Pasukan Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran semalam mengumumkan mereka telah meluncurkan gelombang kedua belas serangan rudal terhadap Israel.
Dilansir Kurdistan24, Kamis (19/6), menurut pernyataan yang diterbitkan oleh Kantor Berita Tasnim, IRGC mengatakan:
“Mulai hari ini, kami membuka gerbang neraka bagi Israel, dan rudal-rudal kami serta gemuruh kekuatan udara kami tidak akan berhenti sampai kami menyeret musuh keluar dari bawah bunker mereka.”
Serangan terbaru, sebagaimana disebutkan dalam pernyataan tersebut, dilakukan dalam dua tahap dan menonjolkan penggunaan rudal Sejjil—sistem rudal balistik berbahan bakar padat dua tahap yang dikembangkan secara domestik.
BREAKING:
— Megatron (@Megatron_ron) June 18, 2025
🇮🇱🇮🇷 Iran just shot an unusual Ballistic missle against Israel
Missile trajectory indicates likely Khorramshahr-type missile for the first time pic.twitter.com/IeCpO37ofr
Advertisement
IRGC mengklaim serangan tersebut telah semakin melemahkan sistem pertahanan udara Israel.
“Malam ini, dalam dua tahap dan menggunakan rudal Sejjil, kami menyerang Israel,” bunyi pernyataan tersebut.
“Selain itu, dengan dukungan rakyat Iran yang heroik, angkatan bersenjata Republik Islam Iran telah menghancurkan sistem pertahanan udara Israel, dan kini langit di wilayah pendudukan telah menjadi arena permainan bagi rudal dan drone Iran.”
Radio Angkatan Bersenjata Israel kemarin melaporkan sekitar delapan rudal diluncurkan dari Iran menuju wilayah Israel.
Advertisement
Perkembangan ini menyusul serangan udara dan drone Israel pada pagi hari Jumat, 13 Juni, yang menargetkan fasilitas nuklir Iran, situs produksi rudal balistik, dan menyebabkan kematian beberapa pejabat militer dan ilmuwan nuklir Iran.
Pada malam harinya, Iran membalas dengan meluncurkan ratusan rudal balistik menuju Tel Aviv. Meskipun sistem pertahanan Israel berhasil mencegat banyak rudal, sejumlah rudal menembus perisai tersebut, menyebabkan kerusakan pada bangunan tempat tinggal.
Pernyataan terbaru IRGC dan penggunaan teknologi balistik jarak jauh yang berkelanjutan menandai eskalasi signifikan dalam konflik yang sedang berlangsung antara kedua musuh regional ini.