Media Israel Ungkap Netanyahu Sangat Tertekan dan Ketakutan Bakal Ditangkap Mahkamah Internasional Atas Genosida di Gaza

Mahkamah Internasional diperkirakan akan segera mengeluarkan surat penangkapan untuk Netanyahu.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Media Israel Ungkap Netanyahu Sangat Tertekan dan Ketakutan Bakal Ditangkap Mahkamah Internasional Atas Genosida di Gaza
Media Israel Ungkap Netanyahu Sangat Tertekan dan Ketakutan Bakal Ditangkap Mahkamah Internasional Atas Genosida di Gaza (Merdeka.com)

Mahkamah Internasional diperkirakan akan segera mengeluarkan surat penangkapan untuk Netanyahu.

Mahkamah Pidana Internasional (ICC) diperkirakan bakal segera mengeluarkan surat penangkapan untuk Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu atas genosida di Jalur Gaza, Palestina. Menanggapi kemungkinan ini, Netanyahu dilaporkan ketakutan dan tertekan, seperti diberitakan koran Israel, Maariv.

Dikutip dari Middle East Eye, Maariv melaporkan Netanyahu "ketakutan dan sangat tertekan" oleh kemungkinan dikeluarkannnya perintah penangkapan dalam waktu dekat oleh ICC.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

“Dalam beberapa hari terakhir, dia melakukan panggilan telepon secara maraton dalam upaya untuk menekan setiap faktor yang relevan dalam masalah ini, dengan penekanan pada Biden," tulis koran tersebut, seperti dikutip dari Quds News Network.

Sumber-sumber mengungkapkan kepada Maariv, mereka meyakini perintah penangakapan itu hanya tinggal menunggu waktu.

Sumber-sumber mengungkapkan kepada Maariv, mereka meyakini perintah penangakapan itu hanya tinggal menunggu waktu.
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Maariv juga melaporkan, Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant dan Panglima Angkatan Bersenjata Israel, Herzi Halevi juga kemungkinan berada dalam daftar perintah penangkapan.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Afrika Selatan menuntut Israel di ICC yang berbasis di Den Haag, Belanda, atas tuduhan genosida yang berlangsung sejak 7 Oktober 2023 di Gaza.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Agresi brutal Israel di Gaza telah menewaskan sekitar 34.000 warga sipil, sebagian besar perempuan dan anak-anak.

Pada 26 April, Netanyahu mengatakan di X, "di bawah kepemimpinan saya, Israel tidak akan pernah menerima upaya apapun oleh Mahkamah Pidana Hague untuk merusak hak fundamentalnya (Israel) untuk membela diri".

Pada 26 April, Netanyahu mengatakan di X, "di bawah kepemimpinan saya, Israel tidak akan pernah menerima upaya apapun oleh Mahkamah Pidana Hague untuk merusak hak fundamentalnya (Israel) untuk membela diri".
Dok. Istimewa
Rekomendasi