Penemuan ini belum pernah terjadi sebelumnya di dunia hewan.
Penelitian baru mengungkapkan, gigi komodo mempunyai lapisan besi khusus. Lapisan tersebut membuat gigi mereka tetap tajam. Penemuan ini belum pernah terjadi sebelumnya di dunia hewan.
Para ilmuwan menyebutnya sebagai “adaptasi predator yang mencolok dan sebelumnya diabaikan pada komodo", seperti dikutip dari Greek Reporter, Senin (29/7).
Peneliti menemukan lapisan khusus tersebut ketika mereka melihat warna oranye pada ujung dan tepi gigi komodo. Ketika mereka melihat lebih dekat, mereka menemukan bahwa enamel tersebut kaya akan zat besi. Besi ini membuat giginya menjadi keras dan kuat, sehingga membantu komodo mengobrak-abrik mangsanya.
Dalam penelitian terbaru, para peneliti di King's College London menggunakan pencitraan canggih dan berbagai metode analisis untuk memeriksa gigi komodo dan reptil lainnya, termasuk biawak, buaya, aligator, dan dinosaurus.
Advertisement
Mereka menemukan, gigi komodo memiliki lapisan besi yang mencolok.
Lapisan kaya zat besi serupa juga ditemukan pada gigi reptil lainnya.
“Sepertinya ini adalah ciri gigi reptil yang diabaikan namun tersebar luas," kata Aaron LeBlanc, dosen biosains gigi di King’s College dan penulis utama studi tersebut.
Komodo memiliki gigi melengkung dan bergerigi mirip dengan gigi dinosaurus pemakan daging seperti Tyrannosaurus rex. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di Nature Ecology & Evolution, Aaron LeBlanc dan timnya bertujuan untuk mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana dinosaurus menggunakan giginya.
Advertisement
Mereka menemukan lapisan besi yang kuat pada banyak gigi reptil yang masih hidup, namun tidak menemukan lapisan tersebut pada fosil dinosaurus. Para peneliti yakin zat besi mungkin masih ada di gigi dinosaurus, tapi bisa saja hilang seiring berjalannya waktu.
Komodo adalah hewan jenis kadal terbesar di dunia. Hewan ini bisa tumbuh dengan panjang sampai 3 meter dan beratnya bisa mencapai 80 kilogram.
Komodo memangsa burung-burung kecil sampai hewan yang lebih besar seperti kerbau air dan bahkan sesama komodonya. Ada juga kasus di mana komodo menyerang manusia.
Pada 2007, seorang anak di Pulau Komodo, NTT tewas setelah digigit komodo. Dua tahun kemudian, seorang pemetik buah tewas digigit dua ekor komodo setelah jatuh dari pohon.
Komodo terancam punah karena habitat mereka dirusak dan diburu secara ilegal. Menurut laporan The Guardian, hanya sekitar 3.500 ekor komodo yang masih tersisa di alam liar.