Brigitte Trogneux dan Emmanuel Macron memang bukan pasangan pemimpin negara biasa. Jarak usia mereka yang terpaut 24 tahun, kisah cinta yang berawal dari ruang kelas, hingga kehadiran mereka dalam berbagai acara kenegaraan selalu menarik perhatian publik dunia. Namun, baru-baru ini, pasangan Presiden Prancis tersebut kembali mencuri perhatian lewat video viral yang memperlihatkan Brigitte seolah ‘menoyor’ kepala sang suami saat mereka turun dari pesawat.
Momen tersebut terjadi saat mereka berada di Vietnam, dan rekamannya dengan cepat menyebar di media sosial dan diberitakan oleh berbagai media internasional, termasuk Sky News dan People. Dalam video itu, Brigitte tampak menaruh kedua tangannya di wajah Macron, lalu menepuk ringan kepalanya seperti seorang istri yang sedang kesal atau menggoda. Reaksi warganet pun terbagi: sebagian menganggap itu lucu, sementara yang lain berspekulasi soal keretakan hubungan mereka.
Namun Emmanuel Macron dengan tegas membantah adanya masalah. Dalam pernyataan singkatnya, ia mengatakan, “Itu cuma candaan saya dan istri, seperti biasa.” Presiden Prancis yang menjabat sejak 2017 ini tampaknya sangat paham bagaimana tingkah laku mereka bisa memicu interpretasi beragam, tapi ia juga tahu cara menanganinya dengan santai.
@thesun Bizarre moment Emmanuel Macron is SLAPPED by his wife Brigitte while ‘bickering’ as they got off plane in Vietnam. Full story above. #emmanuelmacron #macron #vietnam #brigittemacron ♬ ■ News News-Drone-IT-AI(963995) - ImoKenpi-Dou
Advertisement
Kisah cinta Macron dan Brigitte memang jauh dari kata konvensional. Mereka pertama kali bertemu saat Macron masih remaja berusia 15 tahun dan Brigitte adalah guru sastra di sekolahnya di kota Amiens. Saat itu, Brigitte masih menjadi istri orang lain dan ibu dari tiga anak. Namun, interaksi mereka di panggung teater sekolah membuat benih-benih cinta mulai tumbuh.
Meski mendapat penolakan keras dari keluarga Macron—bahkan sang ibu menyuruh Brigitte menjauh dari anaknya sampai Macron berusia 18 tahun—keduanya tetap saling berkirim surat dan menjaga komunikasi. “Saya tidak bisa janji apa-apa,” begitu jawaban Brigitte ketika diminta menjauh oleh orang tua Macron.
Macron sendiri tak menyerah. Saat dikirim ke Paris untuk melanjutkan sekolah, ia dengan percaya diri berkata pada gurunya itu, “Saya akan kembali dan menikahimu.” Dan janji itu ia tepati. Mereka resmi menikah pada tahun 2007, setelah Brigitte resmi bercerai. Kala itu, Macron berusia 29 tahun, dan Brigitte 54 tahun.
Advertisement
Sejak Macron memulai karier politiknya, Brigitte selalu berada di sisinya. Selama masa kampanye 2017, peran Brigitte sangat penting—ia bukan hanya pendamping, tapi juga mentor sekaligus penasihat yang dipercayai penuh oleh Macron. “Saya bisa memimpin lebih baik kalau saya bahagia. Dan Brigitte adalah sumber kebahagiaan saya,” ujar Macron suatu kali.
Namun, ia juga menegaskan tidak akan memberikan posisi resmi di pemerintahan kepada sang istri. “Saya ingin istri saya menduduki posisi Ibu Negara yang tidak memiliki status resmi dalam pemerintahan Prancis,” jelasnya. Ia bahkan menyinggung skandal Francois Fillon, mantan calon presiden yang memperkerjakan istrinya dengan gaji tinggi tanpa tugas nyata, sebagai pelajaran yang tak ingin ia ulangi.
Brigitte, meskipun tidak memiliki jabatan formal, tetap aktif mendampingi Macron dalam berbagai kegiatan kenegaraan. Ia sering hadir dalam forum internasional, menjamu tamu-tamu negara, hingga aktif dalam berbagai kampanye sosial.
Advertisement
Perbedaan usia mereka, yang menjadi bahan candaan publik, justru dianggap sebagai kekuatan oleh pasangan ini. Dalam wawancara dengan Elle France, Brigitte pernah mengatakan, “Kami sering bercanda soal usia. Aku dengan kerutan-kerutanku, dan dia dengan wajah segarnya. Tapi begitulah hidup. Kalau aku tidak memilih hidup bersamanya, aku pasti menyesal.”
Bahkan, saat rumor tak sedap menyebar, mereka tetap kompak. Macron pernah diserang isu memiliki hubungan gelap sesama jenis. Ia menanggapinya dengan seloroh, “Kalau aku punya kehidupan ganda, pasti hologramku yang berkeliaran!” Sedangkan Brigitte sempat digugat hoaks bahwa dirinya adalah transgender. Ia pun membawa kasus tersebut ke pengadilan dan menang, mendapatkan ganti rugi sebesar €8.000 pada tahun 2024.
Advertisement
Kembali ke insiden ‘tepukan’ di pesawat, publik kini melihat sisi lain dari pasangan pemimpin negara ini. Alih-alih pertengkaran, momen tersebut menunjukkan dinamika hubungan mereka yang penuh keakraban dan humor. Dalam banyak wawancara, Macron sendiri mengakui bahwa cinta adalah bagian dari “keseimbangan hidup” yang ia jaga. Dan, seperti layaknya pasangan lain, candaan fisik kecil seperti itu adalah bagian dari kehidupan mereka sehari-hari.
Video yang viral itu pun akhirnya lebih banyak ditanggapi dengan tawa dan kekaguman. Banyak yang menyebut pasangan ini sebagai simbol keberanian untuk mencintai di luar norma umum, dan mampu mempertahankan hubungan yang sehat meski terus menjadi sorotan dunia.
Advertisement
Brigitte Trogneux dan Emmanuel Macron telah membuktikan bahwa cinta sejati tak mengenal usia, status, ataupun stigma sosial. Dari panggung teater sekolah hingga panggung dunia internasional, mereka berjalan beriringan dalam suka dan duka, termasuk dalam momen ‘tonjokan manja’ yang justru memperlihatkan kedekatan mereka.
Mereka bukan hanya pasangan Presiden dan Ibu Negara, tapi juga sahabat hidup yang tak ragu menunjukkan sisi manusiawi mereka. Dan siapa sangka, kadang satu tepukan kecil bisa menjadi pengingat bahwa bahkan di antara formalitas kenegaraan, ada ruang untuk cinta yang tulus dan spontanitas yang hangat.