Trump Ingin Pasang Iron Dome di Dalam Negeri, Minta Disiapkan dalam Waktu 60 Hari
Selama kampanye, Trump berulang kali menegaskan komitmennya untuk membangun sistem pertahanan mirip Iron Dome yang ada di Israel untuk Amerika Serikat.
Presiden Donald Trump telah memberikan instruksi kepada Menteri Pertahanannya, Pete Hegseth, untuk menyusun rancangan sistem pertahanan rudal Iron Dome untuk Amerika Serikat (AS) dalam jangka waktu 60 hari. Perintah eksekutif yang dikeluarkan pada hari Senin (27/1/2025) mengungkapkan, "Dalam waktu 60 hari sejak tanggal perintah ini, menteri pertahanan harus: (a) Mengajukan kepada presiden referensi arsitektur, persyaratan berbasis kemampuan, dan rencana implementasi untuk perisai pertahanan rudal generasi berikutnya."
Dokumen tersebut juga menjelaskan bahwa arsitektur yang dimaksud akan mencakup strategi untuk menangani ancaman dari rudal balistik, hipersonik, dan rudal jelajah yang canggih. Selain itu, akan ada upaya untuk mempercepat peluncuran sensor berbasis luar angkasa guna melacak rudal hipersonik dan balistik, serta mengembangkan interceptors yang mampu menetralkan rudal pada fase dorongnya. Petunjuk ini menunjukkan bahwa serangan rudal dan udara yang canggih tetap menjadi ancaman paling serius bagi AS.
Dalam pernyataan pada hari pelantikannya, Trump menegaskan komitmennya untuk mengarahkan angkatan bersenjata dalam mengembangkan dan membangun sistem pertahanan rudal Iron Dome. Ia juga menekankan bahwa penguatan pertahanan nasional akan menjadi prioritas utama dalam pemerintahannya.
Lebih rentan dibandingkan kaca
Sistem pertahanan rudal Iron Dome terkenal karena penggunaannya oleh Israel. Namun, konflik yang terjadi di Lebanon dan Jalur Gaza, serta serangan rudal yang diluncurkan dari Yaman dan Iran, menunjukkan bahwa sistem ini memiliki kelemahan. Dalam setahun terakhir, Iron Dome sering kali tidak berhasil mencegat rudal balistik dari Yaman yang diarahkan ke Tel Aviv sebagai bentuk dukungan terhadap Jalur Gaza. Yang mengejutkan, operasi Iran yang dikenal dengan nama True Promise berhasil menembus sistem Iron Dome dan memasuki wilayah udara yang dikuasai oleh Israel tanpa banyak rintangan. Dalam situasi ini, Presiden Iran Masoud Pezeshkian meremehkan efektivitas sistem tersebut, dengan menyatakan, "Angkatan Bersenjata Iran sekali lagi telah menunjukkan bahwa sistem pertahanan rezim pendudukan Israel lebih rapuh dari kaca."