Praktek Mengerikan Suku di Jepang 1500 Tahun Lalu, Tengkorak Bayi Dimodifikasi Agar Bentuk Kepalanya Unik

Praktek aneh dan mengerikan ini dilakukan suku Hirota, 1500 tahun lalu.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Praktek Mengerikan Suku di Jepang 1500 Tahun Lalu, Tengkorak Bayi Dimodifikasi Agar Bentuk Kepalanya Unik
Praktek aneh dan mengerikan ini dilakukan suku Hirota, 1500 tahun lalu. (merdeka.com)

Praktek Mengerikan Suku di Jepang 1500 Tahun Lalu, Tengkorak Bayi Dimodifikasi Agar Bentuk Kepalanya Unik 

Sebuah penelitian terbaru yang melibatkan tim peneliti dari Jepang dan Amerika Serikat (AS) mengungkap fakta menarik mengenai praktek modifikasi tengkorak yang dilakukan suku Hirota di Jepang 1.500 tahun yang lalu. 


Penelitian ini secara tegas membuktikan, suku Hirota menggunakan teknik modifikasi tengkorak untuk mengubah bentuk kepala anak-anak mereka pada awal milenium pertama Masehi. 

Suku Hirota, yang menetap di pulau Tanegashima dari abad ke-3 hingga ke-7 Masehi, secara sengaja memipihkan bagian belakang tengkorak bayi mereka yang baru lahir.


Selain itu, praktik ini juga dapat memanjangkan tengkorak, menciptakan tampilan unik yang pada masanya tampaknya menarik bagi masyarakat kuno. 

Penelitian ini dipimpin sekelompok antropolog biologi dan arkeolog dari Universitas Kyushu Jepang dan Universitas Montana di AS.

Sumber: Ancient Origins
Dok. Istimewa
merdeka.com

Analisis peneliti fokus pada 19 tengkorak yang telah dipipihkan yang ditemukan di pemakaman pinggir pantai yang berasal dari zaman suku Hirota. Teknik modifikasi tengkorak yang dilakukan suku Hirota memunculkan banyak spekulasi selama bertahun-tahun. 

Foto: The Kyushu University Museum

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan secara tegas bahwa perubahan bentuk tengkorak ini merupakan hasil dari tindakan manusia dan bukan sekadar efek samping dari ritual atau praktek lain.

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan secara tegas bahwa perubahan bentuk tengkorak ini merupakan hasil dari tindakan manusia dan bukan sekadar efek samping dari ritual atau praktek lain.
merdeka.com

Foto: Noriko Seguchi/The Kyushu University Museum/ PLOS ONE

Dalam proses penelitian, para ilmuwan menggunakan gambar dua dimensi untuk menganalisis bentuk luar tengkorak secara rinci. Mereka juga melakukan pemindaian tiga dimensi dari permukaan tengkorak untuk membuat model yang lebih mendekati bentuk aslinya. 


Selain itu, mereka juga membandingkan tengkorak-tengkorak suku Hirota dengan tengkorak-tengkorak kelompok pribumi lain seperti suku Yayoi dan Jomon yang hidup pada saat yang sama tetapi di wilayah yang berbeda.

Sumber: Ancient Origins

Hasil dari perbandingan ini secara jelas mengungkapkan, tidak ada kesamaan antara tengkorak yang dipipihkan milik suku Hirota dengan bagian belakang tengkorak yang tidak dimodifikasi milik kelompok pribumi lain. 


Namun, terdapat kemiripan yang signifikan antara tengkorak yang dipipihkan suku Hirota dengan tengkorak-tengkorak yang dimodifikasi yang berasal dari pemakaman suku Maya di Mesoamerika. 

"Hasil kami mengungkapkan morfologi tengkorak yang berbeda dan variabilitas statistik yang signifikan antara individu Hirota dengan sampel Pulau Kyushu Jomon dan Doigahama Yayoi." jelas Noriko Seguchi, antropolog biologi dan ketua penelitian. 

"Bagian belakang tengkorak yang rata ditandai dengan perubahan pada tulang oksipital, bersama dengan depresi di bagian tengkorak yang menghubungkan tulang bersama-sama, khususnya sutura sagital dan lambdoidal, sangat menyarankan modifikasi tengkorak yang disengaja."

Noriko Seguchi, antropolog biologi dan ketua penelitian. 

Sumber: Ancient Origins

Meskipun tujuan pasti modifikasi tengkorak ini masih belum sepenuhnya dipahami, para peneliti memberikan hipotesis yang menarik. Mereka mengaitkan praktek ini dengan identitas kelompok suku Hirota dan kemungkinan adanya jaringan perdagangan jarak jauh.

Meskipun tujuan pasti modifikasi tengkorak ini masih belum sepenuhnya dipahami, para peneliti memberikan hipotesis yang menarik. Mereka mengaitkan praktek ini dengan identitas kelompok suku Hirota dan kemungkinan adanya jaringan perdagangan jarak jauh.
merdeka.com

Foto: Wikimedia Commons

Temuan artefak-artefak dari bahan kerang yang berasal dari daerah yang jauh di dalam pemakaman suku Hirota mengindikasikan kemungkinan keterhubungan mereka dengan kelompok pribumi lain melalui perdagangan. 


Hasil penelitian ini diterbitkan dalam jurnal PLOS One.
Rekomendasi