Temuan ini membuktikan adanya ritual persembahan kepada dewi Matar kesuburan dan kemakmuran bangsa Frigia kuno.
Baru-baru ini arkeolog menemukan sebuah situs keagamaan kuno peninggalan bangsa Frigia berisi oven dan perapian kuno sekitar abad ke-7 SM.
Situs ini ditemukan selama penggalian di Kastil Midas yang berada di Lembah Midas Yazilikaya distrik Han Eskisehir, Turki bersama Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata yang dipimpin oleh Yusuf Polat dari Universitas Anadolu.
Dilansir Arkeonews, perapian dan tempat pemanggang yang ditemukan ini digunakan oleh orang Frigia untuk memanggang roti dengan isian daging sapi dan domba yang sudah dikorbankan sebelumnya untuk ritual keagamaan.
Polat menjelaskan mereka memperoleh temuan penting itu di sekitar altar batu.
"Untuk pertama kalinya, berkat penggalian ekstensif yang dilakukan di depan altar Frigia, kami telah menentukan keberadaan tempat-tempat di mana persiapan untuk ritual yang dilakukan di depan altar dilakukan. Ada perapian dengan pondasi batu sederhana dan konstruksi kayu,” ujar Polat.
Advertisement
Temuan patung dewi Matar
"Menurut penilaian pertama yang kami buat, tempat suci ini berasal dari abad ke-8 hingga ke-7 SM, yaitu Periode Frigia Tengah,” kata Polat.
Selain oven dan perapian kuno, para peneliti juga menemukan empat cekungan batu yang diukir di landasan berbatu bersama dengan batu yang melambangkan “dewi ibu Matar”.
Matar Kubileya adalah Dewi Ibu yang disembah dan dipuja secara luas oleh bangsa Frigia kuno. Ia adalah dewa terpenting dalam agama Frigia kuno yang melambangkan perburuan, perang, kemakmuran dan digambarkan sebagai perempuan yang ditemani sosok singa dan elang di sebelahnya.
Polat mengatakan, “Mangkuk batu dan keberadaan berhala yang ditemukan di dekat mangkuk merupakan bukti nyata bahwa area ini disucikan oleh dewi ibu untuk ritual kelimpahan dan kesuburan.”
Para peneliti juga memastikan daerah tersebut telah dihuni selama 250.000 tahun yang dibuktikan dari peralatan batu Paleolitikum Awal selama survei permukaan.
Reporter Magang: Elma Pinkan Yulianti