AS Disebut Bersiap Lakukan Pukulan Terakhir Besar-besaran Perang Lawan Iran

Laporan itu menyebutkan, eskalasi militer yang signifikan dapat terjadi jika tidak ada kemajuan dalam pembicaraan antara Teheran dan Washington.

Fauzan Jamaludin
Oleh Fauzan Jamaludin - Reporter
AS Disebut Bersiap Lakukan Pukulan Terakhir Besar-besaran Perang Lawan Iran
AS Disebut Bersiap Lakukan Pukulan Terakhir Besar-besaran Perang Lawan Iran (Merdeka.com)

Pentagon dilaporkan tengah menyiapkan sejumlah opsi militer, termasuk disebut-sebut akan memberikan “pukulan terakhir” dalam perang melawan Iran.

Rencana tersebut mencakup kemungkinan pengerahan pasukan darat hingga serangan udara berskala besar. Hal itu menurut laporan Axios yang mengutip sejumlah pejabat Amerika Serikat.

Laporan itu menyebutkan, eskalasi militer yang signifikan dapat terjadi jika tidak ada kemajuan dalam pembicaraan antara Teheran dan Washington.

Mengutip Middle East Monitor, Jumat (27/3/2026), sejumlah sumber menyebut opsi yang dipertimbangkan antara lain invasi ke pulau-pulau strategis seperti Kharg, Larak, dan Abu Musa, serta penerapan blokade terhadap kapal-kapal yang mengangkut minyak Iran di wilayah timur Selat Hormuz.

Berharap Posisi Tawar AS Lebih Kuat

Spanyol Tolak AS Gunakan Pangkalan Militer untuk Serang Iran: Kami Tidak Takut
Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares. (Dok. AP Photo/Vadim Ghirda) © 2026 Liputan6.com

Sebagian pejabat AS meyakini bahwa demonstrasi kekuatan militer secara besar-besaran dapat memberikan posisi tawar yang lebih kuat dalam proses negosiasi.

Di sisi lain, upaya diplomasi masih terus berlangsung. Sumber yang mengetahui proses tersebut menyebut Turki, Pakistan, dan Mesir masih berupaya memfasilitasi perundingan antara kedua pihak.

Iran dilaporkan telah menolak tuntutan awal dari Amerika Serikat, namun belum sepenuhnya menarik diri dari proses negosiasi.

Dengan demikian, Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut belum mengambil keputusan terkait skenario-skenario tersebut.

Sejumlah pejabat Gedung Putih juga menegaskan bahwa rencana pengerahan pasukan darat masih bersifat hipotetis dan belum menjadi keputusan final.

Rekomendasi