mbak Sri ini mengalami kelumpuhan sejak usia 23 tahun. Dan dia bermaksud melakukan perjalanan mengelilingi Indonesia untuk mengkampanyekan hak-hak warga yang bernasib sama dengannya.Mbak Sri telah membuka mata banyak orang lewat aksi Perjalanan Untuk Perubahan. Perjalanan kali ini merupakan kesempatan ketiga bagi Sri Lestari, staf UCP Roda Untuk Kemanusiaan (UCPRUK).Selama 10 tahun, Sri kesulitan untuk beraktivitas di luar rumah. Saat itu ia merasa kemandiriannya hilang dan tidak mampu melakukan apa-apa lagi."Saya telah turut merasakan apa yang seluruh difabel rasakan, yakni keterbatassan," ujar Sri.Kehidupannya berangsur seperti semula setelah Sri menggunakan kursi roda adaptif dan motor modifikasi dari UCPRUK. Bahkan dua tahun terakhir Sri telah berhasil mengelilingi Indonesia dari Banda Aceh hingga Jakarta dan dari Jakarta hingga Bali dengan menggunakan motor modifikasinya.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Photo source: UCP Roda Untuk KemanusiaanSejak Sri memperoleh 'kebebasannya' kembali, dia menjadi figur inspiratif bagi difabel maupun masyarakat luas. Dia telah mengunjungi lebih dari 25 kota dan menginspirasi ribuan orang melalui perjalanannya.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Photo source: UCP Roda Untuk KemanusiaanKini, Mbak Sri bermaksud mengadvokasi hak-hak kaum difabel lewat Perjalanan Untuk Perubahan mengelilingi Sulawesi yang berlangsung mulai tanggal 21 September 2015. Disaksikan pemerintah daerah setempat, Mbak Sri akan melalui jalur lintas Sulawesi dan singgah di beberapa kota, antara lain Gorontalo dan Tentena.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Photo source: UCP Roda Untuk KemanusiaanKhalayak dapat mengikuti perjalanan Mbak Sri melalui Facebook UCP Roda Untuk Kemanusiaan, Twitter (@ucpruk dan @sriklaten), Instagram (ucprukindonesia) dan Tumblr (perjalananmbasri.tumblr.com).Mbak Sri akan menutup 1.871 kilometer perjalanannya di Makassar pada tanggal 13 Oktober 2015. Perjalanan ini akan menjadi wadah refleksi dan rencana aksi nyata bagi difabel di Sulawesi dan seluruh Indonesia."Saya adalah contoh nyata bagaimana seorang difabel mampu berkembang dan mandiri karena memperoleh hak atas akses dan peluang di lingkungan sekitar maupun masyarakat luas," ujar perempuan asli Klaten, Jawa Tengah ini. "Dan saya bermimpi, akan muncul difabel lain yang jauh lebih berpotensi dan mandiri."

Rekomendasi