Berkali-kali Gagal Mendarat di Hong Kong, Pesawat Emirates Akhirnya Mendarat di Taiwan

Beragam dugaan muncul sebagai dampak dari kejadian ini.

Khairisa Ferida
Oleh Khairisa Ferida - Reporter
Berkali-kali Gagal Mendarat di Hong Kong, Pesawat Emirates Akhirnya Mendarat di Taiwan
Ilustrasi Pintu Darurat Pesawat. (Unsplash/Ramses Cabello) (© 2025 Liputan6.com)

Penerbangan EK382 milik maskapai Emirates yang berangkat dari Dubai menuju Hong Kong terpaksa dialihkan ke Bandara Internasional Kaohsiung di Taiwan pada hari Senin, 14 Juli 2025. Keputusan ini diambil setelah pesawat tersebut mengalami beberapa kali kegagalan dalam proses pendaratan akibat cuaca yang tidak bersahabat. Data penerbangan menunjukkan bahwa pesawat tersebut telah melakukan dua kali percobaan pendaratan dan berputar-putar di atas wilayah Hong Kong sebelum akhirnya memilih untuk mendarat di Kaohsiung. Hal ini dilaporkan oleh Bangkok Post.

Kondisi cuaca yang dihadapi pesawat tersebut mencakup angin yang berkecepatan stabil sekitar 12 knot, yang kemungkinan besar menyulitkan proses pendaratan. Media Aviation A2Z melaporkan hal ini berdasarkan informasi dari seorang pengamat penerbangan. Selain itu, ada laporan yang belum terverifikasi yang menyebutkan adanya kemungkinan keadaan darurat medis di dalam pesawat, yang juga bisa menjadi alasan di balik pengalihan penerbangan tersebut. Para kru dan penumpang akhirnya menginap semalam di Kaohsiung dan melanjutkan perjalanan ke Hong Kong dengan pesawat Emirates yang sama, yaitu Boeing 777-31H(ER) dengan registrasi A6-EPU, pada hari Selasa, 15 Juli.

emirates airline
emirates airline Lufthansa Systems

Sampai saat ini, pihak maskapai Emirates belum memberikan pernyataan resmi mengenai insiden tersebut. Bandara Internasional Hong Kong diketahui rentan terhadap fenomena wind shear, yang merupakan perubahan mendadak dalam arah atau kecepatan angin yang dapat menimbulkan risiko saat pendaratan, terutama dalam cuaca buruk.

Kehadiran pesawat Emirates di Kaohsiung menjadi suatu pemandangan yang tidak biasa bagi masyarakat Taiwan dan menimbulkan spekulasi mengenai kemungkinan maskapai tersebut akan mempertimbangkan untuk menjadikan Kaohsiung sebagai salah satu destinasi penerbangan.

Rekomendasi