Skandal Korupsi Sepak Bola China: 73 Orang Dilarang Seumur Hidup, Termasuk Mantan Pelatih Timnas

Pemerintah China telah melarang 73 individu yang terkait untuk berpartisipasi dalam semua kegiatan yang berhubungan dengan sepak bola.

Khairisa Ferida
Oleh Khairisa Ferida - Reporter
Skandal Korupsi Sepak Bola China: 73 Orang Dilarang Seumur Hidup, Termasuk Mantan Pelatih Timnas
Ilustrasi sepak bola (Abdillah/Liputan6.com) (© 2026 Liputan6.com)

Asosiasi Sepak Bola China (CFA) telah mengambil langkah tegas dengan menjatuhkan sanksi larangan seumur hidup kepada 73 individu yang terlibat dalam sektor sepak bola.

Selain itu, beberapa klub Liga Super China juga mengalami pengurangan poin sebagai bagian dari upaya pemberantasan korupsi dan dugaan pengaturan skor. Pengumuman ini disampaikan pada hari Kamis, 29 Januari 2026. Di antara mereka yang terkena sanksi adalah mantan pelatih tim nasional China dan eks pemain Everton, Li Tie, serta mantan Presiden CFA, Chen Xuyuan.

Seorang pejabat CFA mengungkapkan bahwa larangan ini diberikan kepada mereka yang terbukti melakukan tindak pidana berdasarkan putusan pengadilan yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap.

"Terhadap 73 personel industri sepak bola, termasuk Chen Xuyuan dan Li Tie, yang tindak pidana kriminalnya telah dikonfirmasi melalui putusan pengadilan yang efektif, CFA menjatuhkan larangan seumur hidup untuk berpartisipasi dalam segala aktivitas yang berkaitan dengan sepak bola," kata pejabat tersebut, seperti yang dilaporkan oleh Associated Press.

Pada tahun 2024, Li Tie, yang melatih tim nasional Tiongkok dari 2019 hingga 2021, dan Chen Xuyuan, dijatuhi hukuman karena terlibat dalam kasus suap senilai jutaan dolar Amerika Serikat. Li menerima hukuman penjara selama 20 tahun, sementara Chen dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Pengurangan Poin dan Denda

China Perangi Korupsi Sepak Bola: 73 Orang Dilarang Seumur Hidup, 9 Klub Dipotong Poin
Ilustrasi sepak bola (Abdillah/Liputan6.com) © 2026 Liputan6.com

Selain memberikan sanksi kepada individu, CFA juga memberikan hukuman kepada sembilan klub Liga Super China berupa pengurangan poin dan denda finansial.

Di antara klub-klub tersebut, Shanghai Shenhua dan Tianjin Jinmen Tigers menerima hukuman paling berat, masing-masing dengan pengurangan 10 poin dan denda sebesar 1 juta yuan. Sementara itu, Shanghai Port, yang merupakan juara bertahan Liga Super China, akan memulai musim 2026 dengan pengurangan lima poin karena terlibat dalam kasus ini.

CFA menjelaskan bahwa keputusan mengenai pengurangan poin dan sanksi finansial untuk klub-klub tersebut didasarkan pada nilai transaksi, sifat pelanggaran, tingkat keseriusan, serta dampak sosial dari praktik ilegal yang melibatkan klub-klub tersebut.

CFA juga menegaskan komitmennya untuk menerapkan kebijakan "tanpa toleransi" terhadap semua bentuk korupsi dalam dunia sepak bola. Sebelumnya, pada September 2024, CFA telah menjatuhkan larangan seumur hidup kepada 43 pejabat dan pemain sepak bola sebagai bagian dari tindakan disipliner terkait kasus yang sama.

Rekomendasi