Advertisement
Sea Shepherd UK, sebuah organisasi lingkungan nonprofit, membagikan foto-foto yang memperlihatkan tradisi perburuan lumba-lumba di Leynar, Kepulauan Faroe, pada 14 Juni 2023.
Advertisement
Pemandangan menyedihkan ini memicu kecaman dunia.
Advertisement
Sejumlah foto yang dirilis Sea Shepherd UK memperlihatkan bagaimana cara pemburu menangkap dan menghasbisi kawanan lumba-lumba tersebut.
14th June 2023, there were 2 horrific grindadrap hunts on the Faroe Islands with:
— Sea Shepherd UK (@seashepherd_uk) June 15, 2023
269 long finned pilot whales killed at Vestmanna
178 long finned pilot whales killed at Leynar.
These were the 4th and 5th grindadrap hunts already in 2023 which have claimed 570 lives #StopTheGrind pic.twitter.com/MqPXmyf9Rs
Advertisement
Pembantaian ini diawali dengan aksi para pemburu yang menggiring lumba-lumba ke daratan.
Advertisement
Para pemburu menggiring mamalia laut itu menggunakan sejumlah perahu nelayan yang membentuk formasi setengah lingkaran berukuran besar.
Advertisement
Sesampainya di pinggir laut, kawanan lumba-lumba tersebut langsung disambut pemburu lain yang siap menghabisinya.
Advertisement
Para pemburu membunuh lumba-lumba dengan berbagai senjata. Mulai dari tombak, pisau, hingga kail.
Advertisement
Darah lumba-lumba yang bercucuran membuat lautan berubah merah.
Advertisement
Selanjutnya, lumba-lumba malang itu diseret ke daratan.
Advertisement
Tak cuma lumba-lumba, kawanan paus pilot juga menjadi sasaran pemburu dalam tradisi ini.
Advertisement
Aksi pembantaian lumba-lumba ini bisa dilihat lebih jelas dalam video yang dibagikan Sea Shepherd UK. Ini merupakan tradisi perburuan pada 2022 lalu.
Advertisement
Tradisi Jelang Musim Dingin
Tradisi pembantaian lumba-lumba atau paus sudah berlangsung turun-temurun. Perburuan secara besar-besaran ini dilakukan untuk memberikan asupan daging yang cukup kepada masyarakat agar bertahan selama musim dingin.
Advertisement
Sebagaimana dilansir The Guardian pada Kamis (15/6), otoritas lokal di wilayah otonomi Denmark menyebutkan bahwa Kepulauan Faroe telah membunuh lebih dari 500 lumba-lumba sejak perburuan dilanjutkan pada Mei.
“Kemarin ada dua tangkapan, satu dengan 266 tangkapan dan yang lainnya dengan 180, menurut laporan pertama,”
Juru bicara pemerintah Faroe memberikan penjelasan terkait hasil buruan dalam tradisi tersebut.
Advertisement
Picu Kecaman Dunia
Tradisi ini menuai kecaman dan amarah dunia. Terutama dari kelompok pembela hak-hak binatang yang menganggapnya biadab.
Advertisement
Meski Dikecam Dunia, Aksi Perburuan Ini Didukung Beberapa Pihak
Sea Shepherd, yang berhasil mengganggu perburuan tahun 2014 dengan kapalnya, mengkritik fakta bahwa kapal angkatan laut Denmark diberi wewenang untuk campur tangan untuk memblokir para pecinta lingkungan.
Advertisement
Para pendukung mengatakan hewan-hewan itu telah memberi makan penduduk lokal selama berabad-abad.
Mereka juga menuduh media dan LSM asing tidak menghormati budaya dan tradisi lokal. Mereka biasanya membunuh sekitar 800 paus pilot dalam setahun.
©The Guardians