Arkeolog Temukan 82 Pecahan Tembikar Saat Gali Timbunan Sampah, Dibuat Suku Aborigin 3.000 Tahun Lalu

Ini merupakan produk tembikar buatan lokal paling awal yang ditemukan di Australia sebelum kedatangan orang Eropa.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Arkeolog Temukan 82 Pecahan Tembikar Saat Gali Timbunan Sampah, Dibuat Suku Aborigin 3.000 Tahun Lalu
Arkeolog Temukan 82 Pecahan Tembikar Saat Gali Timbunan Sampah, Dibuat Suku Aborigin 3.000 Tahun Lalu (Merdeka.com)

Ini merupakan produk tembikar buatan lokal paling awal yang ditemukan di Australia sebelum kedatangan orang Eropa. 

Suku Aborigin di Australia memproduksi tembikar sekitar 2.000 tahun lalu di sebuah pulau terpencil sekitar 35 kilometer lepas pantai Queensland. Para peneliti mengatakan, penemuan tembikar tertua di Australia ini telah menantang “stereotip kolonialis”.


Arkeolog menemukan 82 pecahan tembikar yang berusia antara 2000 dan 3000 tahun di Gugusan Pulau Kadal (Jiigurru), di lepas pantai Queensland Utara Jauh.

Sumber: Arkeonews

Dok. Istimewa
© Sean Ulm

Para arkeolog menggali timbunan sampah sedalam 2,4 meter selama dua tahun untuk menemukan bukti adanya permukiman di pulau tersebut. 

Mereka menemukan sisa-sisa kerang dan ikan yang dikumpulkan dan dimakan penghuni Jiigurru.


Pecahan tembikar ditemukan kurang dari 1 meter di bawah permukaan tanah, yang merupakan tembikar tertua yang pernah ditemukan di Australia.

Dok. Istimewa
© Sean Ulm

Situs ini memberikan bukti tempat tinggal manusia selama sekitar 6.000 tahun, mengungkapkan Jiigurru sebagai pulau lepas pantai paling awal yang diketahui berada di Great Barrier Reef bagian utara.

Pecahan tembikar itu merupakan produk buatan lokal paling awal yang ditemukan di Australia sebelum kedatangan orang Eropa. Ini membantah anggapan sebelumnya bahwa orang Australia paling awal tidak memproduksi keramik atau tidak memiliki teknologi maritim untuk memproduksi keramik dalam jangka waktu yang lama.


Dalam makalah mereka di jurnal Quaternary Science Review, para peneliti berpendapat bahwa penemuan tersebut menunjukkan masyarakat Aborigin di Pulau Kadal tidak hanya mengetahui tentang tembikar ribuan tahun sebelum penjajahan Eropa tetapi juga membuatnya sendiri.

Salah satu penulis studi dan profesor arkeologi suku asli Universitas Monash, Ian McNiven mengatakan temuaan ini dapat membuka “babak baru dalam sejarah Australia".


“Temuan ini tidak hanya membuka babak baru dalam arkeologi Australia, Melanesia, dan Pasifik tetapi juga menantang stereotip kolonialis dengan menyoroti kompleksitas dan inovasi komunitas Aborigin,” kata Profesor McNiven.

Dok. Istimewa
©Steven Morton

Analisis geologi menunjukkan tembikar tersebut diproduksi secara lokal dengan menggunakan tanah liat dari pulau tersebut.

McNiven mengatakan, orang-orang Aborigin kuno dikenal karena teknologi penangkapan ikan, pengelolaan api, dan perahu kayunya.

"Tapi tidak ada yang berpikir orang-orang Aborigin membuat tembikar," ujarnya.

"Australia tampaknya satu-satunya benua di dunia yang tidak pernah punya tradisi tembikar."

Kepala peneliti Pusat Keunggulan Keanekaragaman Hayati dan Warisan Australia (CABAH), Sean Ulm, mengatakan penemuan tersebut mengungkapkan bahwa komunitas Aborigin di Queensland utara memiliki hubungan dengan komunitas pembuat tembikar di New Guinea.

Rekomendasi