Setelah Turbulensi Air India Phuket–Delhi, Tes Narkoba Kapten Mengungkap Temuan

Otoritas India memeriksa insiden turbulensi pesawat Air India Phuket–Delhi. Tes narkoba kapten memunculkan temuan. Begini perkembangannya.

Septian Deny
Oleh Septian Deny - Reporter
Setelah Turbulensi Air India Phuket–Delhi, Tes Narkoba Kapten Mengungkap Temuan
Maskapai Air India tengah parkir di sebuah bandara. (Dok. AFP/Sajjad Hussain)

Kapten pesawat Air India pada penerbangan Phuket–Delhi dinyatakan positif menggunakan mariyuana (ganja) dalam tes konfirmasi narkoba. Menurut seorang sumber yang mengetahui perkara ini, hasilnya keluar pada Selasa (11/8). Informasi tersebut dikutip dari Channel New Asia, Rabu (12/8/2026).

Pada hari yang sama, Kementerian Penerbangan Sipil India memanggil CEO Air India Campbell Wilson untuk dimintai penjelasan atas insiden pekan lalu ketika pesawat tiba-tiba kehilangan ketinggian sekitar 300 kaki.

Air India maupun Kementerian Penerbangan Sipil India belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait hasil tes tersebut.

Wilson sebelumnya menyampaikan kepada sejumlah media bahwa maskapai telah menyerahkan informasi kepada kementerian mengenai perkembangan penyelidikan.

Cedera 13 Penumpang dan 4 Awak Saat Ketinggian Turun

Pemanggilan terhadap pimpinan maskapai dilakukan beberapa hari setelah otoritas India membuka penyelidikan atas insiden yang menyebabkan 13 penumpang dan empat awak kabin mengalami cedera.

Pemerintah menyebut peristiwa di udara itu sebagai "momentary altitude variation" saat pesawat melintas di atas negara bagian Odisha, India bagian timur.

Insiden terjadi pekan lalu di tengah penerbangan rute Phuket–Delhi.

Kronologi Penerbangan Phuket–Delhi

Pesawat berangkat dari Phuket, kota tujuan wisata di Thailand, menuju Delhi.

Di dalamnya terdapat 137 penumpang dan delapan awak kabin.

Meski sempat mengalami perubahan ketinggian secara tiba-tiba, pesawat berhasil mendarat dengan selamat di Delhi. Pesawat yang terlibat merupakan Airbus A320neo.

Proses Tes dan Posisi Saham Air India

Pada Minggu, Kementerian Penerbangan Sipil India menyatakan pemeriksaan awal terhadap sang kapten terkait zat psikoaktif menghasilkan temuan yang mengharuskan dilakukan tes laboratorium konfirmasi.

Air India sebelumnya menyebut belum menerima informasi mengenai hasil pemeriksaan tersebut.

Air India mayoritas dimiliki Tata Group, sementara Singapore Airlines memiliki sekitar 25 persen saham di maskapai tersebut.

Rekomendasi