FOTO: Wajah Rusak Kena Serangan Air Keras Tak Surutkan Semangat Wanita Ini Menjadi Model Lookbook

Serangan air keras yang dilakukan mantan kekasihnya di masa lalu, tak menyurutkan eksistensinya tampil di Lookbook.

Debby Restu Utomo
Oleh Debby Restu Utomo - Reporter
FOTO: Wajah Rusak Kena Serangan Air Keras Tak Surutkan Semangat Wanita Ini Menjadi Model Lookbook
FOTO: Wajah Rusak Kena Serangan Air Keras Tak Surutkan Semangat Wanita Ini Menjadi Model Lookbook (Merdeka.com)

Lefranc (59) mengaku telah bangkit dari keterpurukannya. Bahkan sekarang ia tampil lebih percaya diri.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Duduk di rumahnya di kota Nivelles, Belgia, penyintas serangan air keras Patricia Lefranc melihat buku berisi foto-fotonya dirinya sebelum disiram air keras.

Serangan air keras yang dilakukan mantan kekasihnya pada 2009 itu, tak menyurutkan semangatnya untuk tampil di Lookbook. 
(Foto REUTERS / Yves Herman)

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

“Saya telah belajar melihat diri saya sendiri setelah (serangan itu). Jika saya melihat foto diri saya ini lima atau enam tahun lalu, saya pasti menangis," kata Lefranc.
(Foto REUTERS / Yves Herman)

"Terdengar kasar untuk mengatakannya – tapi, saya telah belajar (untuk menghadapi) keburukan ini. Ini saya." lanjutnya.
(Foto REUTERS / Yves Herman)

"Terdengar kasar untuk mengatakannya – tapi, saya telah belajar (untuk menghadapi) keburukan ini. Ini saya." lanjutnya.<br>(Foto REUTERS / Yves Herman)<br>
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Kini Lefranc (59) telah bangkit dari keterpurukannya. Bahkan sekarang ia tampil lebih percaya diri di Lookbook yang mengkampanyekan pentingnya kesadaran tentang dampak buruk dari kekerasan menggunakan cairan asam atau air keras.
(Foto REUTERS / Yves Herman)

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Lefranc menjadi juru kampanye dalam kampanye baru yang dijalani oleh sebuah organisasi dan badan amal non-profit Acid Survivors Trust International (ASTi). 
(Foto REUTERS / Yves Herman)

ASTi menemukan bahwa kasus serangan air keras ini kerap terjadi di negara-negara berkembang seperti Bangladesh, Kamboja, Pakistan dengan industri fesyen yang kuat.
(Foto REUTERS / Yves Herman)

ASTi menemukan bahwa kasus serangan air keras ini kerap terjadi di negara-negara berkembang seperti Bangladesh, Kamboja, Pakistan dengan industri fesyen yang kuat.<br>(Foto REUTERS / Yves Herman)<br>
Dok. Istimewa

Direktur eksekutif ASTi Jaf Shah sempat memberikan penjelasan Lookbook kepada Reuters.
(Foto REUTERS / Yves Herman)

Direktur eksekutif ASTi Jaf Shah sempat memberikan penjelasan Lookbook kepada Reuters.<br>(Foto REUTERS / Yves Herman)<br>
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Ia mengatakan “Lookbook ini merupakan alat advokasi yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan mendorong perusahaan untuk bertindak guna membantu mencegah serangan dengan menerapkan kontrol yang lebih ketat terhadap zat-zat korosif yang telah dijadikan senjata oleh sebagian besar laki-laki terhadap perempuan.”
(Foto REUTERS / Yves Herman)

Dia mengatakan target audiens lookbook ini adalah para eksekutif senior yang bekerja di industri fashion.
(Foto REUTERS / Yves Herman)

Dia mengatakan target audiens lookbook ini adalah para eksekutif senior yang bekerja di industri fashion.<br>(Foto REUTERS / Yves Herman)<br>
Dok. Istimewa

Jaf Shah juga mengatakan bahwa setidaknya ada 10.000 serangan air keras yang terjadi setiap tahun di seluruh dunia.
(Foto REUTERS / Yves Herman)

Jaf Shah juga mengatakan bahwa setidaknya ada 10.000 serangan air keras yang terjadi setiap tahun di seluruh dunia.<br>(Foto REUTERS / Yves Herman)<br>
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

“Sangat sedikit negara yang menjadikan serangan air keras sebagai pelanggaran spesifik sehingga kita tidak mengetahui jumlah total serangan yang terjadi secara global,” katanya.
(Foto REUTERS / Yves Herman)

Rekomendasi