Cara Tak Biasa Panti Jompo di China Hibur Lansia Pakai Penari Erotis

Bagaimana cara tarian ini dipersembahkan kepada para penghuni panti jompo?

Indra Cahya Vanleon
Oleh Indra Cahya Vanleon - Reporter
Cara Tak Biasa Panti Jompo di China Hibur Lansia Pakai Penari Erotis
Ilustrasi menari (Foto: unsplash.com/Morgan Petroski) (© 2025 Liputan6.com)

Sebuah panti jompo di China menjadi perhatian publik setelah mengunggah video seorang staf senior yang menari dengan pakaian mini di depan para lansia.

Tindakan ini dilakukan dengan tujuan untuk mendorong para lansia agar mau mengonsumsi obat.

Pada tanggal 24 September, akun resmi media sosial panti jompo yang terletak di Kota Anyang, Provinsi Henan, membagikan video seorang wanita yang mengenakan rok mini dan kaus kaki setinggi lutut, sedang menari menggoda di depan seorang pria lanjut usia yang duduk di kursi, seperti yang dilansir oleh SCMP pada Minggu (12/10).

Dalam unggahan yang menuai kontroversi tersebut, pihak panti jompo memberikan penjelasan mengenai tindakan yang mereka lakukan.

"Direktur kami melakukan segala cara agar para lansia mau minum obat," tulis pihak panti jompo.

Video tersebut memperlihatkan wanita yang mengenakan seragam mirip siswi sekolah dan menggoyangkan pinggulnya dengan penuh semangat.

Tak lama setelah itu, seorang staf lain yang mengenakan seragam berwarna biru mendekati lansia tersebut untuk memberikan obat.

Di profil daringnya, panti tersebut menyebut diri mereka sebagai "rumah pensiunan yang dikelola oleh direktur muda kelahiran 1990-an, berkomitmen untuk membawa kebahagiaan bagi para lansia."

"Misi kami adalah meningkatkan kualitas hidup di masa tua," tulis keterangan di profil mereka.

Memicu Perdebatan

Namun, unggahan ini justru memicu perdebatan sengit di dunia maya.

"Apakah tarian sensual sekarang sudah menjadi bagian dari industri perawatan lansia?" tulis seorang pengguna internet. Akun panti tersebut juga memberikan tanggapan terhadap komentar warganet.

"Segalanya bisa dikaitkan dengan tarian sensual," tulis akun panti tersebut.

Panti Jompo di China Tuai Kritik, Gunakan Tarian Sensual untuk Bujuk Lansia
Ilustrasi menari (Foto: unsplash.com/Morgan Petroski) © 2025 Liputan6.com

Keesokan harinya, pada 25 September, direktur panti jompo mengonfirmasi kepada Nanguo Metropolis Daily bahwa wanita yang muncul dalam video tersebut adalah petugas yang bertugas merawat lansia di panti.

Ia mengakui bahwa video itu tidak pantas, dan menyatakan, "Video itu kurang tepat, dan saya sudah mengingatkan staf senior di video agar lebih berhati-hati ke depannya."

Direktur tersebut juga menegaskan bahwa meskipun wanita itu kadang tampil dalam video promosi, ia bukanlah seorang penari profesional.

Pada umumnya, panti jompo hanya menyediakan hiburan sederhana seperti permainan kartu dan karaoke.

Selain itu, staf lain menjelaskan bahwa video tersebut sebenarnya dibuat untuk mengubah pandangan masyarakat mengenai panti jompo di China.

"Kami ingin menunjukkan bahwa panti jompo bukan tempat yang membosankan. Lansia juga bisa bahagia dan aktif. Tapi sekarang kami sadar, pendekatan seperti ini ada sisi positif dan negatifnya," ujarnya.

Tindak Lanjut

Setelah mendapatkan banyak kritik, akun media sosial panti jompo tersebut menghapus lebih dari 100 video yang berkaitan.

Pihak Biro Urusan Sipil Anyang menyatakan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai kasus ini dan akan mengumumkan hasilnya kepada publik.

Berdasarkan data dari Biro Statistik Nasional China, hingga akhir 2024, terdapat lebih dari 310 juta penduduk berusia 60 tahun ke atas, yang merupakan sekitar 22 persen dari total populasi negara tersebut.

Video itu memicu kemarahan di kalangan warganet yang menilai bahwa panti jompo lebih mengutamakan sensasi dan keuntungan daripada kesejahteraan lansia.

"Apakah panti jompo sekarang berlomba-lomba seperti ini? Inovasi boleh, tapi harus ada batasnya," kritik salah satu warganet.

"Itu jelas tindakan menggoda! Para lansia ini punya masalah kesehatan, bagaimana kalau ada yang malah pingsan?" tulis warganet lainnya.

"Apakah mereka menari untuk membuat lansia minum obat, atau agar mereka mau mengeluarkan uang? Jelas tujuannya bukan yang pertama," tambah seorang warganet.

Rekomendasi