Istilah masakan Padang atau masakan Minang seolah sudah tak asing lagi di telinga orang Indonesia. Penamaan masakan Padang ini merupakan istilah untuk menyebut berbagai jenis warisan kuliner yang berasal dari wilayah Minangkabau, Sumatera Barat.
Jenis-jenis makanan khas Minangkabau atau masakan Padang sebenarnya tidak semua berasal dari kota Padang. Tak sedikit pula yang berasal dari kota-kota lain di sekitarnya. Beberapa di antaranya adalah kota Payakumbuh, Padang Pariaman, Solok, dan Bukittinggi. Daerah-daerah tersebut dikenal dengan tradisi kulinernya yang kaya.
Beberapa jenis menu masakan Padang yang populer antara lain adalah rendang, samba buruak, garang asem Padang, dendeng balado, gulai itiak, asam padeh tongkol, gulai tunjang, gajeboh, dan kapau.
Sejak dulu, masakan Padang telah melegenda dengan cita rasanya yang khas dan lezat. Kemudian karena banyak orang Minang yang merantau ke luar daerah Minangkabau, masakan Padang menjadi dikenal hingga hingga seantero Indonesia.
Tak cukup sampai di situ, masakan Padang juga telah melanglang buana hingga ke negara-negara lain dan benua di luar Asia. Bahkan, rendang Padang sempat dinobatkan sebagai peringkat pertama makanan terenak di dunia dalam World’s 50 Most Delicious Foods versi CNN International. Selanjutnya, masakan ini bertahan pada peringkat pertama hingga tahun 2019. Pada tahun 2018 lalu, rendang juga secara resmi ditetapkan sebagai satu dari lima kuliner nasional Indonesia.
Advertisement
Meskipun terkenal karena rasanya yang lezat, pengolahan masakan Padang disebut cukup rumit. Beberapa di antaranya bahkan menggunakan bahan yang sulit didapat di luar Pulau Sumatra.
Resep masakan Padang umumnya diajarkan turun-temurun, tapi ciri khas dari setiap tangan yang mengolahnya akan menghasilkan cita rasa yang berbeda pula. Bumbu-bumbu yang dipilih juga menjadi pembeda masakan Padang yang satu dengan lainnya.
Salah satu restoran masakan Padang yang terkenal memiliki cita rasa otentik adalah restoran MakCiak. Berasal dari keluarga juru masak—Aprizal dan keponakannya, Iwan—MakCiak menyajikan hidangan yang bercita rasa kaya dan intens.
“Memasaklah dengan cinta, karna memasak mampu menguraikan masalahmu,” kata head chef MakCiak, Aprizal.
Advertisement
Berdiri sejak 2015 di jantung kota Jakarta, MakCiak merupakan restoran melek digital yang dikemas melalui konsep kekinian dengan memadukan tradisi dan inovasi modern. Melalui konsistensi cita rasa dan pelayanannya, MakCiak kini berhasil memiliki 28 cabang. Pada akhir tahun 2022, MakCiak berencana memiliki 50 cabang.
“Cintailah pekerjaan apapun yang sedang kamu hadapi, lakukan dengan senyum dan keikhlasan,” sambung Aprizal.
Semua masakan MakCiak dibuat di dapur MakCiak oleh chef berpengalaman dengan bahan dan bumbu berkualitas tinggi yang berasal dari Minangkabau demi menjaga keaslian rasanya. Setelah itu, hidangan dikirim ke Kadai MakCiak dan disajikan kepada pelanggan dengan pelayanan terbaik.
Selain itu, MakCiak menjunjung empat nilai; yakni rasa yang kaya, pelayanan terbaik, harga yang terjangkau, serta lokasi restoran yang mudah ditemui.
“Keberhasilan merupakan akumulasi dari air mata, keringat, dan penderitaan,” pungkas Aprizal.