FOTO: Dirayakan Penuh Warna di Budapest, Rubik, Permainan Teka-Teki Terpopuler Dunia Genap Berusia Setengah Abad

50 Tahun penemuan Rubik dirayakan dengan melakukan flashmob dengan Kubus Rubik di Budapest.

Debby Restu Utomo
Oleh Debby Restu Utomo - Reporter
FOTO: Dirayakan Penuh Warna di Budapest, Rubik, Permainan Teka-Teki Terpopuler Dunia Genap Berusia Setengah Abad
FOTO: Dirayakan Penuh Warna di Budapest, Rubik, Permainan Teka-Teki Terpopuler Dunia Genap Berusia Setengah Abad (Merdeka.com)

Murid-murid di Hungaria berkumpul di jantung kota Budapest untuk merayakan ulang tahun ke-50 Kubus Rubik, permainan teka-teki mekanik yang telah menjadi ikon global. 

Acara ini diwarnai dengan flashmob spektakuler yang melibatkan ratusan murid dari berbagai sekolah di seluruh negeri. Mereka masing-masing memegang Kubus Rubik berwarna-warni. Foto: Ferenc ISZA / AFP<br>
Dok. Istimewa
Kubus Rubik pertama kali diciptakan pada tahun 1974 oleh Erno Rubik, seorang profesor arsitektur asal Hungaria. Foto: Ferenc ISZA / AFP<br>
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Awalnya, Rubik menciptakan kubus ini sebagai alat bantu mengajar untuk membantu murid-muridnya memahami konsep ruang tiga dimensi. Foto: Ferenc ISZA / AFP

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Namun, sejak saat itu, Kubus Rubik telah berkembang menjadi salah satu permainan teka-teki paling populer di dunia, dengan lebih dari 500 juta kopi terjual di seluruh dunia. Foto: Ferenc ISZA / AFP

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Perayaan 50 tahun di Budapest ini tidak hanya menjadi ajang untuk mengenang pencapaian Erno Rubik, tetapi juga menjadi simbol kebanggaan nasional bagi rakyat Hungaria. Foto: Ferenc ISZA / AFP

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Mereka menggelar flashmob di depan Basilika Santo Stefanus di Budapest dengan menampilkan aksi para murid secara serentak memutar dan menyelesaikan Kubus Rubik mereka. Foto: Ferenc ISZA / AFP

Dengan perayaan ini, murid-murid di Hungaria tidak hanya menghormati penciptaan Kubus Rubik, tetapi juga merayakan semangat inovasi dan pendidikan yang terus hidup di hati bangsa mereka. Foto: Ferenc ISZA / AFP
Dok. Istimewa
Rekomendasi