230 Lebih Anak-Anak di Iran Tewas Usai Satu Bulan Dibombardir AS-Israel

Sebanyak 230 lebih anak-anak di Iran tewas akibat bombardir ruda Israel-Amerika Serikat.

Henni Rachma Sari
Oleh Henni Rachma Sari - Reporter
230 Lebih Anak-Anak di Iran Tewas Usai Satu Bulan Dibombardir AS-Israel
230 Lebih Anak-Anak di Iran Tewas Usai Satu Bulan Dibombardir AS-Israel (Merdeka.com)

Sudah satu bulan Timur Tengah memanas. Kondisi ini dipicu oleh serangan rudal Israel yang didukung Amerika Serikat (AS) ke tanah Teheran, pada akhir Februari 2026 lalu.

Serangan perdana itu menewaskan Pimpinan Tertinggi Iran Ayatullah Agung Sayyid Imam Ali Khamenei. Tidak tinggal diam, Iran langsung melancarkan serangan balasan hingga menutup Selat Hormuz, jalur distribusi perdagangan minyak global.

Perang Timur Tengah yang sudah berlangsung selama satu bulan tersebut menewaskan setidaknya 230 lebih anak-anak di Iran akibat bombardir AS-Israel, seperti dilaporkan Anadolu.

Dikutip middleeastmonitor.com, Minggu (29/3), sekitar 1.800 anak lainnya terluka, kata Kementerian Kesehatan Iran.

1.340 Warga Iran Tewas

Agresi AS-Israel Hancurkan 108 Situs Bersejarah Iran, Teheran Ungkap Dampak Serangan
Kementerian Warisan Budaya dan Pariwisata Iran mengungkapkan bahwa 108 situs bersejarah di negara itu hancur akibat serangan Amerika Serikat dan Israel, memicu kekhawatiran global terhadap warisan budaya. AntaraNews

Sementara itu, sejauh ini 1.340 orang tewas termasuk Ali Khamenei. Iran juga menembakkan rudal sebagai serangan balasan dengan target pangkalan militer AS di sejumlah negara kawasan.

Iran Serang Pangkalan Militer AS

Drone dan rudal dikirim Iran juga menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur di pangkalan militer AS seperti Uni Emirat Arab juga Arab Saudi.

Rekomendasi