FOTO: Arkeolog Peru Temukan Kerangka Pendeta Pacopampa Berusia 3.000 Tahun di Makam Kuno

Jasad pendeta tersebut dimakamkan di bawah enam lapisan abu bercampur tanah hitam, dengan mangkuk keramik hias dan segel cat tubuh untuk ritual kuno.

Debby Restu Utomo
Oleh Debby Restu Utomo - Reporter
FOTO: Arkeolog Peru Temukan Kerangka Pendeta Pacopampa Berusia 3.000 Tahun di Makam Kuno
FOTO: Arkeolog Peru Temukan Kerangka Pendeta Pacopampa Berusia 3.000 Tahun di Makam Kuno (Merdeka.com)

Pemakaman ini diyakini sebagai bentuk penghormatan bagi tokoh agama di wilayah Andean.

Sejumlah arkeolog di Peru utara menemukan makam berusia 3.000 tahun yang mereka yakini seorang tokoh dan pemimpin agama di sebuah wilayah Andean sekitar tiga ribu tahun yang lalu.

Sejumlah arkeolog di Peru utara menemukan makam berusia 3.000 tahun yang mereka yakini seorang tokoh dan pemimpin agama di sebuah wilayah Andean sekitar tiga ribu tahun yang lalu.
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Pendeta tersebut dijuluki "Pendeta Pacopampa", yang mengacu pada zona arkeologi dataran tinggi tempat makam itu ditemukan.

Jasad pendeta tersebut dimakamkan di bawah enam lapisan abu bercampur tanah hitam, dengan mangkuk keramik hias dan segel cat tubuh ritual kuno yang sering digunakan bagi orang-orang elit.

Dua segel cat juga ditemukan di sepanjang tepi atas makam, satu dengan wajah antropomorfik menghadap ke timur dan satu lagi dengan desain jaguar menghadap ke barat.

Dua segel cat juga ditemukan di sepanjang tepi atas makam, satu dengan wajah antropomorfik menghadap ke timur dan satu lagi dengan desain jaguar menghadap ke barat.
Dok. Istimewa

Menurut Kementerian Kebudayaan Peru dalam sebuah pernyataannya, penemuan ini menjadi bukti adanya ritual kuno yang digunakan untuk orang-orang yang memiliki kedudukan tinggi di masa itu.

Menurut Kementerian Kebudayaan Peru dalam sebuah pernyataannya, penemuan ini menjadi bukti adanya ritual kuno yang digunakan untuk orang-orang yang memiliki kedudukan tinggi di masa itu.
Dok. Istimewa

Pemimpin penggalian situs, Yuji Seki mengatakan ukuran makam cukup besar, dengan diameter hampir dua meter dan kedalaman satu meter.

Pemimpin penggalian situs, Yuji Seki mengatakan ukuran makam cukup besar, dengan diameter hampir dua meter dan kedalaman satu meter.
Dok. Istimewa

Dia menyebut penemuan ini “sangat aneh,” saat melihat posisi jenazah yang berbaring telungkup dengan separuh tubuhnya menjulur dan kaki disilangkan.

Dia menyebut penemuan ini “sangat aneh,” saat melihat posisi jenazah yang berbaring telungkup dengan separuh tubuhnya menjulur dan kaki disilangkan.
Dok. Istimewa

Jazadnya juga ditemukan bersama dengan tulang yang dibentuk menjadi tupu.

Jazadnya juga ditemukan bersama dengan tulang yang dibentuk menjadi tupu.
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Tupu adalah sebuah peniti besar yang digunakan oleh penduduk Andean Amerindian untuk memegang jubah dan ponco, hingga bisa digunakan untuk memegang selimut wanita.

Kementerian Kebudayaan Peru mengatakan Proyek Arkeologi Pacopampa sebenarnya telah beroperasi di kawasan tersebut sejak tahun 2005.

Kementerian Kebudayaan Peru mengatakan Proyek Arkeologi Pacopampa sebenarnya telah beroperasi di kawasan tersebut sejak tahun 2005.
Dok. Istimewa

Dari lapisan batuan itu menunjukkan bahwa diperkirakan jenazah pendeta tersebut dimakamkan sekitar tahun 1.200 SM.

Dari lapisan batuan itu menunjukkan bahwa diperkirakan jenazah pendeta tersebut dimakamkan sekitar tahun 1.200 SM.
Dok. Istimewa

Usia makam tersebut diketahui sekitar lima abad lebih tua dari makam "Nyonya Pacopampa" dan "Pendeta Jaguar Ular Pacopampa" yang masing-masing ditemukan pada tahun 2009 dan 2015.

Usia makam tersebut diketahui sekitar lima abad lebih tua dari makam "Nyonya Pacopampa" dan "Pendeta Jaguar Ular Pacopampa" yang masing-masing ditemukan pada tahun 2009 dan 2015.
Dok. Istimewa
Rekomendasi