Sebanyak 40 orang meregang nyawa akibat kebakaran sebuah bar di Swiss saat malam pergantian tahun, Jumat (31/12).
Kebakaran hebat di sebuah resor ski itu disebabkan oleh lilin dan kembang api yang dipasang di atas botol Champagne. Api mulai berkobar ketika percikan dari lilin tersebut mengenai langit-langit bar yang dipenuhi pengunjung pada malam Tahun Baru.
Pihak berwenang berencana untuk menyelidiki apakah material peredam suara di langit-langit bar tersebut memenuhi standar yang ditetapkan dan apakah penggunaan lilin kembang api di dalam bar diperbolehkan.
Kebakaran yang terjadi pada Kamis (1/1) dini hari tersebut mengakibatkan 40 orang kehilangan nyawa dan 119 lainnya mengalami luka-luka, menjadikannya salah satu tragedi paling mematikan dalam sejarah Swiss. Pejabat setempat juga akan memeriksa langkah-langkah keselamatan lainnya di lokasi tersebut, termasuk keberadaan alat pemadam kebakaran dan jalur evakuasi yang ada.
Sekretaris Jaksa Agung wilayah Valais mengingatkan bahwa kemungkinan akan ada tuntutan hukum jika ditemukan adanya unsur kelalaian yang menyebabkan kebakaran.
Di antara korban yang masih dinyatakan hilang adalah Arthur Brodard, seorang remaja berusia 16 tahun dari Kota Lausanne. Ibunya, Laetitia, yang berada di Crans-Montana pada hari Jumat, sangat cemas untuk menemukan putranya. Ia menyatakan masih memiliki harapan bahwa putranya mungkin termasuk di antara enam korban luka yang belum teridentifikasi.
"Saya mencari ke mana-mana. Tubuh anak saya ada di suatu tempat," katanya kepada wartawan seperti yang dilansir oleh Associated Press. "Saya ingin tahu, di mana anak saya, dan berada di sisinya, di mana pun itu entah di unit perawatan intensif atau di kamar jenazah."
Menurut Frederic Gisler, komandan polisi wilayah Valais, korban luka terdiri dari 71 orang warga Swiss, 14 orang dari Prancis, dan 11 orang dari Italia, serta beberapa warga negara lainnya seperti Serbia, Bosnia-Herzegovina, Luksemburg, Belgia, Portugal, dan Polandia.
Hingga saat ini, kewarganegaraan 14 orang lainnya masih belum diketahui. Tragedi ini mengingatkan kita akan pentingnya keselamatan di tempat umum, terutama saat perayaan yang melibatkan banyak orang.
Advertisement
Sulit Kenali Korban Tewas
Tingkat keparahan luka bakar dapat menyulitkan proses identifikasi jenazah, sehingga keluarga korban perlu menyediakan sampel DNA. Dalam beberapa situasi, dompet beserta seluruh dokumen identitas di dalamnya bisa hangus terbakar akibat api yang membara.
Emanuele Galeppini, seorang pegolf muda asal Italia yang memiliki potensi besar dan pernah berpartisipasi dalam kompetisi internasional, kini resmi dinyatakan sebagai orang hilang.
Pamannya, Sebastiano Galeppini, mengungkapkan kepada kantor berita Italia ANSA bahwa keluarga mereka masih menunggu hasil dari tes DNA, meskipun Federasi Golf Italia telah mengumumkan melalui situs web-nya bahwa ia telah meninggal dunia.
Crans-Montana, yang terletak di dataran tinggi dengan ketinggian sekitar 3.000 meter di atas permukaan laut, merupakan lokasi yang menakjubkan dengan puncak bersalju dan hutan pinus yang mengelilinginya.
Resor ini menjadi salah satu tujuan utama untuk kompetisi ski Alpen internasional. Selain itu, Crans-Montana juga menjadi tuan rumah turnamen European Masters yang diadakan setiap bulan Agustus, menarik perhatian banyak penggemar olahraga ski dari berbagai belahan dunia.